Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menelusuri Jejak Sejarah Perbankan Indonesia di Museum Bank Mandiri, Wisata Edukatif Bernuansa Klasik Bakal Bikin Kagum!

Gabriel Anderson Nainggolan • Jumat, 4 Juli 2025 | 09:51 WIB

 

Museum Bank Mandiri Jadi Destinasi Favorit Pelajar untuk Wisata Edukatif
Museum Bank Mandiri Jadi Destinasi Favorit Pelajar untuk Wisata Edukatif

RADAR BOGOR – Ingin menjelajahi sejarah perbankan Indonesia sambil menikmati suasana klasik bergaya kolonial?

Kunjungi Museum Bank Mandiri, salah satu destinasi wisata sejarah dan ikonik di kawasan Kota Tua Jakarta.

Terletak strategis di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, museum ini cocok untuk pelajar, keluarga, hingga wisatawan yang mencari pengalaman unik yang menambah pengetahuan sejarah.

Gedung bersejarah ini bukan sekadar bangunan tua. Didirikan pada tahun 1929, awalnya merupakan kantor pusat Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), sebuah bank dagang asal Belanda.

Kini, bangunan bergaya arsitektur Nieuwe Zakelijkheid itu menjelma menjadi ruang edukatif yang hidup untuk memahami sejarah keuangan Indonesia sebelum hadirnya era mobile banking.

Arsitektur yang Memikat dan Sarat Makna

Begitu memasuki museum, pengunjung akan dibuat kagum oleh deretan pilar tinggi, lantai ubin bercorak klasik, dan lampu gantung antik yang masih terawat.

Setiap sudut museum seolah menjadi set film masa kolonial—elegan, otentik, dan penuh karakter.

Jendela kaca patri di langit-langit yang menggambarkan musim dan alam Indonesia menambah kesan magis sekaligus artistik.

Tak hanya indah dipandang, berbagai elemen arsitektur itu menyimpan cerita sejarah.

Pengunjung bisa melihat ruangan khusus nasabah Tionghoa, ruang kerja teller zaman dulu, hingga brankas baja tebal yang menyerupai dinding benteng.

Koleksi Bersejarah yang Menarik Perhatian

Di dalam museum, kamu bisa melihat berbagai koleksi benda perbankan dari masa lalu, seperti mesin tik, alat hitung kuno, timbangan uang, dan ATM pertama dari tahun 1960-an.

Terdapat pula buku besar pencatatan transaksi lengkap dengan cap dan tinta yang tampak masih menyimpan jejak aktivitas ekonomi zaman dulu.

Salah satu area paling menarik adalah ruang bawah tanah, bekas tempat penyimpanan uang dan brankas besar.

Suasana sedikit gelap dan dingin justru memberikan kesan otentik, seolah kamu tengah menyelinap ke ruang rahasia dalam film mata-mata klasik.

Wisata Edukatif yang Interaktif dan Menyenangkan

Museum Bank Mandiri bukan hanya untuk penggemar sejarah atau mahasiswa ekonomi.

Banyak pengunjung datang untuk menikmati sejarah dari perspektif yang berbeda—visual, interaktif, dan ringan.

Anak-anak pun bisa belajar dengan cara menyenangkan melalui ruang multimedia dan tur edukatif yang disediakan.

Bagi para pemburu konten, tempat ini juga cocok sebagai lokasi pemotretan bergaya klasik.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Tasua? Begini Penjelasan Buya Yahya tentang Hukum puasa 10 Muharram Saja

Dengan mengenakan busana ala 1940-an dan berpose di depan loket teller tua, hasil fotomu akan tampak klasik sekaligus elegan.

Informasi Penting untuk Pengunjung

Alamat: Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat

Jam operasional: Selasa–Minggu, pukul 09.00–15.00 WIB

Tiket masuk: Rp2.000–5.000 (gratis untuk pelajar dan nasabah Bank Mandiri)

Akses: Sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Jakarta Kota

Fasilitas: Ruang pameran, ruang audio-visual, perpustakaan, toilet, dan toko suvenir

Mengapa Wajib Dikunjungi?

Karena tidak setiap hari kamu bisa duduk di meja teller era kolonial atau menyentuh mesin kas yang pernah menjadi jantung perbankan Indonesia.

Museum Bank Mandiri menawarkan pengalaman “menyentuh sejarah” secara visual, nyata, dan menyenangkan.

Siapa pun kamu, pelajar, turis, karyawan, atau pencinta tempat unik, museum ini layak masuk dalam daftar kunjunganmu.

Siapa tahu, setelah dari sini, kamu jadi lebih menghargai perjalanan sejarah di balik setiap lembar uang yang kita pakai sehari-hari.***

Editor : Eli Kustiyawati
#kota tua #jakarta #wisata #museum bank mandiri #sejarah