RADAR BOGOR - Direktur Utama Taman Safari Indonesia (TSI), Aswin Sumampau menyebutkan bahwa keberhasilan pertumbuhan Satrio Wiratama, bayi panda di TSI Bogor semakin memperkuat hubungan diplomasi antara Indonesia dan China.
Terlebih, Indonesia merupakan satu-satunya negara di luar China yang saat ini berhasil dalam program pengembangbiakan giant panda.
Aswin juga memastikan akan segera memperkenalkan Satrio atau Rio ke publik dalam waktu dekat.
"Kami akan memperkenalkan Rio secara resmi ke publik pada 30 Mei 2026 mendatang secara bertahap dengan tetap mengedepankan perkembangannya," ungkapnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Baca Juga: Rio Si Bayi Panda di Taman Safari Bogor Segera Diperkenalkan ke Publik, Siap Sambut Pengunjung
Menurutnya, program breeding giant panda tidaklah mudah. Sebab, panda merupakan hewan individual yang memiliki masa perwakinan singkat yakni sekitar 3 hari dalam setahun.
Tim Life and Science Taman Safari Indonesia pun telah berupaya agar Cio Tao dan Hu Chun, pasangan giant panda di Taman Safari Bogor, melakukan perkawinan secara alami sejak dibawa ke Indonesia pada 2017 silam.
Hingga akhinya penerapan Assisted Reproductive Technology (ART) atau inseminasi buatan dilakukan dan kini telah membuahkan hasil dengan lahirnya Rio pada 27 November 2025 lalu.
Kini Rio telah berumur 170 hari dan telah menunjukan perkembangan yang signifikan.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Desil KPM Bansos PKH BPNT Tahap 2 Tahun 2026, Cukup Gunakan Aplikasi Resmi Kemensos
"Untuk Cio Tao dan Hu Chun, masa program breeding di Taman Safari Indonesia yakni 10 tahun dan bisa diperpanjang atau ditukar. Namun untuk Rio sendiri itu selama 4 tahun berada di Indonesia. Nanti dari tim global yang akan menentukan bahwa Rio akan dipasangkan dengan panda lainnya," jelas Aswin Sumampau.
Sementara itu, Vice President of Life and Science Taman Safari Indonesia, drh. Bongot Huaso Mulia menambahkan, bahwa Indonesia dipilih sebagai salah satu negara dalam program pengembiakan giant panda.
Program global ini merupakan kolaborasi antara China dengan negara-negara yang berpeluang dalam meningkatkan populasi hewan langka tersebut.
"Inti dari keberhasilan giant panda ini adalah Indonesia berkontribusi kepada perkembangan populasi panda di dunia," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati