Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rio Si Bayi Panda di Taman Safari Bogor Segera Diperkenalkan ke Publik, Siap Sambut Pengunjung

Septi Nulawam Harahap • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:18 WIB
Tim Life and Science Taman Safari Indonesia, Bogor lakukan pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan bayi Panda yang diberinama Satrio Wiratawan atau Rio, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jumat (15 Mei 2026). Taman Safari Indonesia secara resmi perkenalkan, Satrio Wiratama atau Rio seekor panda hasil inseminasi buatan dari pasangan panda Cio Tao dan Hu Chun yang kini menunjukan pertumbuhan yang signifikan di usianya yang ke 170 hari. Foto : Muhammad Azis / Radar Bogor
Tim Life and Science Taman Safari Indonesia, Bogor melakukan pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan bayi Panda yang diberinama Satrio Wiratawan atau Rio, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat, 15 Mei 2026. Taman Safari Indonesia memperkenalkan, Satrio Wiratama atau Rio seekor panda hasil inseminasi buatan dari pasangan panda Cio Tao dan Hu Chun. (Muhammad Azis/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor akan memperkenalkan Satrio Wiratama atau Rio secara resmi ke publik. 

Bayi panda yang lahir dari pasangan Cio Tao dan Hu Chun itu telah menunjukan pertumbuhan yang signifikan di usianya yang ke 170 hari.

Dalam pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan di Taman Safari Bogor, Rio kini telah memiliki berat mencapai 11,5 kilogram.

"Perkembangan Rio sendiri sangat baik, bahkan di atas rata-rata perkembangan anak panda, pada hari ke-160, berat badannya sudah mencapai 10,8 kilogram. Hari ini beratnya sudah 11,5 kilogram," ungkap Vice President of Life and Science Taman Safari Indonesia, drh. Bongot Huaso Mulia di TSI Bogor, Jumat, 15 Mei 2026.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dorong Pendidikan Berbasis Budaya Sunda, BRIN Bedah Rahasia Mahkota Binokasih di Bogor

Saat ini pun, kata drh. Bongot, Rio sudah mulai percaya diri dalam situasi keramaian. Selain pemeriksaan kesehatan ketat, TSI juga terus melatih bayi panda itu untuk beradaptasi.

"Panda merupakan hewan pemalu, jadi harus diperkenalkan kepada publik secara bertahap. Kesempatan ini sekaligus menjadi momen bagi Rio untuk mulai melihat orang lain," bebernya.

Lebih jauh drh. Bongot memaparkan, bahwa Rio juga telah menjalani pemeriksaan fungsi pendengaran dan penglihatan.

Baca Juga: Memasuki Libur Panjang, Warga Kota Bogor Diajak Kunjungi Wisata Edukasi, Salah Satunya Museum Zoologi

Pemeriksaan ini penting untuk melihat kesiapannya saat berada di ruangan terbuka. Bagaimana bayi panda itu harus bisa melihat jarak antar benda, ketinggian dan lain sebagainya.

"Fungsi penglihatan panda cukup lama berkembang, bisa sampai usia enam hingga tujuh bulan. Sebelum itu, Rio lebih banyak mengandalkan penciuman dan perabaan. Pendengaran dan penglihatan adalah yang terakhir berkembang," jelasnya.

Pada usia bulan keempat, Rio sudah mulai berjalan dan mampu berpindah tempat. Latihan pertamanya bukan memanjat pohon, melainkan memanjat induknya, Hu Chun.

Kemudian di usianya ke 80 hari, Rio sudah mulai tumbuh gigi, seperti bayi manusia. Saat giginya muncul, Rio seperti merasakan gatal pada mulutnya dan mulai mengigit benda-benda di sekitarnya.

Di sanalah tim Life Science TSI mengenalkan rebung bambu yang dinilai aman sebagai makanan pertama bayi panda.

"Rio saat ini masih menyusu eksklusif dari induknya, dua kali sehari. Nafsu makannya masih bagus. Induknya, Hu Chun juga dalam kondisi sehat dan selalu mendampingi Rio saat beraktivitas, termasuk saat Rio sedang memanjat," tandasnya.

Rencananya, TSI Bogor akan memperkenalkan Satrio Wiratama secara resmi ke publik pada 30 Mei 2026 mendatang.

Pengunjung dapat melihat secara langsung bayi giant panda itu di Istana Panda TSI Bogor meski masih dalam pengawasan ketat.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #panda #taman safari