RADAR BOGOR - Upaya konservasi di The Grand Taman Safari Prigen kembali menorehkan hasil membahagiakan. Tiga anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) lahir melalui upaya tersebut.
Dua ekor anak harimau benggala dari pasangan indukan Anja dan Rinjani itu lahir dari hasil konservasi Taman Safari Progen dengan warna oranye sebanyak dua ekor, dan satu ekor lainnya berwarna putih.
Perwakilan Manajemen Taman Safari Prigen, Eko Windarto mengatakan, kelahiran harimau benggala putih ini menjadi salah satu indikator penting adanya variasi genetik dalam populasi harimau benggala di bawah pengelolaan konservasi TSI Prigen.
Menurutnya, harimau putih sendiri merupakan hasil dari gen resesif langka yang secara alami dapat muncul dalam populasi harimau benggala (Probabilitas sekitar 25%).
"Kehadiran variasi warna ini menunjukkan pentingnya pengelolaan genetik yang baik untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan populasi satwa," jelasnya.
Selain menjadi daya tarik edukasi dan konservasi, keberhasilan reproduksi ini juga mencerminkan
pentingnya biodiversitas atau keanekaragaman hayati dalam sebuah populasi satwa.
Baca Juga: Kecelakaan Maut, Angkot Hantam Dua Motor di Bogor Selatan, Satu Orang Meninggal
Kekayaan genetik berperan besar dalam meningkatkan kemampuan adaptasi satwa terhadap perubahan lingkungan, menjaga kesehatan populasi, serta meminimalkan risiko kelainan genetik akibat perkawinan sedarah.
"Oleh karena itu, pengelolaan konservasi berbasis keberagaman genetik menjadi salah satu fokus utama Taman Safari Indonesia II Prigen dalam mendukung pelestarian satwa liar Indonesia maupun dunia," terang dia.
Eko menyampaikan, bahwa seluruh indukan dan anak harimau dalam kondisi sehat dan saat ini berada dalam pengawasan intensif tim medis serta animal keeper profesional untuk memastikan tumbuh kembang satwa berjalan optimal.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam program konservasi ex-situ harimau benggala sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistemnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga