RADAR BOGOR, Taman Safari Bogor, masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan ketika healing ke kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor.
Selain beragam wahana wisata, kamu juga bisa menikmati keseruan berinteraksi langsung dengan satwa-satwa langka dan dilindungi di Taman Safari Bogor.
Salah satu keunikan dan keuntungan yang dapatkan kamu nikmati ketia berkunjung dan berkeliling Taman Safari Bogor, yakni bisa berinteraksi langsung dengan satwa-satwa dari berbagai penjuru Dunia.
Salah satu satwa primadona yang ada di Taman Safari Bogor, yakni jerapah atau zarafah (Giraffa Camelopardalis).
Mamalia berkuku genap dan satwa endemik Afrika ini merupakan hewan tertinggi yang hidup di daratan.
Jerapah jantan dapat mencapai tinggi 4,8 sampai 5,5 meter dan memiliki berat yang dapat mencapai 1.360 kilogram.
Sehingga kamu tidak perlu jauh-jauh ke Afrika untuk bisa berinteraksi langsung dengan Jerapah, cukup berkunjung ke Taman Safari Bogor.
Di Taman Safari Bogor sendiri, saat ini ada dua jerapah yang bisa berinteraksi langsung dengan Sahabat Satwa.
Namanya, Kafi yang berusia 6 tahun dan Kamal berusia 2,5 tahun. Jerapah yang didatangkan dari Afrika ini memang bukan sembarang satwa.
Selain bentuknya yang menggemaskan, satwa Jeparah ini juga sangat tinggi. Pengunjung akan dibuat gemas ketika berinteraksi langsung dengan mereka.
Untuk bisa memberi makan dan berfoto jarak dekat dengan satwa tertinggi di Dunia ini, kamu cukup merogoh kocek Rp 300 ribu untuk minimal 5 orang.
Dengan bitu, warga Bogor, Jakarta, dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh ke Afrika untuk melihat dan menyentuh mereka secara langsung.
Jerapah Afrika Selatan ini memiliki ciri khas bercak berbentuk bundar atau tutul-tutul. Beberapa di antaranya membentuk pola seperti bintang.
Latar belakang bercak warna coklat muda yang terang. Bercak atau tutul bisa sampai ke bagian telapak kaki.
Habitat asli mereka tersebar di Afrika Selatan, Namibia, Bostwana, Zimbabwe hingga Mozambik. Penasaran, buruan kunjungi Taman Safari Bogor, yang berlokasi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(*)
Editor : Alpin.