Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Cuma Danau Toba, 6 Destinasi Wisata Sumatera Utara Ini Miliki Pemandangan Setara Swiss yang Wajib Masuk Agenda Liburan Anda 

Kholikul Ihsan • Senin, 1 Juni 2026 | 22:04 WIB
Panorama wisata Danau Toba. (Foto: Pexels/Man Fong Wong)
Panorama wisata Danau Toba. (Foto: Pexels/Man Fong Wong)

RADAR BOGOR - Ada tempat-tempat wisata di dunia yang membuat Anda terdiam saat pertama kali melihatnya, bukan karena buruk, melainkan karena begitu luar biasa indahnya hingga kata-kata terasa tidak cukup. 

Danau Toba adalah salah satunya. Tapi Sumatera Utara tidak berhenti di situ. Provinsi ini menyimpan kekayaan lanskap yang sangat dramatis, dari danau vulkanik raksasa yang membentang seluas lautan, perbukitan hijau bergelombang ala Teletubbies, air terjun setinggi gedung 40 lantai, hingga hutan hujan tropis tempat Anda bisa bertatap muka langsung dengan orangutan liar.

Dikutip dari popularitasnya di Google Maps, beberapa destinasi berikut ini selalu menjadi favorit para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bukan tanpa alasan. 

Baca Juga: Kabar Baik Sambut Awal Juni 2026: Saldo Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Mulai Masuk KKS BRI hingga BSI

Google Maps bahkan menyediakan rute Street View khusus untuk Danau Toba karena wilayah ini begitu luas dan fotogenik. Sementara Bukit Lawang menjadi magnet bagi wisatawan Eropa yang ingin merasakan petualangan ekowisata kelas dunia. Berikut enam rekomendasi wisata terbaik di Sumatera Utara.

1. Danau Toba dan Pulau Samosir

Danau Toba bukan sekadar danau. Ini adalah kaldera vulkanik raksasa yang terbentuk dari letusan super dahsyat puluhan ribu tahun lalu, danau vulkanik terbesar di dunia. 

Airnya berwarna biru kehijauan, sejernih samudra tropis, membentang luas hingga ke kaki langit. Di sekelilingnya, dinding perbukitan hijau raksasa berdiri tegak seperti benteng alami. 

Baca Juga: 4 Kuliner Legendaris Jakarta: Soto Betawi 1940-an hingga Bakso Malang yang Bebas Racik Sendiri

Di tengah danau, terdapat Pulau Samosir, sebuah pulau di tengah pulau, seukuran Singapura. Di sinilah wisata budaya Batak Toba yang autentik bisa Anda temukan. 

Di Desa Tomok, Anda bisa melihat makam Raja Sidabutar yang dihormati, serta pertunjukan boneka kayu Sigale-gale yang konon bisa menari mengikuti irama gondang Batak. 

Di Desa Ambarita, Anda akan disuguhi kursi batu persidangan kuno tempat para raja dulu memutuskan hukuman bagi penjahat, atmosfernya masih terasa mistis hingga kini. 

Baca Juga: Jelang Kunjungan Presiden Prabowo, SDN Cijayanti 04 di Babakan Madang Bogor Dipercantik

Berkeliling Samosir bisa dilakukan dengan sepeda motor atau bersepeda, melewati sawah hijau, gereja tua bergaya Eropa, dan desa-desa tenang dengan rumah adat bergonjong. 

Destinasi ini cocok untuk semua kalangan, keluarga, pasangan, backpacker, hingga wisatawan senior yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya sekaligus.

Lokasi Danau Toba tersebar di 7 kabupaten di Sumatera Utara; akses utama melalui Parapat, Kabupaten Simalungun, atau melalui Bandara Silangit (sekitar 30 menit ke Parapat). Waktu terbaik, Mei–September saat musim kemarau, dengan udara sejuk dan langit cerah.

Baca Juga: Turis Asing Rela Terbang Jauh Demi 5 Destinasi Wisata Indonesia Ini, Salah Satunya Ada di Jawa Barat

2. Bukit Holbung

Bukit Holbung adalah bukti bahwa keindahan Sumatera Utara tidak hanya ada di tepi Danau Toba, tetapi juga di ketinggian. Sering dijuluki sebagai Bukit Teletubbies-nya Sumatera Utara karena hamparan rumput ilalangnya yang hijau segar dan bergelombang lembut. 

Jalur trekking menuju puncak tergolong ringan, hanya sekitar 15 hingga 20 menit, cocok untuk pemula sekalipun. Namun begitu sampai di atas, Anda akan dihadiahi pemandangan 360 derajat yang spektakuler. 

Dari puncak, Anda bisa melihat luasnya Danau Toba membentang biru di bawah, dengan pulau-pulau kecil dan perahu-perahu nelayan yang melaju pelan. 

Baca Juga: Keliling Jakarta Tengah Malam? 6 Rekomendasi Kuliner Legendaris dan Hidden Gem Ini Harus Kamu Cobain

Di sisi lain, perbukitan hijau yang tak berujung membentang hingga ke cakrawala. Bukit Holbung juga menjadi lokasi ikonik pembuatan film layar lebar nasional karena lanskapnya yang super fotogenik, terutama saat matahari terbit atau terbenam. 

Banyak wisatawan yang memilih untuk camping semalam di sini, menikmati langit malam bertabur bintang dan bangun pagi untuk berburu sunrise yang magis. Suasana sejuk, angin berhembus lembut, dan keheningan alam membuat Bukit Holbung menjadi tempat healing yang sempurna. 

Destinasi ini cocok untuk para pecinta alam, fotografer lanskap, dan siapa pun yang ingin merasakan pelukan hijau dari ketinggian.

Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor Gelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah dan Pemotongan Hewan Kurban Bersama Pegawai

Alamatnya di Desa Holbung, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir. Dapat diakses dari Parapat, Anda harus menyeberang ke Pulau Samosir terlebih dahulu (feri sekitar 30 menit), lalu perjalanan darat sekitar 1 jam menuju Bukit Holbung. 

Waktu terbaiknya, pagi hari (pukul 06.00–08.00) untuk melihat sunrise dan kabut tipis yang menyelimuti lembah, atau sore hari (pukul 16.00–18.00) untuk menikmati sunset dengan warna langit jingga keemasan.

3. Air Terjun Sipiso-Piso

Air Terjun Sipiso-Piso adalah salah satu air terjun bertipe plunge tertinggi di Indonesia, dengan ketinggian mencapai 120 meter, setara dengan gedung berlantai 40. 

Baca Juga: HIPKA Sebut Program Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Ekonomi Peternak Lokal, APBN Kembali ke Rakyat

Airnya keluar dari sebuah sungai bawah tanah di tepi Dataran Tinggi Karo, lalu meluncur vertikal dengan sangat deras ke dasar jurang yang dalam. Suaranya menggelegar, gemuruh air jatuh bisa terdengar dari jauh. 

Yang membuatnya semakin istimewa adalah latar belakangnya: dari gardu pandang utama, Anda bisa melihat langsung ujung utara Danau Toba yang megah, sehingga seolah-olah air terjun ini jatuh ke arah danau raksasa tersebut. 

Ada dua cara menikmati Sipiso-Piso. Pertama, dari gardu pandang atas (sekitar 100 meter dari area parkir), di mana Anda bisa melihat keseluruhan air terjun dari kejauhan dengan latar danau yang biru. 

Kedua, bagi yang ingin sensasi lebih petualang, Anda bisa menuruni ratusan anak tangga beton (sekitar 30-40 menit) hingga ke dasar air terjun. 

Baca Juga: 4 Surga Wisata Bahari di Maluku yang Bikin Turis Asing Ketagihan, dari Akuarium Raksasa di Ora hingga Berjalan di Atas Laut di Ngurtavur

Di sana, Anda akan merasakan percikan air dingin yang sangat segar dan gemuruh air yang luar biasa dahsyat, rasanya seperti berdiri di samping raksasa alam yang terus bergerak. Destinasi ini cocok untuk wisatawan keluarga, pecinta alam, dan fotografer.

