
RADAR BOGOR - Kampung Wisata Ciwaluh di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan setelah direkomendasikan oleh seorang konten kreator YouTube, Bang Lele, dalam salah satu videonya.
Destinasi ini dinilai menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan tempat-tempat populer lainnya di kawasan Puncak dan sekitarnya.
Alih-alih menghadirkan wisata modern dengan fasilitas lengkap, Kampung Ciwaluh justru mengandalkan keaslian alam dan kehidupan desa sebagai daya tarik utamanya.
Terletak di kaki Gunung Pangrango, Kampung Wisata Ciwaluh menyuguhkan panorama alam berupa hamparan sawah, aliran sungai jernih, serta udara sejuk khas pegunungan.
Suasana yang masih alami dan relatif sepi menjadikan kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan atau sekadar melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.
Lokasinya yang berada di Desa Wates Jaya juga membuat nuansa pedesaan terasa begitu kental.
Dalam video yang diunggahnya, Bang Lele memperlihatkan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di kawasan tersebut.
Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah bermain air di hulu Sungai Cisadane.
Karena berada di bagian hulu, kondisi air sungai masih tergolong bersih dan segar, sehingga aman untuk aktivitas seperti river tubing maupun sekadar bermain air di tepian.
Baca Juga: Lorin Syariah Hotel Sentul Hadirkan Promo SUMO, Staycation Nyaman di Bogor
Selain itu, wisatawan juga dapat melakukan trekking menuju sejumlah curug atau air terjun yang tersebar di sekitar kawasan.
Jalur menuju curug masih berupa jalan tanah dan dikelilingi pepohonan, memberikan sensasi petualangan tersendiri bagi para pengunjung.
Keindahan air terjun yang masih alami menjadi nilai tambah bagi wisata ini, terutama bagi pecinta alam.
Tidak hanya wisata alam, Kampung Ciwaluh juga menawarkan pengalaman menginap di tengah alam terbuka.
Tersedia area camping ground yang berada di pinggir sungai maupun perbukitan.
Bagi pengunjung yang menginginkan kenyamanan lebih, tersedia pula villa bambu dengan harga yang relatif terjangkau, yakni mulai dari ratusan ribu rupiah per malam.
Konsep ekowisata yang diusung di Kampung Ciwaluh juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat desa.
Pengunjung dapat mengikuti kegiatan seperti menanam padi, mengunjungi kebun warga, hingga melihat langsung aktivitas pertanian yang masih dilakukan secara tradisional.
Hal ini menjadi nilai edukasi tersendiri, terutama bagi wisatawan dari perkotaan.
Baca Juga: Staycation Estetik di Puncak Bogor, Cabin Capsule Ini Punya Balkon dengan View Kebun Teh
Dari segi biaya, Kampung Wisata Ciwaluh tergolong ramah di kantong. Tiket masuk yang dikenakan relatif murah, sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.
Biaya tambahan seperti camping maupun sewa penginapan juga masih dalam kategori terjangkau, menjadikan destinasi ini sebagai pilihan wisata hemat dengan pengalaman yang maksimal.
Meski demikian, pengunjung perlu memahami bahwa fasilitas di kawasan ini masih terbatas.
Infrastruktur seperti akses jalan, jaringan internet, hingga sarana pendukung lainnya belum sepenuhnya modern.
Baca Juga: Berani Coba? Extreme Park Bogor Tawarkan Wahana dan Pengalaman Trip Ekstrem di Tengah Alam
Kondisi ini menjadi konsekuensi dari konsep wisata yang memang mengedepankan keaslian alam dan minim sentuhan komersialisasi.
Bagi sebagian wisatawan, keterbatasan tersebut mungkin menjadi tantangan tersendiri. Namun di sisi lain, justru hal inilah yang membuat Kampung Ciwaluh memiliki daya tarik unik.
Suasana yang jauh dari keramaian dan minim distraksi digital menjadi nilai lebih bagi mereka yang ingin benar-benar menikmati alam.
Baca Juga: Viral di Bogor! Setelah Meloekis Kue, Little Bom Bom Kini Punya Live Photobooth Sketch
Dengan potensi yang dimiliki, Kampung Wisata Ciwaluh dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai destinasi alternatif di Kabupaten Bogor.
Rekomendasi dari konten kreator seperti Bang Lele turut membantu memperkenalkan kawasan ini kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis masyarakat di daerah tersebut.***
Editor : Eli Kustiyawati