RADAR BOGOR - Kalau kamu lagi butuh escape dari hiruk Jakarta atau Bogor, Curug Love di Sentul bisa jadi destinasi kece yang wajib kamu sambangin. Curug ini berada di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Apa sih yang bikin Curug Love ini spesial? Air terjunnya punya bentuk mirip hati dan kolam alami berwarna toska yang estetik abis buat foto-foto.
Suasana di Curug Love bener-bener adem, dikelilingi tebing-batu cadas dan hutan bambu bikin vibes-nya kayak versi mini Grand Canyon Bogor.
Pengunjung yang dateng biasanya selain menikmati panorama dan ademnya lingkungan, juga trekking sekitar 2–4,5 km PP lewat kebun kopi, hutan bambu, dan sawah. Trekking-nya cocok buat pemula dan keluarga karena jalurnya nggak terlalu ekstrim .
Apa aja sih yang bisa dilakuin? banyak! Mulai dari berenang santai di kolam dangkal (1–1,5 m), body rafting alias naik pelampung menikmati arus lembut, duduk-duduk santai sambil denger gemericik air, sampai hunting foto di spot tebing cantik.
Ada juga gazebo dan area camping ground kalau mau bawa tendaemang layak kamu kunjungi? Soalnya selain harga murah dan instagramable.
Suasana alamnya mistis asri, adem banget dan jauh dari keramaian. Cocok banget buat quality time bareng temen, keluarga, pacar, atau solo healing.
Tempatnya di Desa Bantar Karet, Nanggung, Bogor. Lokasinya strategis dan gampang dijangkau kendaraan umum atau pribadi dar Bogor.
Curug Love ini cocok banget buat siapa aja: anak muda, keluarga, pemula trekking, hingga mereka yang cuma pengen refreshing sejenak dari rutinitas.
Best time datang pagi hari di musim kemarau biar dapet warna air yang memukau, tapi di musim hujan suasana hijau menyegarkan tetap juara. Jam bukanya tiap hari 07.00–17.00 WIB.
Rutenya gampang kok, dari Jakarta keluar gedangan Sentul City, terus lewat JungleLand, ikuti jalan desa sampai ada petunjuk ke Leuwi Catang atau Curug Love, trekking deket 2 km PP.
Jangan lupa bawa alas kaki yang nyaman, baju ganti, dan kamera buat swipe-update di Instagram. (***)
Penulis : Sholihatun Nur Khasanah/Magang-Unpak
Editor : Yosep Awaludin