RADAR BOGOR - Depok kembali menghadirkan destinasi wisata malam yang memukau. Kali ini, Studio Alam TVRI Depok di Kecamatan Sukmajaya, disulap menjadi tempat wisata tematik bernama Lake Wonderland.
Nuansa gemerlap lampu dan suasana yang menyerupai negeri dongeng, membuat pengunjung Studio Alam TVRI merasa seperti berada di luar negeri.
Dikutip dari TikTok @infocilodongreview, begitu memasuki area Studio Alam TVRI, pengunjung akan disambut oleh pemandangan penuh cahaya warna-warni yang memantul di permukaan air dan pepohonan.
Lampu-lampu tersebut menciptakan kesan magis, terutama saat malam hari. Banyak yang mengatakan, suasananya mirip seperti taman lampu di Korea atau Bandung.
Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Tiket masuk dibanderol Rp40.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak-anak.
Meski harganya cukup terjangkau, pengalaman yang ditawarkan benar-benar sepadan. Tidak heran jika banyak pengunjung datang dari berbagai daerah, termasuk luar Depok.
Lake Wonderland ini hanya berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 31 Oktober hingga akhir November.
Karena itu, banyak warga Depok dan sekitarnya yang tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini. Event seperti ini belum tentu hadir setiap tahun.
Area wisata ini juga menjadi spot favorit untuk foto. Di beberapa titik terdapat dekorasi berbentuk hati yang menyala terang, cocok bagi pengunjung yang datang bersama pasangan.
Banyak juga keluarga dan rombongan sahabat yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi berkumpul sekaligus berfoto bersama.
Selain keindahan visualnya, suasana sekitar juga terasa hidup. Pengunjung bisa menikmati berbagai kuliner di area food court.
Namun, pembelian makanan dilakukan dengan sistem voucher, sehingga pengunjung perlu menukarkan uang tunai terlebih dahulu sebelum membeli jajanan.
Menariknya, Lake Wonderland ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi ajang promosi wisata kreatif di Depok.
Studio Alam TVRI yang selama ini dikenal sebagai lokasi syuting kini berubah menjadi destinasi wisata malam yang penuh inovasi.
Menurut Sulis, selaku manajer operasional Lake Wonderland, acara ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan event serupa di Semarang.
Melihat antusiasme warga Depok yang tinggi, pihak penyelenggara berharap bisa mengadakan event ini kembali di masa mendatang.
Ia menuturkan, Studio Alam dipilih karena memiliki area yang luas dan panorama alam yang indah.
Kombinasi danau, pepohonan, serta pencahayaan tematik menjadikan suasana semakin menawan. Tak heran banyak pengunjung yang menganggap tempat ini serasa di dunia dongeng.
Bagi warga Depok, kehadiran Lake Wonderland menjadi angin segar di tengah padatnya aktivitas kota.
Mereka kini memiliki pilihan tempat wisata malam yang tidak kalah dengan destinasi terkenal di luar daerah.
Antusiasme pengunjung terlihat dari padatnya area pintu masuk setiap malam. Banyak yang datang lebih awal agar bisa menikmati pemandangan senja sebelum lampu-lampu dinyalakan. Setelah malam tiba, suasana berubah menjadi spektakuler.
Tempat ini juga menjadi lokasi favorit bagi para pembuat konten. Banyak pengunjung yang membuat vlog atau video review tentang keindahan Studio Alam TVRI yang kini tampil dengan wajah baru. Hal ini membantu memperkenalkan Lake Wonderland ke khalayak yang lebih luas.
Bagi yang ingin datang, disarankan untuk membawa kamera terbaik agar bisa mengabadikan momen di setiap sudutnya.
Setiap titik memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari jembatan bercahaya hingga area danau yang dihiasi lampu-lampu kelap-kelip.
Dengan harga tiket yang terjangkau dan suasana yang unik, Lake Wonderland menjadi pilihan ideal untuk liburan singkat bersama keluarga maupun teman.
Pengunjung bisa menikmati keindahan alam, suasana romantis, dan hiburan malam yang penuh cahaya.
Event Lake Wonderland di Studio Alam TVRI Depok ini membuktikan bahwa kreativitas dapat mengubah tempat biasa menjadi destinasi luar biasa.
Jadi, sebelum bulan ini berakhir, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan keajaiban malam di Studio Alam TVRI Depok yang kini tampil seperti negeri dongeng. (Josephine/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin