Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sejuk Banget! Panorama Gunung Pancaniti di Sukamakmur Bogor Bikin Betah Piknik dengan View Perbukitan dan Lautan Awan

Gabriel Anderson Nainggolan • Jumat, 24 April 2026 | 07:55 WIB
Keindahan panorama Gunung Pancaniti Sukamakmur Bogor. Foto: Tangkapan Layar YouTube Catatan Alamku
Keindahan panorama Gunung Pancaniti Sukamakmur Bogor. Foto: Tangkapan Layar YouTube Catatan Alamku

RADAR BOGOR - Gunung Pancaniti di kawasan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, mulai mencuri perhatian sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan ketenangan sekaligus panorama memikat.

Berada di ketinggian sekitar 845 meter di atas permukaan laut, Gunung Pancaniti Sukamakmur, Bogor bukanlah gunung besar untuk pendakian ekstrem, melainkan bukit dengan karakter lanskap terbuka yang cocok untuk rekreasi ringan hingga aktivitas healing mandiri.

Melansir video Vlog YouTube Catatan Alamku, akses menuju Gunung Pancaniti Sukamakmur Bogor terbilang cukup mudah dijangkau dari jalur alternatif Puncak II arah Jonggol.

Baca Juga: Liburan Gak Harus Mewah! Badeur Lake Danau Cisadon Bogor Sajikan Piknik Tenang di Alam Asri yang Masih Alami dan Sepi Wisatawan

Meski begitu, pengunjung tetap perlu berhati-hati karena beberapa ruas jalan menuju lokasi masih sempit dan belum sepenuhnya mulus.

Kondisi ini justru menjadi bagian dari pengalaman perjalanan menuju destinasi yang masih alami dan belum terlalu tersentuh komersialisasi besar.

Sesampainya di area parkir, pengunjung hanya perlu melakukan trekking ringan selama kurang lebih 30 hingga 60 menit untuk mencapai puncak. Jalurnya didominasi tanah dengan kontur menanjak landai, sehingga relatif aman bagi pemula.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tempat Wisata dan Piknik, Kebun Raya Bogor Kini Jadi Experience Park dengan Wahana Baru dan Aktivitas Interaktif

Bahkan, banyak pengunjung yang datang tanpa pengalaman mendaki tetap mampu mencapai puncak dengan santai.

Daya tarik utama Gunung Pancaniti terletak pada hamparan perbukitan hijau yang luas dan minim gangguan visual seperti bangunan permanen.

Dari puncaknya, pengunjung disuguhkan pemandangan lepas yang memanjakan mata, terutama saat cuaca cerah. Pada waktu tertentu, terutama pagi hari, fenomena lautan awan kerap muncul dan menjadi momen yang paling diburu wisatawan.

Baca Juga: Teori Sekuel Film Pengabdi Setan 3: Origin, Joko Anwar Spil Mercusuar di Tengah Laut Jadi Simbol Awal Mula Ritual Sekte

Selain itu, suhu udara yang sejuk menjadi nilai tambah tersendiri. Berada jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, suasana di puncak terasa hening dan menenangkan.

Tak heran jika banyak pengunjung memilih datang sendirian untuk sekadar duduk, menikmati bekal sederhana, atau menghabiskan waktu tanpa distraksi digital.

Fenomena piknik sendirian di Gunung Pancaniti kini mulai menjadi tren, khususnya di kalangan anak muda. Aktivitas ini dianggap sebagai cara efektif untuk meredakan stres dan mencari ketenangan batin.

Baca Juga: KPM Pemilik KKS Mandiri Wajib Tahu, Benarkah Saldo Bansos PKH dan BPNT Sudah Masuk? Ini Hasil Pengecekan Terbaru di Livin’

Lanskap yang terbuka dan tidak terlalu ramai memberikan ruang privat bagi setiap pengunjung untuk menikmati waktu secara personal.

Dari sisi biaya, wisata ke Gunung Pancaniti tergolong ramah di kantong. Tiket masuk berkisar Rp15.000 per orang, dengan tambahan biaya parkir kendaraan.

Harga yang terjangkau ini membuat destinasi tersebut semakin diminati, terutama oleh wisatawan lokal yang ingin berlibur tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Meski demikian, pengunjung diimbau untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan. Cuaca di kawasan perbukitan bisa berubah dengan cepat, terutama saat kabut turun atau angin kencang datang tiba-tiba.

Baca Juga: Rahasia Lolos Seleksi CPNS 2026: Bocoran Lengkap Tes Kesehatan di Berbagai Instansi, Sudah Siap?

Selain itu, karena fasilitas masih terbatas, pengunjung disarankan membawa perlengkapan pribadi secukupnya.

Kesadaran menjaga kebersihan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Dengan kondisi alam yang masih relatif asri, setiap pengunjung diharapkan tidak meninggalkan sampah dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Peran wisatawan menjadi krusial agar Gunung Pancaniti tidak mengalami kerusakan akibat lonjakan kunjungan.

Baca Juga: Belum Terima Bansos Tahap Kedua? Tenang, Pencairan PKH BPNT Tinggal Tunggu Giliran Masuk Rekening Kalian

Secara keseluruhan, Gunung Pancaniti menawarkan alternatif wisata alam yang sederhana namun bermakna. Bukan sekadar tempat untuk berfoto atau berkunjung, melainkan ruang untuk menikmati ketenangan yang semakin langka di tengah kehidupan modern.

Dengan segala potensi yang dimilikinya, kawasan ini berpeluang menjadi ikon wisata baru di Bogor Timur jika dikelola dengan bijak dan berkelanjutan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#gunung pancaniti #bogor #Sukamakmur