Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

6 Wisata Terbaik di Aceh yang Wajib Masuk Bucket List, dari Masjid Raya Baiturrahman hingga Pantan Terong, Negeri di Atas Awan di Tanah Gayo

Kholikul Ihsan • Senin, 1 Juni 2026 | 20:39 WIB
Ilustrasi Masjid Raya Baiturrahman, salah satu wisata religi Aceh. (Foto: Pexels/Kai Merlyn)
Ilustrasi Masjid Raya Baiturrahman, salah satu wisata religi Aceh. (Foto: Pexels/Kai Merlyn)

RADAR BOGOR - Aceh. Namanya mungkin dulu lebih dulu terbayang sebagai wilayah konflik atau bencana. Namun kini, provinsi paling barat Indonesia itu telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata paling menarik di Sumatera, bahkan Asia Tenggara. 

Ada sesuatu yang istimewa di Serambi Mekkah ini, perpaduan antara spiritualitas yang mendalam, sejarah yang menggugah, dan alam yang luar biasa memukau.

Berdasarkan rating tinggi di Google Maps, enam destinasi berikut ini konsisten menjadi favorit para pelancong, baik domestik maupun mancanegara. Bukan tanpa alasan. 

Baca Juga: 4 Surga Wisata Bahari di Maluku yang Bikin Turis Asing Ketagihan, dari Akuarium Raksasa di Ora hingga Berjalan di Atas Laut di Ngurtavur

Ada keajaiban negeri di atas awan di dataran tinggi Gayo, hingga kapal raksasa yang terdampar di tengah kota sebagai saksi bisu kekuatan alam. Berikut enam rekomendasi wisata terbaik di Aceh yang wajib Anda kunjungi.

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah landmark, simbol ketahanan, dan kebanggaan masyarakat Aceh. 

Mengadopsi gaya arsitektur Kesultanan Mughal dengan kubah hitam lancip yang megah, masjid ini terlihat anggun dari kejauhan. Begitu memasuki halaman yang super luas, Anda akan disambut oleh payung-payung elektrik raksasa yang membuka dan menutup secara otomatis, mirip dengan yang ada di Masjid Nabawi, Madinah. 

Baca Juga: HIPKA Sebut Program Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Ekonomi Peternak Lokal, APBN Kembali ke Rakyat

Suasananya adem, teduh, dan syahdu, cocok untuk sekedar duduk-duduk merenung atau mengabadikan momen. 

Lebih istimewa lagi, masjid ini menjadi saksi bisu keajaiban tsunami 2004, saat bangunan di sekitarnya luluh lantak, Masjid Raya Baiturrahman tetap kokoh berdiri. 

Wisatawan dari berbagai agama pun diperbolehkan masuk ke area utama dengan tetap menghormati aturan berpakaian. Destinasi ini wajib bagi pecinta arsitektur, sejarah, dan wisata religi.

Baca Juga: HIPKA Sebut Program Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Ekonomi Peternak Lokal, APBN Kembali ke Rakyat

2. Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh bukanlah museum biasa. Dirancang oleh arsitek Ridwan Kamil, bangunan ini memiliki struktur epik yang dari atas berbentuk seperti gelombang pusaran air, sebuah metafora visual dari dahsyatnya bencana 2004. 

Begitu melangkah masuk, Anda akan diantar ke Space of Sorrow (Lorong Tsunami), sebuah lorong gelap vertikal dengan dinding tinggi yang dibasahi air. 

Di dalamnya, terdengar gemericik suara air yang jatuh, lantunan ayat suci yang syahdu, dan suasana hening yang begitu menusuk. Rasanya seperti berjalan masuk ke dalam ingatan kolektif sebuah kota yang pernah hancur. 

Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor Gelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah dan Pemotongan Hewan Kurban Bersama Pegawai

Di ruang berikutnya, Anda akan melihat berbagai memorabilia peninggalan pasca-bencana, pakaian yang tersangkut di pohon, foto-foto korban, hingga papan nama jalan yang bengkok. Ada juga simulasi elektronik yang menggambarkan bagaimana gelombang setinggi 30 meter menghantam daratan. 

Di akhir perjalanan, Anda akan sampai di ruang memorial berisi ribuan nama korban—tempat yang paling sunyi dan paling menyentuh. Destinasi ini cocok untuk wisatawan edukasi, pecinta sejarah, dan siapa pun yang ingin merenungkan arti kehidupan.

3. Pantai & Desa Wisata Iboih (Pulau Weh)

Jika Anda menyukai laut, maka Pulau Weh adalah tujuan yang tidak boleh dilewatkan. Sejak tahun 1980-an, perairan di sekitar Pantai Iboih sudah dikenal sebagai magnet utama para penyelam dunia. 

Baca Juga: Keliling Jakarta Tengah Malam? 6 Rekomendasi Kuliner Legendaris dan Hidden Gem Ini Harus Kamu Cobain

Kejernihan air lautnya luar biasa, air berwarna toska berkilau dengan visibilitas hingga puluhan meter, membuat terumbu karang tampak jelas dari atas perahu. 

Aktivitas paling populer adalah snorkeling dan diving di sekitar Pulau Rubiah, sebuah pulau kecil tak berpenghuni tepat di depan Pantai Iboih. Di sini, Anda akan berenang di atas taman laut yang dihuni ratusan spesies ikan karang, ikan badut, ikan kakaktua, ikan kupu-kupu, hingga penyu hijau yang sesekali melintas. 

Bagi yang tidak ingin basah, tersedia perahu beralas kaca (glass-bottom boat) untuk melihat keindahan bawah laut dari atas. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengunjungi Goa Sarang, sebuah objek wisata eksotis berupa goa di tepi tebing yang diapit deburan ombak yang dramatis. 

Baca Juga: 6 Rekomendasi Pusat Oleh-oleh Haji dan Umroh di Bogor, Pilihan Terbaik untuk Borong Paket Bingkisan Siap Saji Bagi Kerabat

Suasana di Iboih sangat santai dan ramah bagi backpacker, dengan banyak penginapan sederhana menghadap langsung ke laut. Destinasi ini cocok untuk pecinta snorkeling, diving, fotografi bawah air, dan wisatawan yang ingin merasakan ujung barat Indonesia.

4. Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk adalah jawaban Aceh bagi para pecinta pantai yang menginginkan pasir putih, ombak bersahabat, dan pemandangan matahari terbenam yang romantis. Garis pantainya sangat panjang, membentang lembut dengan hamparan pasir putih yang halus seperti tepung. 

Di belakang pantai, bukit-bukit hijau menghijau menjadi latar yang sempurna untuk berfoto. Ombak di Lampuuk tergolong bersahabat, tidak terlalu besar untuk bermain air, namun cukup bergelombang untuk berselancar (surfing) bagi pemula. 

Baca Juga: Pakai Plat Nomor Palsu, Pelaku Penipuan Modus Bukti Transfer Fiktif Dibekuk di SPBU Cileungsi Bogor

Daya tarik utama pantai ini adalah sunset-nya. Menjelang pukul 17.30, langit mulai berubah warna, dari biru ke oranye, lalu ke ungu kemerahan, sementara matahari perlahan tenggelam di balik samudra. 

Di sepanjang pesisir, berjejer kedai-kedai sederhana yang menjual ikan bakar khas Aceh, dibakar dengan bumbu rempah yang kaya, disantap sambil menikmati angin laut sepoi-sepoi dan segelas es kelapa muda. 

Suasana malam di Lampuuk juga tidak kalah menarik, dengan gemerlap lampu kedai dan suara ombak yang menenangkan. Destinasi ini cocok untuk keluarga, pasangan, peselancar pemula, dan siapa pun yang ingin bersantai di tepi laut.