Lokasinya di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Berjarak sekitar 2 jam berkendara dari Berastagi, atau 3 jam dari Parapat. 

Waktu terbaik untuk berkunjung, pagi hingga siang hari (pukul 08.00–13.00) karena sinar matahari akan menciptakan efek pelangi tipis di sekitar semburan air yang jatuh. Jangan lupa membawa jaket anti-air jika ingin turun ke dasar karena percikannya sangat deras.

4. Bukit Lawang (Taman Nasional Gunung Leuser)

Bukit Lawang bukanlah bukit biasa. Ini adalah pintu gerbang menuju Taman Nasional Gunung Leuser, salah satu habitat asli terakhir dari Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang terancam punah. 

Baca Juga: 6 Wisata Terbaik di Aceh yang Wajib Masuk Bucket List, dari Masjid Raya Baiturrahman hingga Pantan Terong, Negeri di Atas Awan di Tanah Gayo

Wisatawan dari seluruh dunia terutama dari Eropa berbondong-bondong ke sini untuk satu tujuan, bertemu orangutan di alam liar. 

Aktivitas utamanya adalah jungle trekking. Dengan ditemani pemandu lokal yang berpengalaman, Anda akan menyusuri hutan hujan tropis yang rimbun, melewati pohon-pohon besar berusia ratusan tahun, sungai-sungai jernih, serta jalur tanah yang kadang licin. 

Pemandu akan tahu di mana biasanya orangutan turun untuk mencari makan. Begitu Anda melihat satu, entah itu ibu dengan bayi yang menempel di perutnya, atau jantan besar dengan pipi lebar (flange) rasanya jantung berdetak sangat kencang. 

Mereka menggantung di dahan, sesekali melompat dari satu pohon ke pohon lain, terlihat sangat bebas. 

Baca Juga: Mengukir Perpisahan, Menyongsong Masa Depan, 75 Santri Birrul Waalidain Bogor Dilepas ke Jenjang Lebih Tinggi

Selain orangutan, Anda juga bisa melihat owa-owa yang suaranya nyaring, monyet Thomas Leaf yang berwarna abu-abu dengan rambut palsu alami di kepalanya, serta berbagai jenis burung endemik. 

Setelah lelah trekking, perjalanan ditutup dengan aktivitas river tubing, menyusuri Sungai Bahorok yang jernih menggunakan ban karet besar. Anda akan mengapung santai di sungai, ditemani gemericik air dan suara hutan di kiri-kanan. Destinasi ini cocok untuk pecinta satwa liar, petualang alam, dan wisatawan ekowisata.

Destinasi ini berlokasi di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Berjarak sekitar 3-4 jam perjalanan darat dari Medan (sekitar 90 km). 

Waktu terbaik berkunjung bulan April–Oktober (musim kemarau) karena jalur trekking tidak licin dan orangutan lebih mudah terlihat. Jangan lupa membawa sepatu trekking yang nyaman, repellent nyamuk, dan pakaian ganti.

Baca Juga: 5 Alasan DOUPA Coffee Bogor Wajib Masuk Daftar Tempat Nongkrong Kalian, Ada Kucing Gemas Bernama Onyet!

5. Bukit Sibea-Bea

Bukit Sibea-Bea adalah destinasi yang unik, gabungan antara wisata religi, lanskap alam, dan infrastruktur modern yang sangat fotogenik. 

Di puncak bukit ini, berdiri sebuah Patung Yesus Kristus yang menjulang tinggi, membentangkan tangan menghadap langsung ke arah Danau Toba. 

Suasananya sangat teduh dan tenang, cocok untuk merenung atau sekadar duduk diam menikmati pemandangan birunya air danau dibawah. 

