RADAR BOGOR — Jangan heran jika industri perfilman Indonesia mampu mencetak berbagai rekor berkat penggunaan objek wisata sebagai latar ceritanya.
Salah satunya adalah film Pabrik Gula yang sukses menyedot perhatian dan beberapa film lainnya yang mengambil lokasi wisata di Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, film ini bahkan sempat menduduki film terpopuler nomor satu beberapa Minggu.
Nah, kira-kira apa saja destinasi wisata yang punya daya tarik kuat hingga cocok dijadikan lokasi syuting film? Yuk, kita intip!
1. Pabrik Gula
Film ini, yang terinspirasi dari utas horor viral di media sosial X, telah ditonton lebih dari 4 juta kali.
Lokasinya berada di Pabrik Gula Gondang Winangoen, Klaten, Jawa Tengah.
Sejak berhenti beroperasi pada 2017, area ini bertransformasi menjadi destinasi wisata edukatif yang menyimpan banyak artefak bersejarah dan alat produksi zaman dulu.
Atmosfernya yang klasik dan sedikit mistis membuat tempat ini cocok banget buat genre horor.
2. Pengepungan di Bukit Duri
Disutradarai oleh Joko Anwar, film ini membahas konflik remaja, dunia pendidikan, hingga keretakan sosial.
Lokasi syutingnya berada di Laswi Heritage, Bandung—gudang peninggalan PT KAI yang kini jadi ruang kreatif.
Gedung bergaya Belanda klasik ini sukses menghidupkan latar cerita dan menarik perhatian 1,8 juta penonton.
Estetik dan bersejarah, Laswi Heritage memang punya daya tarik tersendiri.
3. Petaka Gunung Gede
Film horor satu ini sukses menembus lebih dari 3 juta penonton. Gunung Gede tak hanya indah secara visual, tapi juga menyimpan kekayaan flora yang beragam.
Berlokasi di pertemuan tiga kabupaten, yakni Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, Gunung Gede yang bersanding dengan Pangrango juga merupakan kawasan taman nasional.
Lokasi ini sering jadi pilihan favorit para sineas untuk menampilkan nuansa alam yang dramatis dan megah.
4. Komang
Terinspirasi dari kisah nyata komika Raim Laode, film Komang menjadikan Benteng Wolio di Baubau, Sulawesi Tenggara, sebagai latar utamanya.
Dibangun di atas ketinggian 100 mdpl, benteng ini disusun dari batu karang dan gunung, direkatkan pakai putih telur, pasir, dan kapur.
Estetika arsitekturnya yang unik berpadu sempurna dengan alur film yang menyentuh hati.
Tak heran kalau Komang berhasil menarik lebih dari 3 juta penonton.
5. Perang Kota
Diadaptasi dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis, film Perang Kota dibintangi oleh Chicco Jerikho, Jerome Kurnia, dan Ariel Tatum.
Berlatar masa kedatangan sekutu dan kembalinya Belanda ke Indonesia, film ini mengambil lokasi di Kota Tua Surabaya.
Nuansa kolonial Eropa hingga arsitektur Tionghoa seperti di kawasan Kembang Jepun dan Museum De Javasche Bank jadi alasan kuat kenapa tempat ini begitu cocok untuk kisah sejarah.
Sekaligus, lokasi ini juga menawarkan wisata kuliner khas yang menggoda.
Itulah beberapa destinasi wisata di Indonesia yang punya potensi tinggi untuk dijadikan lokasi syuting film.
Keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki negeri ini bukan cuma jadi magnet wisatawan, tapi juga jadi power visual dalam dunia perfilman.
Lewat seni audio-visual inilah, pariwisata Indonesia bisa tampil memukau di layar lebar dan ikut mendukung promosi wisata nasional.***
Editor : Eli Kustiyawati