RADAR BOGOR – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Kota Bogor, terdapat sebuah oase hijau yang menenangkan jiwa, yaitu Kebun Raya Bogor.
Obyek wisata Bogor yang legendaris ini dikenal sebagai destinasi wisata healing favorit bagi masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Pepohonan tua yang menjulang tinggi menciptakan suasana teduh dan damai. Akar-akar gantung yang menjuntai indah, serta ranting yang bergesekan ditiup angin, menghadirkan melodi alami yang menenangkan.
Tak heran jika banyak pengunjung datang untuk sekadar duduk santai, berjalan kaki, atau menikmati udara segar sambil melepas penat.
Keindahan Alam dan Biodiversitas Kebun Raya Bogor
Selain menjadi tempat wisata alam, Kebun Raya Bogor juga berfungsi sebagai kebun botani yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Di dalamnya mengalir Sungai Ciliwung yang menambah pesona kawasan ini.
Pengunjung dapat menikmati pemandangan di atas jembatan merah yang ikonik dan menjadi spot instagrammable favorit.
Namun, pengunjung diimbau agar tidak turun ke sungai karena arusnya tidak menentu dan terdapat palung berbahaya.
Di sekitar sungai kadang terlihat biawak yang berjemur di atas batu besar, menambah nuansa alami khas kebun tropis.
Didirikan oleh Profesor Caspar Georg Karl Reinwardt pada tahun 1817, Kebun Raya Bogor menjadi rumah bagi ribuan jenis tanaman langka.
Di antaranya ada taman anggrek hitam, bunga matahari, tulip, hingga bunga bangkai yang mekar secara periodik dan menjadi daya tarik utama wisatawan.
Tugu Lady Raffles: Monumen Cinta Abadi
Salah satu spot paling bersejarah di Kebun Raya Bogor adalah Tugu Lady Raffles, monumen cinta yang dibangun oleh Sir Thomas Stamford Raffles untuk mengenang istrinya, Olivia Mariamne Raffles.
Di batu peringatan tersebut terukir puisi indah yang menggambarkan cinta abadi Raffles kepada sang istri:
“Oh thou whom ne’er my constant heart, one moment hath forgot. Tho fate severe hath bid us part, yet still, forget me not.”
(Kau yang tak pernah terlupakan oleh detak jantungku. Takdir keji telah memisahkan kita. Namun, jangan pernah lupakan aku.)
Tugu ini menjadi simbol romantisme dan sering dikunjungi wisatawan untuk berfoto atau sekadar merenung di bawah rindangnya pepohonan tua.
Edukasi dan Wisata Ramah Lingkungan
Kebun Raya Bogor memiliki lima pilar utama: konservasi, wisata alam, jasa lingkungan, edukasi, dan penelitian.
Selain wisata perorangan, banyak juga rombongan sekolah dan komunitas yang datang untuk belajar mengenai keanekaragaman hayati.
Menariknya, kini pengunjung diwajibkan membawa wadah makanan sendiri atau reusable container.
Jika membawa nasi bungkus, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp15.000 per bungkus sebagai bagian dari edukasi ramah lingkungan.
Situs Sejarah dan Aktivitas Warga
Di dalam kawasan Kebun Raya Bogor juga terdapat sejumlah situs sejarah, seperti makam Ratu Galuh Mangku Alam Prabu Siliwangi, Mbah Jepra, Mbah Baul, dan Solendang Galuh Pakuan yang diyakini hidup di era Kerajaan Pajajaran.
Selain itu, ada pula kompleks pemakaman Belanda peninggalan masa kolonial.
Tak hanya di dalam area kebun, suasana sekitar Kebun Raya Bogor pun ramai dengan warga yang berolahraga.
Trotoar di sekelilingnya kerap dipadati pejalan kaki dan pelari, baik pagi maupun malam hari.
Dengan keindahan alam, nilai sejarah, dan nuansa romantisnya, Kebun Raya Bogor bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan juga ruang refleksi dan pembelajaran.
Dari Tugu Lady Raffles hingga bunga bangkai yang menakjubkan, semua menyuguhkan pengalaman healing yang tak terlupakan di jantung Kota Bogor.***
Editor : Eli Kustiyawati