RADAR BOGOR – Kebun Raya Bogor terpilih menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 dengan konsep yang unik, yakni nonton film di area terbuka.
Melansir informasi dari situs resmi indonesia.embassy.gov.au, festival yang menginjak tahun ke-11 ini menghadirkan program khusus bertajuk FSAI Screen on The Green di Kebun Raya Bogor.
Berbeda dengan konsep bioskop konvensional di dalam mall, warga Bogor diajak menikmati pemutaran film di tengah suasana asri Ecodome Kebun Raya Bogor pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Baca Juga: BRI Meriahkan Clash of Legends 2026 di GBK, Hadirkan Pengalaman Eksklusif Bareng Legenda Dunia
Kehadiran FSAI di Kebun Raya Bogor memberikan warna baru bagi sektor pariwisata lokal.
Pengunjung tidak hanya sekadar berkunjung ke kebun botani tertua di Asia Tenggara tersebut, tetapi juga bisa menikmati karya sinema berkualitas internasional dan nasional di bawah langit malam.
Beberapa film pilihan yang dijadwalkan tayang di Bogor antara lain film animasi petualangan 200% Wolf pada pukul 16.00 WIB, disusul dengan dokumenter keindahan laut Beyond The Reef pada pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Pecinta Pedas, Yuk Mampir Kesini! Jonkira Ramen Halal Bogor Tawarkan Kuliner Jepang dengan Level 100
Selain film mancanegara, FSAI 2026 juga membawa film-film Indonesia yang berprestasi di tingkat nasional.
Seperti film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy dan drama musikal Rangga & Cinta besutan Riri Riza.
Kehadiran film-film ini menjadi daya tarik tambahan bagi keluarga dan anak muda Bogor yang ingin mengisi waktu libur dengan kegiatan yang inspiratif.
Meski diadakan di area wisata populer, seluruh rangkaian pemutaran film dalam festival ini dapat dinikmati secara gratis.
Mengutip unggahan akun Instagram @kedubesaustralia, masyarakat yang ingin mengamankan kursi di Ecodome Kebun Raya Bogor dapat melakukan registrasi terlebih dahulu melalui laman resmi fsai.id.
Bagi warga yang sedang berada di area Kebun Raya Bogor namun belum sempat mendaftar daring, panitia juga menyediakan meja registrasi langsung di lokasi satu jam sebelum pemutaran film dimulai. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin