RADAR BOGOR – Siapa sangka, di balik padatnya lalu lintas kawasan Puncak, terselip satu permata alam bernama Telaga Saat—tempat di mana waktu seakan berjalan lebih lambat dan pikiran bisa benar-benar beristirahat.
Dikelilingi oleh hamparan kebun teh dan hutan tropis yang masih alami, danau alami ini menjadi titik nol Sungai Ciliwung sekaligus oase tersembunyi bagi pencinta alam, pemancing, dan kini—para pencari glamping dengan pemandangan tiada dua.
Letaknya berada di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Dari kejauhan, Telaga Saat tampak seperti cermin raksasa yang memantulkan langit dan perbukitan hijau.
Kabut tipis yang bergulir pelan di atas permukaan danau membuat suasana makin magis, apalagi saat pagi menjelang atau sore hari menjelang senja.
Surga Rahasia Para Pemancing
Bagi para pemancing, Telaga Saat adalah medan yang sulit dilawan. Airnya yang tenang dan bersih menyimpan berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, mujair, dan gabus.
Banyak pemancing lokal yang datang sebelum matahari terbit demi mendapatkan spot terbaik di bibir telaga, dengan harapan umpan disambar dalam suasana yang sejuk dan damai.
Yang membuatnya istimewa, pengalaman memancing di sini bukan hanya soal hasil tangkapan, tetapi sensasi menyatu dengan alam—dikelilingi aroma tanah basah, semilir angin gunung, dan suara gemerisik daun yang menenangkan.
Kalau beruntung, kamu bisa menyaksikan kabut tipis menyapu permukaan danau sembari menunggu pelampung bergoyang.
Glamping Puspa & Damar: Staycation dengan Nuansa Magis
Tak sekadar tempat wisata harian, Telaga Saat juga menawarkan pengalaman menginap yang luar biasa lewat dua tipe glamping alias glamorous camping—Glamping Puspa dan Glamping Damar.
Lokasinya berada tepat di tepi danau, menyuguhkan view langsung ke air yang jernih dan barisan pepohonan yang menjulang.
Interiornya cozy dengan ranjang empuk, perlengkapan lengkap seperti kamar mandi dalam, air panas, listrik, serta balkon kecil untuk menikmati sunrise sambil nyeruput kopi.
Cocok buat kamu yang ingin healing total, romantis bersama pasangan, atau bahkan sekadar menikmati me time di tengah alam.
Soal harga, glamping ini cukup bersaing:
- Minggu–Kamis: Rp750.000/malam
- Jumat: Rp950.000/malam
- Sabtu & Hari Libur Nasional: Rp1.000.000/malam
Dengan harga tersebut, kamu sudah mendapatkan pengalaman eksklusif di tengah alam yang masih perawan, lengkap dengan udara sejuk dan suara malam yang alami.
Aktivitas Lain yang Tak Kalah Seru
Selain mancing dan glamping, pengunjung juga bisa mencoba naik perahu karet, menjelajahi area sekitar danau dengan trekking ringan, atau sekadar duduk santai di gazebo.
Ada juga jalur off-road untuk yang ingin seru-seruan naik jeep melewati kebun teh—perjalanan sepanjang 1,4 km menuju danau ini memang cukup menantang, tapi justru jadi pembuka cerita seru selama berkunjung.
Bagi yang datang hanya untuk berwisata seharian, tak perlu khawatir. Tersedia warung makanan sederhana, musala, dan toilet yang bersih.
Bahkan, kamu bisa menyewa tikar untuk piknik atau menyantap bekal di tepian danau sambil menikmati suara alam yang menenangkan.
Tiket & Aksesibilitas
Untuk menikmati keindahan Telaga Saat, pengunjung dikenakan:
- Tiket masuk: Rp25.000 (gerbang perkebunan) + Rp10.000 (akses ke telaga)
- Parkir: Rp5.000 (motor), Rp10.000 (mobil)
- Sewa jeep (opsional): Rp250.000/mobil (maksimal 5 orang)
- Jam buka: 07.30–18.00 WIB setiap hari. Disarankan datang pagi atau sore untuk mendapatkan momen terbaik.
Telaga Saat bukan sekadar tempat pelarian dari hiruk-pikuk kota. Ini adalah pelukan alam yang hangat dan tenang, cocok untuk siapa saja yang ingin menyepi, memancing, atau bahkan menikmati malam romantis di tenda glamping.
Dengan udara yang bersih, kabut yang lembut, dan danau yang seolah membisikkan ketenangan—tempat ini adalah hidden gem Puncak yang makin naik daun.
Jadi, kalau kamu butuh liburan yang menyentuh jiwa tanpa harus pergi jauh, Telaga Saat jawabannya.
Tinggal pilih: mau healing di pinggir danau atau bermalam mewah ala alam? Semua bisa, tinggal bawa jaket hangat dan kamera, siap-siap panen momen di Telaga Saat.***
Editor : Eli Kustiyawati