Namun yang membuat Bukit Sibea-Bea benar-benar viral di media sosial adalah jalur aksesnya. Jalan aspal mulus yang berkelok-kelok tajam (dengan kombinasi lengkung 180 derajat) menuju puncak bukit ini sangat estetik jika difoto dari ketinggian menggunakan drone. 

Baca Juga: Porsi Melimpah dan Topping Unik, Intip 5 Maestro Mie Ayam Terfavorit Buruan Kuliner di Surabaya

Kurva-kurva sempurna yang membelah perbukitan hijau, dengan latar Danau Toba di kejauhan, menciptakan komposisi visual yang luar biasa dramatis. Banyak fotografer dan content creator yang datang khusus untuk mengabadikan momen ini. 

Di puncak, selain patung Yesus, terdapat taman bunga yang rapi, area duduk, dan warung-warung kecil yang menjual kopi dan makanan ringan. Udara disini sangat sejuk karena berada di ketinggian. Destinasi ini cocok untuk wisatawan religi, fotografer, content creator, dan keluarga yang ingin menikmati pemandangan Danau Toba dari sudut berbeda.

Lokasinya terletak di Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Aksesnya dari Parapat menyeberang ke Pulau Samosir (feri sekitar 30 menit), lalu perjalanan darat sekitar 1,5 jam menuju lokasi.

Berkunjunglah pada pagi hari (pukul 08.00–10.00) saat cahaya matahari masih lembut dan udara sangat segar. Jika membawa drone, pastikan untuk mematuhi aturan terbang dan tidak mengganggu pengunjung lain.

Baca Juga: Bogor City Trail 206 Diikuti 1.800 Pelari, Ramaikan Event Sport Tourism HJB ke-544

6. Taman Alam Lumbini

Taman Alam Lumbini adalah kejutan yang tidak pernah Anda duga akan Anda temukan di pegunungan Karo yang berudara dingin. 

Kompleks Buddhis ini memiliki replika Pagoda Shwedagon, pagoda ikonik yang aslinya berada di Yangon, Myanmar. Pagoda di sini berdiri megah setinggi hampir 49 meter, dan seluruh dinding luarnya dilapisi warna emas cerah yang berkilau di bawah sinar matahari. 

Di sekitar pagoda, terdapat taman bunga yang tertata sangat rapi dengan berbagai warna, merah, kuning, ungu, dan putih. Sebuah jembatan gantung kayu menghubungkan area utama dengan pagoda, dan di atas jembatan ini Anda bisa berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan pegunungan di kejauhan. 

Ada juga Pohon Harapan, sebuah pohon buatan yang digantungi lampion-lampion merah berisi doa dan harapan dari para pengunjung. Suasana di dalam pagoda sangat tenang dan sakral. Umat Buddha biasanya datang untuk berdoa, tetapi wisatawan dari berbagai latar belakang juga diperbolehkan masuk untuk melihat keindahan arsitektur dan merasakan ketenangan. 

Baca Juga: Resep Potato Omelette Keju Lumer untuk Sarapan, Praktis Dibuat dan Dijamin Bikin Kenyang

Di luar pagoda, Anda bisa duduk-duduk di taman, menikmati udara sejuk Berastagi yang terkenal (suhu bisa mencapai 15–20 derajat Celcius), dan berfoto dengan latar pagoda emas yang megah.

Destinasi ini cocok untuk wisatawan religi, pecinta fotografi, keluarga, dan siapa pun yang ingin merasakan atmosfer Asia Tenggara daratan tanpa harus terbang ke Myanmar.

Lokasinya Desa Dolat Rayat, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Berjarak sekitar 15-20 menit berkendara dari pusat Kota Berastagi. Waktu terbaiknya pagi hingga siang hari (pukul 09.00–14.00) saat sinar matahari membuat pagoda emas berkilau maksimal. Jangan lupa membawa jaket karena udara Berastagi cukup dingin, terutama di pagi hari.***

Editor : Asep Suhendar
#danauu toba #sumatera utara #wisata