Baca Juga: Ada yang Berjualan Sejak 1920, Ini 10 Rekomendasi Kuliner Paling Legendaris di Malang yang Wajib Dicoba Saat Liburan

5. Pantan Terong (Takengon)

Berbeda dengan destinasi sebelumnya, Pantan Terong menawarkan kesejukan pegunungan. Terletak di ketinggian sekitar 1.360 meter di atas permukaan laut (mdpl), tempat ini adalah gardu pandang terbaik di Dataran Tinggi Gayo. 

Dari sini, Anda bisa melihat keseluruhan lanskap Kota Takengon yang mungil dan kemegahan Danau Laut Tawar—danau vulkanik terbesar di Aceh, yang berwarna biru sempurna dari ketinggian. 

Warna airnya yang biru kehijauan kontras dengan hamparan kebun kopi dan perbukitan hijau di sekitarnya. Keajaiban sesungguhnya terjadi di pagi hari. Antara pukul 06.00 hingga 08.00, lembah di bawah Pantan Terong kerap tertutup kabut tebal yang bergulung-gulung. 

Bukit tempat Anda berdiri seolah menjadi pulau di tengah lautan awan putih, sensasi negeri di atas awan yang sesungguhnya. Udara disini sangat sejuk, bahkan dingin, dengan suhu bisa mencapai 15–20 derajat Celcius. 

Baca Juga: 6 Destinasi Wisata Ikonik Indonesia untuk Healing Total: Menikmati Sunrise di Borobudur, Api Biru di Ijen, hingga Piaynemo Raja Ampat

Di sekitar area, terdapat warung-warung kecil yang menjual kopi Gayo asli, minum kopi hangat sambil menyaksikan kabut perlahan terurai adalah pengalaman yang tak ternilai. 

Destinasi ini cocok bagi pecinta alam, fotografer lanskap, wisatawan yang ingin healing dari hiruk-pikuk kota, dan mereka yang ingin merasakan sensasi di atas awan.

6. Situs PLTD Apung

PLTD Apung adalah destinasi wisata yang unik, bahkan mungkin hanya ada di Aceh. Ini adalah kapal pembangkit listrik raksasa seberat 2.600 ton yang terseret ombak tsunami setinggi puluhan meter pada 26 Desember 2004. 

Kapal ini terdampar sejauh 5 kilometer dari laut hingga ke tengah pemukiman padat penduduk, tepatnya di atas rumah-rumah warga yang rata dengan tanah. 

Baca Juga: Mantap, Saldo Bansos Mulai Masuk ke KKS, Ini Perkembangan Pencairan PKH BPNT Tahap 2 Susulan Per Bank Penyalur

Kini, kapal tersebut telah dijadikan situs wisata sejarah yang menggugah. Pemerintah setempat membangun viewing deck (balkon pandang) dan tangga besi di sekeliling kapal, sehingga wisatawan bisa menaiki kapal hingga ke jembatan kemudi. 

Dari atas, Anda bisa melihat panorama Kota Banda Aceh dari ketinggian, sementara di bawah, Anda bisa merenungkan betapa dahsyatnya kekuatan alam yang mampu melemparkan raksasa besi ini sejauh itu. 

Di sekitar area juga terdapat monumen dan museum mini yang berisi foto-foto sebelum dan sesudah tsunami. Menginjakkan kaki di atas PLTD Apung terasa seperti berdiri di atas bukti sejarah yang bergerak, kapal yang tadinya berfungsi menyediakan listrik, kini menjadi listrik bagi kesadaran kita akan kebesaran Tuhan dan kerentanan manusia. 

Destinasi ini cocok untuk wisatawan sejarah, keluarga, dan siapa pun yang ingin merasakan nuansa refleksi yang kuat.***

Editor : Asep Suhendar
#masjid raya baiturrahman #wisata #aceh