RADAR BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor menjadi rumah bagi dua panda raksasa, Cai Tao dan Hu Chun.
Panda asli negara Tiongkok ini telah menghuni taman safari sejak 2017 silam.
Manager Marcom TSI Bogor, Danang Wibowo menjelaskan Tiongkok memiliki kebijakan meminjamkan panda ke negara yang memiliki hubungan termasuk Indonesia.
Ini merupakan bentuk diplomatik kedua negara lewat peminjaman satwa.
"Setiap negara diberikan satu pasang panda, seperti Malaysia dan Thailand, yang juga menerima panda dari Tiongkok," ujarnya di Podcast Radar Bogor, Rabu (5/3/2025).
Meskipun status panda di TSI adalah pinjaman, hingga kini belum ada wacana untuk memulangkan kembali mereka.
Bahkan, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia baru-baru ini mengunjungi panda itu di Taman Safari Bogor.
"Duta Besar Cina baru saja berkunjung ke Taman Safari di Bogor dan sangat senang dengan kondisi panda di sini," katanya.
Taman Safari Indonesia menjaga kesejahteraan panda dengan mengirimkan laporan harian kepada Tiongkok.
Laporan mencakup kondisi kesehatan, hormon, pola makan, dan aktivitas panda.
Proses pemantauan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan kesejahteraan kedua panda tetap terjaga.
Saat ini sudah lebih dari delapan tahun sejak panda tiba di TSI Bogor.
Kehadiran Cai Tao dan Hu Chun terbukti tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama konservasi antara Indonesia dan Tiongkok.
"Selain panda, sejumlah satwa lain juga menjadi favorit pengunjung, seperti harimau, singa, dan lumba-lumba," ungkapnya.
TSI Bogor memiliki lebih dari 3 ribu ekor satwa dari sekitar 300 spesies.
Koleksi satwa mencakup hewan endemik Indonesia seperti harimau Sumatera, gajah Sumatera, jalak Bali, macan kumbang, serta spesies dari luar negeri seperti Golden Tiger dari Benggala.
"Golden Tiger ini satu-satunya di Indonesia. Betinanya sedang kami kondisikan agar bisa berproduksi dengan harimau putih," bebernya.
Mereka juga tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai lembaga konservasi.
Beberapa program pelepasliaran telah dilakukan, seperti banteng Jawa di Pangandaran serta komodo di Pulau Komodo.
"Pada 2003, kami melepas elang Jawa ke habitatnya di Jawa Barat. Tahun lalu, kami melepas komodo, dan akhir 2024 kami akan melepas banteng Jawa di Manggaran," ungkap Danang. (uma)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim