RADAR BOGOR - Akhir pekan menjadi momen yang tepat untuk menjelajah tempat wisata, salah satu rekomendasi yang cocok buat kamu yang mau hemat yaitu Museum Hakka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Museum Hakka Indonesia di TMII, Jakarta bisa jadi pilihan tepat buat liburan akhir pekan.
Museum Hakka menawarkan suasana asri dengan banyak pepohonan rindang yang menyejukkan lingkungan sekitarnya.
Fasilitas umum seperti kantin tersedia bagi pengunjung yang lapar atau ingin melepas dahaga.
Beragam makanan ringan hingga makanan berat dijajakan di kantin dengan harga yang cukup terjangkau.
Tersedia juga musala bagi pengunjung yang ingin menjalankan ibadah salat selama berada di area museum.
Museum ini berdiri di atas lahan yang cukup luas dan dikelilingi oleh danau serta pepohonan rimbun.
Arsitektur bangunan dan ornamen patung di museum ini memiliki latar sejarah yang menarik diketahui.
Museum Hakka Indonesia dapat menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia.
Setiap pengunjung wajib mengisi buku tamu saat memasuki area museum sebagai bagian dari prosedur kunjungan.
Tiket masuk ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi seluruh pengunjung dari berbagai kalangan.
Museum buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 16.00 sore.
Pada hari Senin, museum tidak menerima pengunjung karena tutup untuk umum.
Museum ini memiliki dua lantai dengan fungsi dan isi yang berbeda-beda di setiap ruangannya.
Di lantai dasar, terdapat aula besar dan dokumentasi kunjungan tokoh penting nasional ke museum ini.
Beberapa di antaranya adalah Presiden Republik Indonesia dan sejumlah tokoh besar dari berbagai bidang.
Lantai dua difungsikan sebagai Museum Tionghoa Indonesia yang dibagi menjadi tujuh ruang tematik.
Ruang-ruang ini menyimpan informasi sejarah kedatangan orang Tionghoa ke Indonesia sejak masa lampau.
Pengunjung dapat melihat dokumentasi profesi orang Tionghoa di masa kolonial melalui koleksi foto-foto.
Terdapat juga ruang Merah Putih yang menampilkan tokoh Tionghoa berjasa bagi bangsa Indonesia.
Museum ini juga menjelaskan persebaran komunitas Tionghoa di berbagai daerah seperti Aceh dan Kalimantan.
Salah satu ruang menceritakan tentang riwayat keluarga Tjong Yong Hian dan saudara-saudaranya di Medan.
Selain itu, museum menyajikan informasi tentang opera Tionghoa, wayang kulit, serta gambang kromong.
Tidak ketinggalan, ditampilkan pula kontribusi orang Tionghoa dalam perfilman, batik, dan dunia kuliner.
Kunjungan ke Museum Hakka Indonesia dapat memperkaya wawasan budaya dan sejarah Nusantara secara menyeluruh.***
Editor : Eli Kustiyawati