RADAR BOGOR - Petualangan seru kali ini, kita Touring ke Pantai Santolo, Garut, Jawa Barat. Dimana, perjalanan dimulai dari titik kumpul legendaris Tugu Kujang, Kota Bogor.
Setelah memanaskan mesin kendaraan, rombongan tancap gas menuju Cipanas, Puncak, Kabupaten Cianjur, untuk berangkat ke Pantai Santolo.
Rombongan sempat mampir menikmati bubur hangat untuk isi tenaga di daerah Cipanas, Puncak.
Perjalanan menuju Pantai Santolo dilanjutkan lewat jalur Ciwidey, Bandung.
Sepanjang jalan, kanan dan kiri terhampar kebun teh yang hijau menyegarkan.
Beberapa curug kecil juga terlihat di kejauhan sehingga menambah keindahan jalur ini.
Trek berliku, letter S, curam, dan memacu adrenalin tapi tenang karena aspalnya cukup mulus dan bagus.
Di tengah perjalanan, rombongan berhenti di depan Alfamart untuk beli kopi, teh, dan cemilan, lalu bikin kopi sendiri pakai kompor mini.
Cara sederhana, tapi penuh makna untuk menikmati momen perjalanan menuju Pantai Santolo, Kabupaten Garut.
Rasa syukur, lelah yang reda, dan tawa hangat di tengah jalan. Setelah diguyur hujan, akhirnya langit Garut menyambut kami dengan golden hour yang luar biasa.
Langit cerah, suasana magis, dan hati pun ikut cerah. Sekitar jam 10 malam, rombongan Touring Adventure akhirnya tiba di pintu masuk Pantai Santolo.
Setiap orang dikenakan tarif masuk Rp 20.000. Sayangnya, tidak semua dari rombongan Touring Adventure ini menerima tiket.
Kami paham, setiap tempat wisata butuh biaya. Tapi yang kami harapkan hanyalah transparansi dan kejujuran, agar keindahan Pantai Santolo bisa dinikmati semua orang—tanpa rasa kecewa.
Keesokan paginya, rombongan Touring Adventure dari Bogor ini menikmati sunrise yang perlahan muncul di balik cakrawala.
Menyeduh kopi hangat di pinggiran pantai, ditemani debur ombak dan semilir angin pagi.
Berswafoto, mengabadikan momen-momen indah antara laut dan langit Pantai Santolo Garut.
Sunrisenya luar biasa, dan dari kejauhan Gunung Papandayan yang ikonik tampak berdiri megah sehingga menambah keindahan pagi itu di Pantai Santolo. (Iwan Alqodrie)
Editor : Alpin.