RADAR BOGOR - Fenomena wisata kedai kopi kini tak lagi sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman.
Di kawasan Sukamakmur, tren baru tengah mencuri perhatian, ada kedai kopi dengan konsep “semi-trekking” atau perjalanan ringan menuju lokasi ngopi yang berada di ketinggian, sering dijuluki sebagai “kopi di atas awan”.
Konsep kedai kopi ini menjadi viral karena menawarkan pengalaman unik.
Pengunjung tidak hanya datang dan duduk menikmati kopi, tetapi harus sedikit berjuang melewati jalur alam, seperti jalan tanah, perbukitan, hingga area persawahan, sebelum akhirnya sampai di kedai dengan panorama luar biasa.
Baca Juga: Sinopsis Film Tiba-Tiba Setan Tawarkan Horor-Komedi Segar yang Bikin Mengocok Perut, Siap Tayang 16 April 2026
Perpaduan Alam dan Kopi yang Menghipnotis
Sukamakmur sendiri memang dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi di Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah bahkan menargetkan wilayah ini sebagai sentra kopi sekaligus destinasi wisata berbasis alam dan perkebunan.
Tak heran jika banyak kedai kopi bermunculan dengan konsep menyatu dengan alam.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Kedai Kopi Ki Demang yang berada di lereng Gunung Batu.
Baca Juga: 4 Cara Resmi Cek Nama Penerima Bansos PKH-BPNT Tahap 2 2026, Ada yang Bisa Dilakukan Secara Mandiri
Dilansir dari laman Instagram, kedai kopi ini berada tepat di lereng gunung batu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kedai ini menyuguhkan pemandangan kebun kopi langsung di lokasi, lengkap dengan udara sejuk khas pegunungan.
Namun, yang membuat tren “kopi di atas awan” semakin menarik adalah lokasi-lokasi tersembunyi lain di sekitar Sukamakmur, seperti warung kopi di Kampung Luwitar.
Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati jalur pedesaan, jembatan bambu, hingga hamparan sawah luas sebelum tiba di spot ngopi dengan latar pegunungan berkabut.
Baca Juga: Trase Baru Batutulis Belum Rampung, Antrean Motor di Jembatan Leuwi Tarik Jadi Rutinitas Warga Bogor Selatan
Pengalaman ini memberikan sensasi berbeda seolah-olah kopi yang dinikmati berada “di atas awan”, terutama saat kabut turun dan menyelimuti area sekitar.
Semi-Trekking: Daya Tarik Utama yang Bikin Viral
Berbeda dengan coffee shop modern di perkotaan, kedai kopi di Sukamakmur justru mengandalkan perjalanan menuju lokasi sebagai bagian dari pengalaman utama.
Konsep “semi-trekking” ini menjadi daya tarik karena:
• Memberikan sensasi petualangan ringan tanpa harus mendaki gunung
• Menawarkan spot foto alami dengan latar pegunungan dan kabut
• Menghadirkan suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk kota
Baca Juga: Gencar Tertibkan PKL, Timbulan Sampah di Pasar Bogor Diklaim Turun 60 Persen
Banyak pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya datang khusus untuk merasakan pengalaman ini.
Bahkan, beberapa kedai mulai berkembang menjadi wisata edukasi kopi, di mana pengunjung bisa melihat langsung proses pengolahan biji kopi dari kebun hingga cangkir.
Cita Rasa Kopi Lokal yang Mulai Mendunia
Tak hanya soal pemandangan, kualitas kopi dari Sukamakmur juga menjadi nilai jual utama.
Kopi robusta dari kawasan ini dikenal memiliki karakter rasa unik, seperti sweet aftertaste, sentuhan brown sugar, dan sedikit keasaman fruity yang membuatnya lebih seimbang dibanding robusta pada umumnya.
Baca Juga: Kabar Gembira, Jadwal Pemutakhiran Data Dimajukan agar Pencarian Bansos Lebih Cepat hingga Aturan Desil Terbaru bagi KPM
Keunikan rasa ini membuat kopi lokal Sukamakmur mulai diminati tidak hanya oleh wisatawan domestik, tetapi juga pengunjung dari luar daerah hingga mancanegara.
Dari Swadaya Warga hingga Destinasi Viral
Menariknya, banyak kedai kopi di Sukamakmur lahir dari inisiatif masyarakat lokal.
Seperti Kedai Kopi Ki Demang yang dibangun secara swadaya oleh warga dan kelompok tani, kini berkembang menjadi magnet wisata baru di Bogor.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kopi tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga alat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan APBN 2026 Kuat, BBM Subsidi Aman dan Tidak Ada Kenaikan meski Harga Minyak Dunia Naik
Wisata Alternatif yang Kian Diminati
Di tengah tren wisata alam dan healing, konsep “kopi di atas awan” di Sukamakmur menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati akhir pekan dengan cara berbeda.
Lokasinya yang relatif dekat dari Jakarta, sekitar 2–3 jam perjalanan menjadi nilai tambah tersendiri.
Dengan kombinasi antara perjalanan ringan, pemandangan alam, dan cita rasa kopi lokal, tak heran jika kawasan ini terus viral di media sosial.
Bagi para pencinta kopi dan pemburu suasana baru, kedai kopi semi-trekking di Sukamakmur bisa jadi destinasi yang wajib masuk daftar kunjungan berikutnya.***