RADAR BOGOR - Kampung Sindang Barang yang telah berdiri sejak abad ke-XII kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata edukasi sejarah di Kabupaten Bogor.
Kampung Sindang Barang merupakan kampung adat Sunda yang kini menjadi kampung budaya.
Dikutip dari website @indonesiakaya.com, jejak sejarah Kampung Sindang Barang ini tercatat dalam Babat Pajajaran serta pantun Bogor.
Dalam catatan tersebut, Sindang Barang dipercaya sebagai salah satu wilayah kerajaan bawahan Prabu Siliwangi, dengan Kutabarang yang disebut sebagai pusat pemerintahannya.
Kawasan ini juga diyakini sebagai tempat tinggal salah satu permaisuri Prabu Siliwangi, yakni Dewi Kentring Manik Mayang Sunda.
Latar sejarah inilah yang menjadi dasar kuat bagi masyarakat setempat untuk terus melestarikan adat istiadat dan tradisi Sunda Bogor hingga saat ini.
Salah satu bangunan utama adalah Imah Gede, rumah besar yang difungsikan sebagai tempat musyawarah warga bersama tetua adat dan para kokolot.
Kokolot merupakan sesepuh kampung yang memiliki peran penting dalam menjaga adat, tradisi, serta menjadi rujukan dalam berbagai kegiatan adat dan kebudayaan.
Daya tarik Kampung Budaya Sindang Barang adalah bentuk bangunannya yang di desain dengan perkampungan sunda di masa lalu.
Tak hanya itu, panggung pementasaan menjadi salah satu daya tarik utama kampung budaya Sindang Barang.
Beragam kesenian tradisional Sunda, seperti calung, tari-tarian daerah, hingga angklung gubrag, rutin dipentaskan untuk menghibur pengunjung.
Menariknya, kampung budaya ini juga menyediakan seperangkat gamelan tatalu yang dapat dimainkan langsung oleh wisatawan.
Kampung Budaya Sindang Barang berada di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dengan jarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Bogor.
Meski tergolong dekat, akses menuju lokasi cukup menantang karena pengunjung harus melewati jalur berkelok dan belum dilalui angkutan umum.
Oleh karena itu, banyak wisatawan menyarankan penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi paling efektif untuk mencapai kawasan ini, terutama karena mampu menjangkau jalan-jalan kecil hingga ke area kampung budaya.
Selain menjadi destinasi wisata, Kampung Sindang Barang juga kerap dijadikan lokasi penelitian oleh para mahasiswa.
Hal ini tak lepas dari kekayaan nilai sejarah dan budaya yang masih terjaga di kawasan tersebut.
Didukung suasana alam yang asri di kaki Gunung Salak, Kampung Budaya Sindang Barang memiliki pengalaman wisata yang berbeda.
Tak sekadar berwisata, pengunjung diajak untuk mengenal dan memahami sejarah kasepuhan Sunda Bogor, sekaligus belajar menghargai warisan budaya yang terus dilestarikan hingga kini. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin