RADAR BOGOR - Camping Ground Lubang Emas termasuk spot menarik untuk staycation bareng teman, sahabat maupun keluarga di kawasan Puncak Bogor.
Spot camping yang satu ini masuk kawasan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Ciloto, Puncak Bogor dengan suasana benar-benar alami, asri, sejuk, bahkan banyak pepohonan usia puluhan atau ratusan tahun.
Camping Ground Lubang Emas masih tahap pembangunan, karena banyak banget keistimewaan yang beda dari kebanyakan tempat.
Dilansir Radar Bogor dalam YouTube Fian TV85 pada 31 Januari 2025, konsep utamanya berupa traditional camp.
Hal tersebut berkaitan dengan menjaga kelestarian hutan, sumber air serta edukasi terhadap barang peninggalan nenek moyang, seperti: seeng, jojodo dan lain-lain.
Luas lahan keseluruhan menurut narasumber dalam kanal YouTube tersebut, sebesar 41 hektar. Itu tidak semuanya menjadi spot camping.
“Kalau luasnya, kita mendapatkan SK dari Kementerian itu 41 hektar. Area camping ground-nya, area jasa lingkungan atau wisatanya sekitar 8 hektar,” ungkap narasumber.
“20 persen kita jadikan hutan lindung, sisanya pertanian. Tapi pertanian keras, kopi ya. Ketinggiannya 1300 mdpl, kopinya Arabica,” imbuhnya.
Spot camping sendiri, resmi beroperasi sekitar dua bulan lagi dengan kelengkapan fasilitasnya.
Asal-Usul Nama Lubang Emas
Camping ground ini punya nama unik yaitu Lubang Emas. Hal tersebut bukan tanpa sebab, melainkan ada latar belakang tersendiri.
Daerah untuk camping itu, ternyata punya tiga lubang bekas pertambangan emas. Yang mana sekarang hanya boleh dilihat saja, tidak boleh masuk, karena faktor keamanan.
Lubang tersebut termasuk tipe penambangan emas tradisional atau manual, bentuknya vertikal.
Area Camping
Spot untuk bikin tenda camping sendiri berada dekat pepohonan tua, besar, rimbun dengan view langsung hutan asri, perkebunan dan bukit.
Bahkan pihak pengelola, nantinya akan ada spot khusus, semacam panggung minimalis untuk berbagai pertunjukkan. Letaknya dekat anak tangga menuju area camping.
Kelebihan Camping Ground Lubang Emas
Camping di sana setiap pengunjung boleh menanam bibit tanaman, tapi gak boleh menebang atau mengambil. Selain itu area tersebut punya kelebihan, dalam tahap penelitian sebagai laboratorium alam.
Sebab, banyak sekali primata Jawa, elang yang dilindungi, lutung, jelarang (tupai ukuran besar, ekor putih), monyet ekor panjang, pohon damar yang getahnya untuk penerangan, pinus dan lain-lain.
Nantinya juga ada warung konsep tradisional Sunda, glamping 10 unit yang mana view menghadap deretan pohon pinus rimbun. Bahkan akan dibangun perkampungan Sunda yang mempunyai konsep rumah Sunda kuno. Uniknya lagi siapa saja yang nanti datang ke lokasi untuk camping dan lainnya, wajib meninggalkan jejak alias kenang-kenangan.
Mereka wajib menanam, pohon serta lubang akan disiapkan pengelola, hanya tinggal tanam saja. Harapannya pohon tumbuh jadi sedekah untuk manusia itu sendiri. Kalau nanti pengunjung datang lago kesana, harapan terbesar pengelola akan bisa melihat kalau ternyata pohonnya sudah tumbuh besar dan memberikan manfaat untuk sekitar.***