RADAR BOGOR - Kampung Adat Urug, sebuah perkampungan tradisional yang terletak sekitar 48 kilometer dari pusat Kabupaten Bogor, menyimpan pesona yang memikat.
Masyarakat Kampung Adat Urug lebih akrab menyebutnya sebagai Lembur Urug. Terletak di Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, kampung ini menjadi rumah bagi komunitas yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat Sunda.
Ciri khas Kampung Adat Urug di Kabupaten Bogor ini terletak pada rumah panggung tradisionalnya yang berdiri kokoh di atas tanah miring.
Akses menuju kampung ini memang cukup menantang karena jalannya yang terjal dan berkelok. Namun, kesulitan perjalanan akan terbayar lunas dengan keindahan alam dan keunikan budaya yang akan sobat Radar Bogor temui.
Masyarakat Kampung Adat Urug percaya jika mereka adalah keturunan Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Pajajaran.
Keyakinan ini diperkuat oleh hasil penelitian seorang ahli yang menemukan kesamaan konstruksi rumah tradisional di Kampung Urug dengan bangunan peninggalan Kerajaan Pajajaran di Cirebon.
Nama "Urug" sendiri memiliki beberapa versi cerita. Ada yang mengatakan berasal dari kata "guru", yang berarti digugu dan ditiru.
Ada pula yang mengaitkannya dengan sejarah berdirinya kampung ini yang sudah berusia lebih dari 450 tahun.
Di Kampung Adat Urug terdapat petilasan yang dipercaya sebagai tempat bersemedi Prabu Nilakendra, seorang raja yang memiliki kekuatan gaib.
Petilasan ini menjadi tempat yang sakral bagi masyarakat setempat untuk bermunajat dan memohon berkah. Kehidupan spiritual sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Adat Urug.
Mereka memiliki berbagai upacara adat seperti Seren Taun (syukuran panen), ngabuli (ritual tutup tahun), ruwahan, dan muludan. Semua upacara ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan Sang Pencipta.
Kampung Adat Urug memiliki sistem pemerintahan adat yang unik. Mereka memiliki tiga pemimpin adat, yaitu olo tonggoh, olo tengah, dan olo lebak, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda.
Sistem pemerintahan adat ini bertujuan untuk menjaga kelestarian adat istiadat dan keharmonisan masyarakat.
Meskipun memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, Kampung Adat Urug pernah mengalami bencana alam berupa longsor dan banjir bandang pada awal 2020.
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah adat dan infrastruktur kampung. Namun, semangat masyarakat Kampung Adat Urug untuk melestarikan budaya mereka patut diacungi jempol.
Dengan bantuan pemerintah, mereka membangun kembali kampung mereka dengan tetap mempertahankan ciri khas rumah adat panggung.
Kampung Adat Urug tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakatnya, tetapi juga menjadi destinasi wisata budaya yang menarik.
Pengunjung dapat belajar tentang sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Sunda secara langsung.
Dengan mengunjungi kampung ini, sobat Radar Bogor dapat belajar banyak tentang kehidupan masyarakat tradisional dan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa. (***)
Editor : Yosep Awaludin