Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

6 Destinasi Wisata Paling Unik di Indonesia, dari Api Biru Kawah Ijen hingga Gua Makam Purba Tana Toraja

Kholikul Ihsan • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:34 WIB
 pemandangan destinasi wisata Kawah Ijen. (Foto: Pexels/raw.and.red)
pemandangan destinasi wisata Kawah Ijen. (Foto: Pexels/raw.and.red)

RADAR BOGOR - Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, tapi sayangnya sebagian besar wisatawan hanya berputar di pulau yang sama. 

Padahal, diluar sana ada fenomena alam yang hanya terjadi di dua tempat di dunia. Ada tradisi pemakaman tebing batu yang usianya ribuan tahun. Ada api yang tidak pernah padam meski diguyur hujan. Ada pulau karang berbentuk huruf U dengan villa terapung ala Maladewa.

Berdasarkan rating tinggi dari Google Maps, tempat-tempat  wisata ini tidak hanya indah, tapi punya keistimewaan yang tidak ada di tempat lain.

Baca Juga: Truk Boks Pengangkut Triplek Kecelakaan di Cileungsi Bogor, Hantam Tiang Listrik dan Pengendara Motor

1. Kawah Ijen (Jawa Timur)

Di kegelapan malam yang dingin menusuk tulang, dari kejauhan, tiba-tiba lidah-lidah api berwarna biru elektrik menyala dari celah-celah batuan belerang menari seolah-olah bumi sedang bernapas. 

Itulah fenomena Blue Fire (Api Biru) Kawah Ijen, sebuah keajaiban alam yang skala besarnya hanya bisa ditemukan di dua tempat di dunia: di sini dan di Islandia. 

Setelah puas menyaksikan api biru, Anda masih bisa menikmati pemandangan danau kawah belerang dengan air berwarna hijau toska magis danau dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia. 

Baca Juga: Naik Jadi Tipe A, BPBD Kota Bogor Tak Perlu Lagi Tunggu Instruksi saat Bencana

Aktivitas yang wajib dilakukan, melakukan pendakian malam menembus dingin pegunungan (sekitar 3 km dari pos Paltuding), menyaksikan para penambang belerang tradisional yang mengangkut beban hingga 80 kg di pundak mereka, lalu menutup perjalanan dengan pemandangan matahari terbit di atas lautan kabut sulfur yang dramatis.

2. Api Abadi Mrapen (Jawa Tengah)

Di Jawa tengah terdapat sumber api yang tidak pernah padam, tidak percaya? Datanglah ke Desa Manggarmas, Grobogan, saat hujan deras mengguyur. 

Sementara segala sesuatu basah kuyup, di satu titik di tengah kompleks batu-batuan, kobaran api tetap menyala, seolah menertawakan air yang jatuh dari langit. Inilah Api Abadi Mrapen, fenomena geologi unik di mana gas alam bocor dari perut bumi secara konstan, menciptakan api yang tidak pernah mati selama ratusan tahun. 

Baca Juga: Rumah Penyalur Pekerja Migran di Megamendung Bogor Disatroni Komplotan Pencuri, Barang Senilai Puluhan Juta Raib, Korban Desak Pelaku Segera Ditangkap

Bahkan, sumber api purba ini pernah digunakan untuk menyalakan obor PON, Asian Games, hingga GANEFO. Selain menyaksikan kobaran api yang terus menyala, Anda bisa menikmati Sendang Dudo, kolam air hangat yang tampak mendidih karena letupan gas alam, tapi aman digunakan untuk mencuci muka (konon membawa berkah). Juga ada Batu Bobot, batu purba yang memiliki mitos tentang kekuatan spiritual.

3. Kompleks Makam Tebing Londa - Tana Toraja (Sulawesi Selatan)

Ini bukan untuk wisatawan yang mudah ngeri. Di tebing batu vertikal yang menjulang di Tana Toraja, Anda akan menemukan puluhan peti mati kayu kuno (erong) yang diselipkan di celah-celah batu. Di balkon-balkon tebing, berdiri Tau-tau, patung kayu berwujud manusia yang diukir sangat mirip dengan bangsawan yang dimakamkan di sana, berpakaian lengkap, menatap kosong ke arah para pengunjung. 

Begitu masuk ke dalam gua alam yang gelap gulita, ditemani lampu petromaks dan pemandu lokal, Anda akan melihat tumpukan tengkorak dan tulang belulang yang ditata sakral, sisa-sisa dari upacara kematian Rambu Solo, ritual pemakaman megah suku Toraja yang telah mendunia. 

