RADAR BOGOR – Di kaki Gunung Salak, Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, sebuah destinasi wisata tengah jadi perbincangan alias viral. Namanya Jbound Geo Edu Park dan menyajikan pengalaman wisata lengkap mulai dari pemandian air panas alami, wahana edukatif, hingga tantangan adrenalin di tengah udara sejuk pegunungan.
Berlokasi di kawasan bertinggi sekitar 850 mdpl, Jbound tak sekadar jadi tempat pelesiran. Pengelola mengaku sejak awal tempat ini dirancang menjadi ruang pembelajaran terbuka.
"Sarana wisata yang mendidik sekaligus menyenangkan,” ujar Nasar Sarkis, pengelola Jbound Geo Edu Park, kepada Radar Bogor Sabtu (19/4/2025).
Salah satu daya tarik utama di tempat ini adalah pemandian air panas alami yang bersumber langsung dari urat Kawah Ratu. Tersedia tiga kolam dengan suhu berbeda, mulai dari 40 hingga 80 derajat Celsius. Untuk anak-anak, kolam bersuhu rendah disediakan agar tetap aman saat berendam.
Namun, bukan hanya itu, Jbound juga memiliki kolam air dingin alami dan dua curug yakni Curug Nyumput dan Curug Alit yang bisa dinikmati pengunjung.
“Curug Nyumput ini tersembunyi, sementara Curug Alit lebih ramah untuk anak-anak,” kata Nasar.
Di sisi edukasi, Jbound menyediakan taman kupu-kupu lengkap dengan laboratoriumnya. Pengunjung bisa melihat langsung proses metamorfosis dari telur hingga kupu-kupu dewasa. Ada juga taman lebah trigona, jenis lebah tanpa sengat yang biasa ditemui di wilayah Jawa Barat.
“Pengunjung bisa merasakan sensasi minum madu langsung dari sarangnya, 100 persen murni,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, Jbound juga menyediakan edukasi pertanian, agrowisata, hingga geologi, yang menyatu dalam area seluas 30 hektare. Anak-anak bisa belajar sambil bermain di wahana interaktif, sedangkan untuk dewasa tersedia paket team building, outbond, hingga gathering perusahaan.
Bagi penggemar tantangan, Jbound punya wahana seperti flying fox, paintball war, dan memanah. Semua wahana itu berada di lokasi berpemandangan langsung ke Gunung Salak yang menjulang megah di kejauhan.
“Keunggulan kami bukan hanya pada wahana, tapi juga atmosfer. Di siang hari pun, suhu tetap sejuk sehingga cocok untuk kegiatan luar ruang,” tambah Nasar.
Jbound saat ini memiliki dua pintu masuk. Gate pemandian dikhususkan untuk pengunjung yang ingin menikmati kolam air panas dan dingin. Sementara gate utama untuk wahana edukasi dan petualangan, namun tetap bisa mengakses semua area.
Untuk harga tiket, pengunjung cukup merogoh kocek Rp15 ribu di hari biasa dan Rp20 ribu saat akhir pekan untuk kolam air panas. Sementara tiket terusan di gate utama dibanderol Rp35 ribu (hari biasa) dan Rp40 ribu (high season), sudah termasuk akses wahana seperti tromboslide dan panahan. Paket edukasi tersedia dalam empat pilihan, dengan Paket 4 sebagai yang paling diminati.
Sejak dibuka 1,5 tahun lalu, Jbound sudah dikunjungi ribuan pelajar dan wisatawan keluarga. Dalam beberapa bulan terakhir, antusiasme dari rombongan sekolah meningkat tajam, terutama dari wilayah Jabodetabek.
Akhir pekan lalu, ratusan siswa dari SDIT Insan Madani, Kabupaten Tangerang memadati kawasan Jbound dalam kegiatan field trip tahunan. Ini merupakan kegiatan rutin satu kali dalam setahun.
"Jbound jadi pilihan karena suasananya baru dan aktivitasnya lengkap,” ujar Kepala Sekolah Rasmina.
Siswa-siswi tampak antusias mengikuti kegiatan praktik pertanian, menanam padi, hingga outbound edukatif yang dirancang sesuai usia. Bahkan, sejumlah orang tua turut mendampingi dan mengaku puas dengan pengalaman yang diberikan.
“Tempatnya nyaman, udaranya sejuk, dan kegiatan anak-anak juga menarik. Jauh dari Tangerang pun rasanya sepadan,” ujar Anita, salah satu wali murid.
Menurut para orang tua, suasana alam yang masih asri dan udara pegunungan menjadi nilai tambah dibandingkan kondisi di kawasan industri tempat mereka tinggal. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkala.
Dengan kombinasi alam yang asri, edukasi yang lengkap, serta fasilitas yang terus berkembang, Jbound Geo Edu Park menjelma sebagai magnet wisata baru di Bogor yang tak hanya menyenangkan, tapi juga memberi nilai tambah pembelajaran di luar kelas. (uma)
Editor : Eka Rahmawati