RADAR BOGOR - Tidak sedikit orang mengeluh setiap kali mendengar kata puncak, Bogor.
Kawasan wisata favorit di Jawa Barat ini memang identik dengan kemacetan panjang, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.
Namun anggapan bahwa perjalanan ke Puncak hanya berujung stres di jalan rupanya tak selalu benar.
Baca Juga: 5 Poin Penting Validasi Info GTK Terungkap, Guru Diminta Waspada Sebelum Tanggal 15 atau TPG Terancam Tertunda
Sebuah kafe tersembunyi justru membuktikan bahwa Puncak masih menyimpan kejutan yang layak diperjuangkan.
Perjalanan menuju lokasi dimulai dari kawasan Cisarua, jalur yang terkenal sebagai pintu masuk utama wisatawan.
Dari sana, rute melewati area sekitar Royal Safari Garden dan terus lurus menuju arah Taman Safari Indonesia.
Baca Juga: Kabar Baik, Korban Bencana Alam Bisa Dapat Bansos Tambahan Meski Sudah Terima PKH BPNT, Ini Syarat dan Skema Penyalurannya
Meski cuaca sempat diguyur hujan dan jalanan basah, suasana justru terasa semakin syahdu dengan kabut tipis yang turun perlahan.
Udara dingin langsung menyergap begitu kendaraan mulai menanjak.
Meski tidak sampai ke titik Puncak Pass, sensasi sejuk khas pegunungan sudah terasa kuat.
Baca Juga: Atasi Kemacetan Bogor, Wali Kota Dedie Rachim: Proyek yang Berkelanjutan Tidak Selesai dalam 5 hingga 10 Tahun
Jalanan yang relatif landai membuat perjalanan nyaman, hanya sesekali tanjakan pendek yang menantang.
Dari jalur ini, wisatawan hanya perlu menempuh sekitar tiga kilometer dari Taman Safari untuk mencapai destinasi kafe yang sedang ramai dibicarakan.
Dilansir dari Instagram @batamu.space, kafe yang buka mulai pukul 12.00 - 21.00 WIB ini bernama Batamu Space.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 Tak Kunjung Cair, Berikut 7 Penyebab Lengkap dengan Solusinya
Namun, waktu tersebut untuk hari Senin sampai Jumat. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, Batamu Space mulai buka dari pukul 09.00-21.00 WIB.
Lokasinya tak jauh dari pertigaan menuju Resort Prima Cisarua.
Pengunjung cukup mengikuti jalan menanjak singkat sebelum tiba di area parkir luas yang menyatu untuk motor dan mobil.
Baca Juga: Kwarnas Pramuka Tanam Pisang Barangan Jumbo Merah di Cibubur, Siapkan Kebun Percontohan Nasional untuk Swasembada Pangan
Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari musala hingga toilet yang berada sedikit lebih tinggi dari area kafe.
Begitu masuk, suasana ramai langsung terasa. Meski meja terlihat kosong, beberapa ternyata sudah berstatus reservasi.
Namun kru kafe sigap menambah meja baru bagi pengunjung yang datang.
Baca Juga: Kwarnas Pramuka Tanam Pisang Barangan Jumbo Merah di Cibubur, Siapkan Kebun Percontohan Nasional untuk Swasembada Pangan
Menu yang ditawarkan tergolong ramah kantong, setara dengan harga kafe pada umumnya.
Beberapa pengunjung memilih kopi hangat, sementara lainnya hanya menikmati camilan ringan seperti mix platter.
Keunggulan utama tempat ini bukan hanya makanan, melainkan pemandangan. Dari area semi-outdoor, pengunjung bisa melihat siluet Gunung Gede yang menjulang jelas saat cuaca cerah.
Baca Juga: Beragam Bansos Mulai Disalurkan pada Bulan Ramadan 2026, Bantuan Beras PIP BLT Dana Desa Siap Meluncur ke KPM
Bahkan setelah hujan sekalipun, garis pegunungan masih tampak tegas di balik awan tipis.
Tak heran spot ini menjadi favorit untuk berfoto dan diunggah ke media sosial.
Menariknya, suasana kafe justru semakin hidup saat malam tiba.
Lampu-lampu mulai menyala, udara makin dingin, dan jumlah pengunjung bertambah.
Baca Juga: Beli Token Listrik di BRImo Bisa Cuan, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari, Cek Syarat dan Cara Mendapatkannya
Banyak wisatawan sengaja datang sore menjelang malam demi merasakan sensasi dingin berkabut yang jarang ditemukan di kota besar.
Meski ukuran kafe tidak terlalu luas, kenyamanan tetap terasa. Area duduk terbagi antara indoor dan semi-outdoor.
Beberapa pengunjung memberi masukan agar ke depan tersedia area bebas asap rokok agar semua tamu bisa menikmati suasana tanpa gangguan.
Kehadiran kafe ini menjadi bukti bahwa Puncak masih memiliki daya tarik baru di luar panorama klasiknya.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan udara segar, pemandangan gunung, dan suasana santai tanpa harus naik sampai puncak tertinggi, tempat ini bisa menjadi alternatif destinasi yang layak dicoba***