RADAR BOGOR - Wisata air memberikan sensasi berbeda untuk healing di akhir pekan. Daerah dekat Pasar Parung Bogor itu ada spot wisata air bernama Setu Lebak Wangi.
Pengunjung yang ingin berwisata di Setu Lebak Wangi tidak dikenakan tarif masuk alias gratis. Hanya perlu membayar parkir kendaraan.
Setu Lebak Wangi menyajikan hamparan danau buatan seluas lebih dari 5 hektar yang bisa dijadikan spot foto menarik, olahraga, naik perahu, sepeda air maupun sekedar duduk santai di area outdoor dari cafe yang ada di sana.
Menurut hasil pantauan Radar Bogor dalam postingan kanal YouTube Dunia Crisan tayang pada 21 September 2024, area parkir mobil dan motor dibuat terpisah supaya lebih rapi.
Sebenarnya dari parkiran saja sudah terlihat pemandangan danau yang tenang disertai sepoi angin sejuk, apalagi banyak pohon rindang.
Tempat wisata yang berada di desa Pamegarsari tersebut, saat masuk ke area dalam biasanya melewati jalan turunan ke bawah yang berupa jembatan kayu.
Setelah itu pengunjung akan dibawa melewati wahana permainan, kandang rusa, cafe, playground dan lain-lain.
Khusus untuk spot permainan disediakan persewaan mobil, motor aki dengan harga sewa Rp15.000. Ada juga mainan remote control. Sedangkan playground itu ada di dekat cafe.
Bagi pengunjung yang membawa anak-anak bisa memberi makan rusa. Tapi tetap diperhatikan gak boleh asal saat kasih makanan.
Kalau kamu lapar bisa duduk santai di area cafe bisa lesehan atau meja kursi biasa. Tapi lebih enak di bawah (outdoor) sambil memandang pesona danau ditemani angin sepoi-sepoi.
Jika masih ada waktu bisa berjalan ke area jembatan gantung, umumnya dipakai spot foto dengan latar belakang danau, replika love, serta naik perahu atau sepeda air.
Harga sewa perahu, sepeda air bentuk bebek, angsa dan lainnya dikenakan tarif antara Rp10.000 sampai Rp20.000.
Namun, perlu diingat untuk wahana yang satu ini, kalau wisatawan datang sore biasanya sudah tidak beroperasi.
Danau buatan di Setu Lebak Wangi tersebut juga mempunyai area khusus untuk olahraga seperti jogging. Ada track berupa jalan bukan dari kayu, sehingga lebih aman dan nyaman. (***)
Editor : Yosep Awaludin