Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

4 Surga Wisata Bahari di Maluku yang Bikin Turis Asing Ketagihan, dari Akuarium Raksasa di Ora hingga Berjalan di Atas Laut di Ngurtavur

Kholikul Ihsan • Senin, 1 Juni 2026 | 20:05 WIB
Ilustrasi panorama laut. (Foto: Pexels/sergio elo)
Ilustrasi panorama laut. (Foto: Pexels/sergio elo)

RADAR BOGOR - Sebuah tempat wisata laut di mana Anda bisa melompat dari teras kamar langsung ke kolam alami berisi terumbu karang dan ikan badut. 

Bayangkan berjalan kaki di tengah lautan lepas, dengan air sebening kristal di kiri dan kanan, seolah Anda sedang menapaki jalan setapak yang dibangun oleh alam. Itulah Maluku, sang 'Raja Kepulauan' di Timur Indonesia.

Dengan 90 persen wilayahnya berupa lautan, Maluku dianugerahi perairan yang termasuk paling jernih dan sehat di dunia. Laut Banda dan Laut Seram menyimpan ekosistem terumbu karang dengan tingkat keanekaragaman hayati yang setara dengan segitiga terumbu karang global. 

Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor Gelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah dan Pemotongan Hewan Kurban Bersama Pegawai

Berdasarkan data Google maps, destinasi bahari Maluku masuk dalam daftar wajib kunjung seumur hidup bagi pecinta laut.

Dari fenomena pantai timbul sepanjang 2 kilometer hingga laguna tersembunyi yang dijuluki Raja Ampat-nya Maluku, berikut empat rekomendasi wisata bahari terbaik di provinsi kepulauan ini.

1. Pantai Ora dan Tebing Hatupia (Pulau Seram)

Pantai Ora adalah definisi dari surga yang tidak banyak orang tahu. Kejernihan air di sini luar biasa, Anda bisa melihat dasar laut sedetail akuarium raksasa tanpa perlu menyelam. 

Baca Juga: Keliling Jakarta Tengah Malam? 6 Rekomendasi Kuliner Legendaris dan Hidden Gem Ini Harus Kamu Cobain

Yang membuatnya unik, air laut toska yang dangkal di tepi ini langsung berbatasan dengan Tebing Hatupia, sebuah dinding batu karst vertikal yang diselimuti hutan hujan tropis. Kontras antara birunya laut, hijaunya tebing, dan putihnya pasir menciptakan pemandangan seperti lukisan. 

Aktivitas paling ikonik adalah snorkeling house reef, Anda cukup melompat dari teras Ora Beach Resort (resor apung berbahan kayu) dan langsung berada di atas hamparan soft coral serta ikan badut yang berenang riang di bawah kamar. 

Tak hanya itu, Anda bisa menyewa perahu nelayan untuk menyusuri Tebing Hatupia, menemukan goa-goa tebing yang menembus laut, tempat ideal untuk berenang dalam keheningan yang nyaris sempurna. 

Baca Juga: 8 Restoran Khas Sunda di Puncak Bogor yang Punya Rating Tinggi di Google, Bikin Perut Kenyang Sambil Liat Pemandangan

Destinasi ini cocok untuk pasangan yang ingin romantic getaway, fotografer bawah air, serta wisatawan yang mencari ketenangan total.

2. Spot Selam Lava Flow dan Karang Hatta (Kepulauan Banda)

Bagi para penyelam profesional, Kepulauan Banda adalah surga yang tak tertandingi. Keunikan magisnya terletak pada Lava Flow, sebuah area bawah laut yang terbentuk akibat letusan Gunung Api Banda pada tahun 1988. 

Di atas batuan vulkanik hitam yang mengeras itu, kini tumbuh terumbu karang meja (table coral) raksasa dengan kecepatan pertumbuhan tercepat di dunia. 

Pemandangan di bawah air sangat dramatis, hamparan karang raksasa menjulang dari dasar gelap, dikelilingi ribuan ikan berwarna-warni. 

Baca Juga: 8 Restoran Khas Sunda di Puncak Bogor yang Punya Rating Tinggi di Google, Bikin Perut Kenyang Sambil Liat Pemandangan

Tak jauh dari sana, di Pulau Hatta, terdapat dinding bawah laut (drop-off) yang turun vertikal hingga ratusan meter dengan visibilitas mencapai 40 meter. 

Pada bulan-bulan tertentu (Agustus–November), Anda bisa berenang bersama kawanan hiu martil yang melintas di laut dalam Banda, pengalaman yang hanya bisa ditemukan di beberapa tempat di dunia. 

Destinasi ini wajib dikunjungi bagi penyelam tersertifikasi (minimal Advanced Open Water) dan pecinta fotografi bawah laut kelas berat.

