RADAR BOGOR - Taman Safari Indonesia menyatakan kesiapannya untuk ikut serta dalam proses lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TSI dalam menjaga keberlanjutan fungsi konservasi, meningkatkan kesejahteraan satwa, serta mendorong tata kelola lembaga konservasi yang profesional dan berkesinambungan.
Sebagai bentuk keseriusan, TSI telah mengikuti tahapan awal yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk berpartisipasi dalam forum Market Sounding.
Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan rencana tindak lanjut terkait proses pengelolaan. Namun hingga kini, TSI masih menantikan kejelasan resmi mengenai tahapan selanjutnya.
Baca Juga: Dua Oranye, Satu Putih! Kelahiran Harimau Benggala Warnai Taman Safari Prigen Hasil Konservasi
Dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, TSI berharap proses ini berlangsung secara terbuka, akuntabel, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan komitmen dalam pengelolaan lembaga konservasi.
Direktur Utama TSI, Aswin Sumampau, menegaskan bahwa pengelolaan lembaga konservasi bukan sekadar urusan operasional, melainkan tanggung jawab jangka panjang yang mencakup kesejahteraan satwa, edukasi publik, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan institusi.
“Bagi kami, pengelolaan lembaga konservasi bukan semata persoalan operasional, tetapi juga amanah jangka panjang yang berkaitan dengan kesejahteraan satwa, aspek edukasi publik, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan institusi," ujar Aswin dalam keterangannya.
Oleh karena itu, menurut Aswin seluruh proses pengelolaan harus dilakukan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada kepentingan konservasi.
Baca Juga: Macan Tutul Masuk ke Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Dievakuasi BKSDA dan TSI
Sebagai lembaga konservasi, TSI memiliki tanggung jawab memastikan setiap satwa mendapatkan standar perawatan, kesehatan, dan kesejahteraan sesuai prinsip animal welfare serta ketentuan konservasi yang berlaku. Tanggung jawab tersebut dipandang sebagai amanah yang harus dijalankan secara profesional dan berkelanjutan.
Aswin menambahkan, fokus utama TSI adalah memastikan bahwa seluruh keputusan yang diambil mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan satwa dengan tetap menghormati proses, kewenangan regulator, serta aturan yang berlaku.
Dengan pengalaman lebih dari empat dekade dalam mengelola lembaga konservasi di Indonesia, TSI menilai Kebun Binatang Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi institusi konservasi modern berstandar internasional, tanpa menghilangkan nilai historis dan kedekatannya dengan masyarakat Kota Bandung.
TSI juga menekankan pentingnya kepastian dalam proses pengelolaan. Hal ini mengingat terdapat sejumlah satwa milik negara yang saat ini dipercayakan kepada TSI dan ditempatkan di Kebun Binatang Bandung melalui mekanisme yang berlaku. Kepastian tersebut dinilai krusial untuk menjamin keselamatan serta kesejahteraan satwa-satwa tersebut
Editor : Eka Rahmawati