Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keindahan Gunung Tilu: Destinasi Pendakian Eksotis di Perbatasan Kuningan dan Brebes Punya Jalur Pendakian Menantang

Eli Kustiyawati • Selasa, 13 Mei 2025 | 06:14 WIB
Gunung Tilu di Kuningan, Jawa Barat
Gunung Tilu di Kuningan, Jawa Barat

RADAR BOGOR — Gunung Tilu di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi magnet baru bagi para pecinta alam dan wisatawan yang mencari petualangan di tengah keasrian pegunungan.

Terletak di perbatasan antara Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana, dan Desa Cimara, Kecamatan Cibereum, Gunung Tilu ini menyajikan panorama menawan dan jalur pendakian yang menantang.

Nama Gunung Tilu berasal dari bahasa Sunda yang berarti “tiga”, merujuk pada tiga puncak utama yang membentuk siluet khas dari berbagai sudut pandang.

Ketiga puncak tersebut meliputi puncak utama Gunung Tilu (1.076 mdpl), Puncak Sukmana (1.154 mdpl), dan satu puncak lainnya yang belum memiliki nama resmi (1.112 mdpl).

Selain keindahan puncaknya, Gunung Tilu juga berfungsi sebagai hulu dari beberapa aliran sungai yang bermuara ke tiga sungai besar: Cijangkelok, Cikaro, dan Citaal.

Keanekaragaman lanskap ini menjadikan kawasan tersebut sebagai surga bagi pendaki, fotografer, dan pencinta alam.

Di kaki gunung, terdapat sejumlah goa yang menambah daya tarik tersendiri.

Goa Arjuna, yang konon menjadi tempat singgah tokoh pewayangan Arjuna, serta Goa Kandang Hayam, yang dulunya menjadi sarang ayam hutan, menjadi destinasi favorit para pengunjung.

Di beberapa titik, pendaki juga bisa menemukan situs Batu Naga, dua batu besar melengkung yang menyerupai gerbang dan diyakini berasal dari zaman prasejarah.

Situs ini diperkirakan menyimpan nilai sejarah penting, bahkan disebut sebagai simbol awal mula budaya Sunda dan Jawa.

Gunung Tilu juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna.

Tercatat lebih dari 83 spesies satwa menghuni kawasan ini, mulai dari reptil, burung, hingga mamalia kecil seperti bangkong sungai dan percil Jawa.

Untuk mencapai puncak, pendaki harus menempuh jalur selama sekitar empat jam dengan berjalan kaki.

Jalurnya cukup menantang—curam, licin, dan dipenuhi semak belukar—sehingga disarankan menggunakan jasa pemandu lokal.

Tugu Pos Pojok Tilu, yang menjadi batas wilayah antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, menandai akhir pendakian sebelum mencapai puncak.

Sesampainya di atas, pendaki akan disambut oleh pemandangan hijau yang membentang sejauh mata memandang.

Perbukitan yang tersusun rapi, hamparan awan saat pagi hari, hingga hembusan angin segar dari pepohonan lebat menciptakan sensasi berada di "negeri di atas awan".

Spot-spot foto pun tersebar di sepanjang jalur hingga puncak, menjadikan setiap momen mendaki sebagai kenangan yang tak terlupakan.

Fasilitas dasar seperti area parkir dan beberapa pos istirahat sudah tersedia, meski jalur pendakian resmi belum dibangun.

Meski demikian, Gunung Tilu tetap ramah bagi pendaki pemula yang ingin menjajal petualangan baru.

Gunung Tilu bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang alami yang menyimpan kekayaan ekosistem, sejarah, dan budaya.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi mendaki gunung sambil menikmati panorama tiga puncak yang menawan, Gunung Tilu layak untuk dijelajahi.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Gunung Tilu #jawa barat #pendakian #petualangan