3. Pantai Pasir Timbul Ngurtavur (Pulau Warbal, Kepulauan Kei)

Ngurtavur adalah fenomena alam yang nyaris mustahil Anda percaya sebelum melihatnya sendiri. Ini adalah pantai pasir putih yang timbul memanjang ke tengah laut sepanjang kurang lebih 2 kilometer dengan lebar hanya sekitar 7 meter. 

Baca Juga: 6 Rekomendasi Pusat Oleh-oleh Haji dan Umroh di Bogor, Pilihan Terbaik untuk Borong Paket Bingkisan Siap Saji Bagi Kerabat

Berdiri di atasnya memberi sensasi magis, Anda seolah-olah sedang berjalan di atas air laut lepas, dengan gradasi warna biru muda di sisi kiri dan biru tua di sisi kanan. Saat air surut, jalur pasir ini muncul sempurna, saat air pasang, ia menghilang ditelan ombak. 

Aktivitas utama di sini adalah walking on the sea, berjalan menyusuri lintasan pasir putih yang membelah lautan, sambil sesekali berhenti untuk berfoto dengan drone yang menangkap siluet Anda dikelilingi samudra tak berujung. 

Di sekitar pantai, Anda juga bisa bertemu kawanan burung Pelikan Australia yang sedang bermigrasi, serta melihat penyu belimbing yang sesekali muncul ke permukaan. 

Berenang di sini terasa begitu damai, karena tidak ada ombak besar dan airnya hangat. Destinasi ini cocok untuk wisatawan keluarga, pecinta fotografi lanskap, dan siapa pun yang ingin merasakan sensasi berjalan di atas laut.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Pusat Oleh-oleh Haji dan Umroh di Bogor, Pilihan Terbaik untuk Borong Paket Bingkisan Siap Saji Bagi Kerabat

4. Laguna Tersembunyi Pulau Bair (Kota Tual)

Pulau Bair sering disebut sebagai Raja Ampat-nya Maluku dan julukan itu tidak berlebihan. Pulau karang tak berpenghuni ini membentuk labirin air alami yang memukau. 

Di dalam lagunanya, air sangat tenang, sama sekali bebas dari gelombang laut karena terlindung oleh dinding-dinding batu kapur (karst) yang menjulang. 

Warna airnya hijau zamrud pekat, begitu jernih hingga Anda bisa melihat dasar laguna dari ketinggian tebing. Aktivitas paling seru di sini adalah cliff jumping melompat dari atas tebing batu karst langsung ke dalam laguna. 

Airnya yang dalam dan tenang membuat pendaratan terasa aman dan menyenangkan. Bagi yang tidak ingin melompat, Anda bisa menyewa papan dayung (paddleboard) atau perahu kecil (kayaking) untuk menyusuri lorong-lorong sempit di antara tebing. 

Baca Juga: Persiapan Bansos Tahap 3 Periode Juli-September 2026: Batas Penarikan KKS Diperketat, KPM Komponen Ini Terima Dana Berlipat

Suasana di dalam laguna sangat sunyi, hanya terdengar suara tetesan air dari dinding karst dan kicauan burung laut. Rasanya seperti berada di dunia lain yang belum tersentuh. Destinasi ini cocok untuk petualang muda, pecinta olahraga air, dan wisatawan yang mencari spot eksklusif yang belum ramai.

Informasi Logistik:

Tiket masuk Pulau Bair sekitar Rp15.000 per orang. Perahu sewaan dari Tual ke Pulau Bair berkisar Rp500.000–Rp800.000 per perahu (pulang pergi, kapasitas 6 orang). Lokasi: Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Maluku.

Akses: terbang dari Ambon ke Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur (1,5 jam), lalu perjalanan darat ke Tual (30 menit), dilanjutkan perahu sekitar 30 menit ke Pulau Bair.

Baca Juga: Ada yang Berjualan Sejak 1920, Ini 10 Rekomendasi Kuliner Paling Legendaris di Malang yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Waktu terbaik: pagi hingga siang hari saat matahari tepat di atas laguna, sehingga warna air zamrud terlihat paling tajam dan sinar matahari masuk sempurna ke dalam lorong-lorong tebing.

Satu pesan penting, perhatikan musim kunjungan. Laut Maluku sangat dipengaruhi angin barat dan timur. Waktu terbaik adalah pada musim pancaroba/teduh (Maret–April dan Oktober–November), saat gelombang mati, air sangat jernih, dan sinar matahari bersinar sempurna untuk menerangi keindahan bawah air.***

Editor : Asep Suhendar
#wisata laut #wisata bahari #maluku