Baca Juga: Viral Teror Pocong Sudah Masuk ke Cibinong Bogor, Polisi Masih Telusuri

Pengalaman yang ditawarkan bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk belajar menghormati cara pandang berbeda tentang kematian. 

Pengunjung bisa menyusuri gua, mendengarkan cerita di balik setiap Tau-tau, dan memahami filosofi bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan perjalanan menuju kesucian.

4. Pulau Maratua (Kalimantan Timur)

Bayangkan sebuah pulau berbentuk huruf U yang melingkari laguna raksasa berair toska super bening. Di laguna itu, puluhan penyu hijau raksasa berenang santai, begitu jinaknya sehingga Anda bisa berenang berdampingan dengan mereka tepat di bawah dermaga. 

Baca Juga: Viral Teror Pocong Sudah Masuk ke Cibinong Bogor, Polisi Masih Telusuri

Itulah Pulau Maratua, bagian dari Kepulauan Derawan, yang sering disebut sebagai Maladewa-nya Indonesia. Dan kabar baiknya di sini ada resor dengan overwater villa yang setara dengan Maladewa, tapi tanpa perlu mengeluarkan biaya 30 juta untuk tiket pesawat. 

Disini pengunjung dapat menyelam (diving) di titik terluar karang samudera, berenang di Goa Halo Tabung (goa tebing vertikal berisi air laut jernih berwarna biru pekat yang sangat eksotis), dan tentu saja, berfoto dengan latar belakang laguna biru dari ketinggian. 

Maratua juga menjadi jalur migrasi utama bagi lumba-lumba dan hiu karang yang jinak, jadi siapkan kamera bawah air Anda.

Baca Juga: Harus Coba, 5 Nasi Goreng Legendaris di Medan yang Rasanya 'Paten Kali', Ada yang Pakai Kuah Semur

5. Pantai Menganti (Jawa Tengah)

Jangan bayangkan pantai selatan Jawa yang biasa, pasir hitam, ombak besar, dan minim pemandangan. Pantai Menganti berbeda. Di sini, hamparan pasir putih bersih berpadu dengan tebing karst raksasa berwarna hijau yang menjulang tegak, menciptakan lanskap yang anehnya sangat mirip dengan pesisir Selandia Baru. 

Ombak Samudera Hindia menghantam dinding-dinding batu kapur dengan dramatis, sementara dari atas Jembatan Merah atau bukit jomblo yang fotogenik, Anda bisa melihat seluruh teluk dengan sempurna. 

Pengunjung bisa bersantai di gazebo kayu yang dibangun tepat di lereng tebing hijau, melihat mercusuar kuno peninggalan Belanda, lalu turun ke area bawah untuk menikmati hidangan laut segar yang dimasak langsung oleh nelayan setempat di tepi pantai. Cocok untuk Anda yang ingin merasakan sensasi pantai eksotis tanpa harus terbang ke luar negeri.

Baca Juga: Fasilitas Ramah Anak di Perpustakaan Kota Bogor Makin Lengkap, Minat Baca Didorong Sejak Dini

6. Geopark Merangin (Jambi)

Bayangkan Anda sedang melompat-lompat di perahu karet, melintasi jeram-jeram Sungai Batang Merangin yang menantang. Di tengah petualangan, perahu berhenti. Pemandu menunjuk ke dinding tebing batu di tepi sungai. 

Di sana, tercetak dengan jelas, fosil daun dan batang pohon purba berusia lebih dari 300 juta tahun (Zaman Permian), jauh sebelum dinosaurus menguasai bumi. 

Geopark Merangin adalah situs warisan dunia UNESCO yang menyimpan fosil flora dan fauna purba dalam jumlah luar biasa, dan Anda bisa menyentuhnya langsung, bukan di balik kaca museum. 

Baca Juga: Harus Coba, 5 Nasi Goreng Legendaris di Medan yang Rasanya 'Paten Kali', Ada yang Pakai Kuah Semur

Destinasi wisata di ini menawarkan arung jeram (rafting) menyusuri sungai purba sambil sesekali berhenti untuk membaca batu. Untuk yang tidak terlalu ekstrim, Anda juga bisa berjalan kaki menyusuri tebing sungai bersama pemandu geologi lokal. Ini adalah perpaduan sempurna antara olahraga petualangan dan edukasi prasejarah.***

Editor : Asep Suhendar
#Kawah Ijen #wisata alam #wisata