Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menilik Kampung Tajur di Jawa Barat, Desa Wisata Unik Bernuansa Sunda

Aditya Aghata • Sabtu, 5 April 2025 | 12:01 WIB

 

 
Suasana desa wisata di Kampung Tajur, Purwakarta, Jawa Barat.
Suasana desa wisata di Kampung Tajur, Purwakarta, Jawa Barat.
 
RADAR BOGOR - Inilah Kampung Tajur yang terletak di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dan telah menjadi salah satu destinasi wisata yang unik dan menarik di wilayah tersebut. 
 
Sejak tahun 2004, Kampung Tajur dikembangkan menjadi desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta lantaran keunikannya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal Sunda.
 
Setiap tahun, Kampung Tajur menerima banyak kunjungan dari lembaga pendidikan, terutama sekolah-sekolah dari DKI Jakarta dan sekitarnya.
 
Ini menunjukkan bahwa Kampung Tajur memiliki potensi besar sebagai destinasi edukasi bagi pelajar dan wisatawan. 
 
Baca Juga: Fakta-Fakta Kabupaten Bogor, Daerah dengan Jumlah Penduduk Terbesar di Indonesia
 
Bahkan, pada tahun 2021, Kampung Tajur berhasil masuk dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
 
Sejarah panjang Desa Pasanggrahan dalam dunia pendidikan dimulai pada tahun 1981, ketika desa ini pertama kali dijadikan lokasi kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). 
 
Sekolah pertama yang mengunjungi desa ini adalah SMK Ksatria Jakarta. 
 
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak lembaga pendidikan dari DKI Jakarta dan sekitarnya yang tertarik untuk mengunjungi Desa Pasanggrahan, sehingga membuat desa ini semakin dikenal luas.
 
Awalnya, kegiatan LDKS berfokus di Kampung Pasanggrahan. 
 
Baca Juga: Kondisi Terkini Bandara Kertajati, Mulanya Dibangun untuk Bantu Kurangi Kepadatan di Bandara Husein Sastranegara hingga Sempat Sepi
 
Namun, sejak tahun 2004, dengan adanya penataan Kampung Tajur, para wisatawan mulai melirik kawasan ini sebagai tujuan wisata edukasi. 
 
Penataan Kampung Tajur dimulai pada 2004-2005, ketika Kepala Desa saat itu, Alm. Roib Sobari, mengusulkan kepada H. Dedi Mulyadi yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta untuk menjadikan Kampung Tajur sebagai destinasi wisata. 
 
Berkat upaya tersebut, Kampung Tajur mengalami transformasi dan akhirnya dikenal dengan nama Kampung Kahuripan, yang berarti "Kampung yang Memiliki Kehidupan".
 
Keunikan utama Kampung Tajur terletak pada rumah panggung tradisional yang terbuat dari kayu dan bambu. 
 
Rumah-rumah tersebut dicat dengan warna hitam dan putih yang mencolok, memberikan kesan estetis yang kuat. 
 
Lingkungan yang bersih dan udara segar khas pedesaan semakin memperkaya daya tarik kampung ini sebagai destinasi wisata edukasi. 
 
Di Kampung Tajur, terdapat sekitar 43 rumah panggung dengan ciri khas adat Sunda, yang dikenal dengan nama model bangunan "Julang Ngapak". 
 
Keunikan desain dan warna seragam rumah-rumah ini menjadikan Kampung Tajur berbeda dari tempat wisata lainnya.
 
Baca Juga: Mumpung Libur Lebaran! Ini Tips Memilih Penginapan Aman dan Nyaman saat Berwisata
 
Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Tajur dapat merasakan pengalaman tinggal di rumah-rumah warga melalui fasilitas home stay. 
 
Setiap rumah biasanya menyediakan dua kamar tidur untuk tamunya, yang mana wisatawan dapat merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. 
 
Selain itu, wisatawan juga berkesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan bersama pemilik home stay sesuai dengan profesi dan keseharian mereka. 
 
Hal ini memberikan pengalaman langsung yang sangat bernilai bagi para pengunjung, terutama dalam memahami kearifan lokal yang telah ada sejak lama.
 
Dengan segala keunikan dan potensi yang dimilikinya, Kampung Tajur terus berkembang dan menarik lebih banyak perhatian wisatawan, khususnya dari kalangan lembaga pendidikan. 
 
Ke depan, diharapkan Kampung Tajur dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal yang dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta.***
Editor : Eka Rahmawati
#tajur #jawa barat #desa wisata