Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Museum Gratis di Bogor, Simpan Buku Botani Langka Karya Rumpius, Ada Sapi Gatotkaca dan Monolit Tanah

Yosep Awaludin • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Museum Tanah dan Pertanian di Jl. Ir. H. Juanda No.98, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Museum Tanah dan Pertanian di Jl. Ir. H. Juanda No.98, Bogor Tengah, Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Di tengah hiruk-pikuk Kota Bogor, ada destinasi wisata edukasi yang memadukan sejarah, pengetahuan, dan koleksi unik yang jarang ditemukan di tempat lain. Inilah Museum Tanah dan Pertanian.

Museum Tanah dan Pertanian merupakan tempat wisata yang bisa dinikmati gratis tanpa tiket masuk sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan.

Museum ini terletak di Jl. Ir. H. Juanda No.98, Bogor Tengah, tepat di sebelah kantor Kementerian Pertanian. Pengunjung cukup mendaftar di resepsionis tanpa dipungut biaya.

Salah satu koleksi paling berharga di museum ini adalah Buku Herbarium Abonisa karya Rumpius, peneliti botani asal Belanda yang dikenal dunia ilmiah sebagai “The Blind Seer of Ambon” dan pernah meneliti di Kebun Raya Bogor.

Koleksi ini menjadi harta karun sejarah pertanian dan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

"Cuma kalau yang emang menarik, maksudnya banyak menarik pengunjung tuh ya itu, buku Rumpius, sekarang dia emang buku asli. Iya", ujar Violetta selaku Pamong Budaya Ahli Pertama Museum Tanah dan Pertanian.

Rumpius, atau Georgius Everhardus Rumphius, adalah ilmuwan Belanda yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Nusantara, terutama di Ambon.

Di usianya yang ke-43 tahun, ia mengalami kebutaan total, tetapi tetap meneliti ribuan spesies tanaman dengan bantuan istri dan anaknya.

Karya monumentalnya, Herbarium Amboinense, mencatat tanaman-tanaman Nusantara beserta habitat dan manfaatnya.

Buku Herbarium bukan hanya sebagai bukti sejarah, namun juga sebagai gambaran bagaimana ilmuwan kolonial mendokumentasikan spesies tanaman Nusantara di masanya.

Koleksi langka seperti ini membuat Museum Tanah dan Pertanian kerap menjadi rujukan belajar interaktif bagi akademisi dan pelajar.

Bukan hanya itu, museum ini memiliki keunikan lain yang tidak kalah menarik. Di Museum Tanah, pengunjung bisa melihat monolit tanah 10 dari 12 ordo tanah di Indonesia, lengkap dengan alat-alat penelitian yang digunakan ilmuwan.

Sementara di Museum Pertanian, pengunjung akan menemukan diorama sejarah pertanian, alat pertanian tradisional hingga modern, dan koleksi unik seperti sapi Gatotkaca yang merupakan sapi hasil persilangan ras Belgia yang terkenal berotot dan bisa berbobot ratusan kilogram.

Bagi anak-anak, patung kerbau dan replika hewan di galeri dua jadi favorit karena tampilannya yang menarik.

Selain edukatif, spot pameran di museum ini juga Instagrammable sehingga cocok untuk pengunjung muda yang hobi foto-foto.

Museum ini dulunya adalah lembaga penelitian tanah, lalu kemudian baru resmi disahkan sebagai Museum Tanah dan Pertanian pada 2017, namun bangunan utamanya, Gedung A, adalah cagar budaya sejak 1905.

Museum ini terdiri dari empat gedung yaitu gedung A (Galeri Tanah, Iklim, dan Lingkungan), gedung B (Guest House dan Ruang Pertemuan).

Kemudian gedung C (Galeri Pangan dan Peradaban, Galeri Kebijakan dan Komoditas, dan Galeri Pertanian Masa Depan), dan gedung D (Galeri Peternakan), serta sering menjadi tujuan studi wisata sekolah, kampus, dan komunitas.

Seorang pengunjung dari Bekasi, bernama Hendra, mengaku kagum dengan pengalaman berkunjung ke museum ini.

"Saya pernah ke museum di Prancis yang harus bayar 20 Euro (sekitar Rp400 ribu), tapi di sini gratis dan koleksinya menarik. Kalau promosi di media sosial lebih gencar, pasti makin banyak yang datang", ujarnya.

Karena berada di bawah pengelolaan Kementerian Pertanian, kualitas pameran di museum ini sangat terjaga dengan baik.

Museum Tanah dan Pertanian buka setiap Selasa hingga Jumat pukul 09.00–15.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00–12.00 WIB. Museum tutup pada Senin, Minggu, dan hari libur nasional.

Jadi, kalau berkunjung ke Bogor, jangan lewatkan kesempatan untuk wisata sambil belajar di Museum Tanah dan Pertanian.

Selain menambah wawasan tentang tanah dan pertanian Indonesia, kamu bisa menikmati pengalaman edukatif yang menarik tanpa keluar biaya sepeser pun. (***)

Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #wisata edukasi #museum