Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wisata Edukasi ke Museum Bank Indonesia Yuk, Belajar Sejarah Ekonomi Melalui Sentuhan Modern

Yosep Awaludin • Rabu, 5 November 2025 | 09:00 WIB
Sejumlah koleksi di Museum Bank Indonesia.
Sejumlah koleksi di Museum Bank Indonesia.

RADAR BOGOR – Kawasan Kota Tua Jakarta, berdiri megah bangunan bergaya Neo-Klasik yang menjadi saksi bisu perjalanan ekonomi indonesia, Museum Bank Indonesia.

Gedung Museum Bank Indonesia berciri khas bangunan belanda, sejarahnya adalah kantor pusat De Javasche Bank (DJB) yang kemudian dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia (BI) pada tahun 1953.

Dikutip dari Tiktok @sardwt, setelah diresmikan, Museum Bank Indonesia kini menjadi wisata edukasi dan ruang untuk belajar tentang perjalanan ekonomi bangsa.

Segala upaya dilakukan bank indonesia untuk mengubah sudut pandang masyarakat dalam memahami uang dan sistem ekonomi.

Museum Bank Indonesia menghadirkan pengalaman edukatif yang interaktif, sehingga pengunjung dapat mengenal sejarah moneter dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

Ketika memasuki ruangan utama, pengunjung akan disambut dengan suasana yang terasa mewah dan hangat.

Daya tarik di ruangan ini adalah koleksi numismatik, yaitu deretan uang kuno yang menjadi saksi perjalanan panjang mata uang Indonesia.

Pengunjung dapat menemukan uang kepeng ketika masa kerajaan Nusantara, uang kertas pada masa kolonial belanda dan jepang, hingga uang rupiah di masa kemerdekaan era modern.

Selain mata uang dalam negeri, museum menampilkan koleksi uang kertas dari berbagai negara yang digunakan untuk perbandingan dan memperlihatkan hubungan ekonomi antar negara.

Ruang favorite pengunjung adalah ruang emas moneter,karena dalam ruangan ini pengunjung dapat melihat koleksi emas batangan hingga koin kuno yang pada masa lalu digunakan sebagai cadangan devisa negara.

Pengunjung dapat menemukan arsip maupun dokumen bersejarah yang mencatat kebijakan moneter indonesia dari masa ke masa.

Selain itu, alat perbankan kuno seperti mesin hitung manual, mesin cetak uang, hingga brankas besar menjadi bukti kemajuan teknologi setiap zamannya.

Pengunjung juga dapat melihat dan merasakan berbagai peristiwa penting, seperti perdagangan rempah-rempah hingga krisis ekonomi 1997 yang mengguncang asia di diorama sejarah.

Museum ini memberikan konsep yang berbeda dari museum pada umumnya, museum ini menawarkan pengalaman belajar secara langsung.

Beberapa aktivitas dapat dilakukan pengunjung, salah satunya pada ruang simulator kebijakan moneter, pengunjung akan berperan sebagai gubernur bank sentral dan menentukan kebijakan ekonomi.

Melalui layar interaktif, pengunjung dapat diberi pemahaman mengenai bagaimana sebuah keputusan kecil berdampak besar pada stabilitas keuangan nasional.

Selain itu, ruang multimedia interaktif yang dilengkapi layar sentuh, tayangan visual, dan infografis menarik, menjadi upaya dalam memberikan pemahaman kepada pengunjung mengenai ekonomi dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Bagi keluarga yang datang bersama anak-anak, tersedia Kids Corner dan Photobooth Instagramable, menjadikan museum ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga lokasi rekreasi yang menyenangkan.

Semua pengalaman ini bisa dinikmati dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau. Pengunjung dewasa cukup membayar Rp5.000, sementara anak-anak gratis.

Dengan tiket ini, pengunjung mendapat akses penuh ke Museum, Ruang Immersive, dan Pojok Foto Kreasi Anak tanpa biaya tambahan, hal tersebut menjadikan Museum BI sebagai salah satu destinasi wisata edukatif paling menarik di Jakarta.

Dengan koleksi lengkap, tampilan modern, dan pendekatan interaktif, Museum Bank Indonesia berhasil membawa sejarah ekonomi dan perbankan ke tengah kehidupan masyarakat.

Tak hanya untuk para peneliti atau pelajar, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin memahami bagaimana uang, perdagangan, dan kebijakan moneter telah membentuk perjalanan bangsa hingga hari ini. (Yumna/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#jakarta #Museum Bank Indonesia #ekonomi