RADAR BOGOR - Provinsi Riau seringkali hanya disapa sekilas sebagai pintu gerbang menuju Tanah Suci atau kota transit dalam perjalanan ke Sumatera Barat.
Padahal, jika Anda berkenan meluangkan waktu lebih, Bumi Lancang Kuning ini menyimpan kekayaan wisata yang luar biasa beragam, mulai dari kemegahan istana peninggalan Kesultanan Melayu, kompleks candi Buddha tertua di Pulau Sumatera, hingga lanskap danau buatan yang viral karena kemiripannya dengan Raja Ampat.
Ditambah lagi ada masjid megah berjuluk Taj Mahal-nya Riau dan pantai pasir putih yang ombaknya bersahabat. Semua bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Bagi Anda yang butuh healing dari kepenatan rutinitas perkotaan, atau sekadar mencari liburan santai yang menggabungkan edukasi sejarah dan keindahan alam, Riau punya jawaban tepat.
Suasana sejuk di sekitar Danau PLTA Koto Panjang, bisikan masa lalu di Candi Muara Takus, serta kemegahan arsitektur Masjid Agung An-Nur yang fotogenik siap menyambut.
Dilansir dari Google Maps, berikut ini adalah 5 destinasi wisata terbaik se-Provinsi Riau. Dari Istana Siak yang megah dengan singgasana berlapis emas hingga Pantai Pesona di Pulau Rupat yang pasirnya seputih kapas.
1. Istana Siak Sri Indrapura
Begitu melangkahkan kaki ke halaman utama Istana Siak, Anda akan disambut oleh bangunan dua lantai berwarna kuning keemasan yang memadukan gaya Eropa, Arab, dan Melayu secara harmonis.
Dibangun pada tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim, istana ini bukan sekadar bangunan tua, ia adalah saksi bisu kejayaan Kesultanan Siak yang dulu disegani hingga ke daratan Eropa.
Di dalam ruang utama, pengunjung bisa melihat langsung singgasana kerajaan berlapis emas yang masih sangat terawat, cermin kaca kristal hadiah dari Kekaisaran Austria, serta alat musik langka bernama Komet, dikatakan hanya ada dua di dunia, satunya lagi tersimpan di Jerman!
Suasana di dalam istana terasa adem dan khidmat, dengan lantai marmer yang memantulkan cahaya lembut dari jendela-jendela besar bergaya Eropa.
Lokasi istana ini berada di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Riau. Berjarak sekitar 2 jam perjalanan (sekitar 120 km) dari pusat Kota Pekanbaru dengan jalan yang sudah beraspal mulus.
Baca Juga: Rayakan HJB ke-544, Ini Deretan Promo Wisata dan Event Seru yang Bisa Dinikmati Warga Bogor
2. Kompleks Candi Muara Takus
Berbeda dengan candi-candi di Jawa yang megah dari batu andesit, Candi Muara Takus hadir dengan pesona sederhana namun sarat misteri.
Kompleks candi Buddha tertua di Sumatera ini diperkirakan dibangun antara abad ke-4 hingga ke-11 Masehi pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
Yang langsung menarik perhatian begitu Anda tiba adalah Candi Mahligai Stupa, struktur berbentuk stupa raksasa dari batu bata merah yang masih sangat utuh dan menjadi ikon kawasan ini.
Di sekelilingnya, terdapat Candi Tua, Candi Bungsu, dan Candi Palangka yang masing-masing memiliki bentuk dan fungsi berbeda.
Suasana di kompleks ini sangat tenang, dikelilingi pepohonan rindang dan hamparan sawah hijau yang membentang, cocok untuk meditasi ringan atau sekadar merenungi kebesaran peradaban masa lalu.
Lokasinya berada di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan (sekitar 135 km) dari Pekanbaru.
3. Masjid Agung An-Nur Pekanbaru
Begitu matahari terbenam, Masjid Agung An-Nur berubah menjadi pemandangan yang nyaris seperti dongeng.
Lampu-lampu hias yang tersusun rapi di sekitar kolam air besar di depan masjid menciptakan efek pantulan sempurna, kubah hijau pekat dan menara masjid terlihat seperti mengapung di atas permukaan air yang bening dan berkilau.
Tak heran jika tempat ibadah ini dijuluki Taj Mahal-nya Riau oleh ribuan pelancong di Google Maps. Di siang hari, arsitektur eklektik yang memadukan gaya Melayu, Turki, Arab, dan India tetap memukau dengan detail ukiran dan ornamen yang rumit. Masjid ini juga sangat luas dan teduh, mampu menampung ribuan jamaah sekaligus.
Baca Juga: Liburan Murah Meriah di Klaten: 4 Tempat Wisata dengan HTM Start Rp5 Ribuan dan Serunya Maksimal
Lokasinya sangat strategis di pusat ibu kota provinsi, Jalan Hangtuah, Sumahilang, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau. Wisatawan non-muslim pun diperbolehkan masuk dengan tetap menghormati aturan berpakaian dan berperilaku yang berlaku. Waktu terbaik berkunjung adalah saat sore menjelang magrib hingga malam hari, ketika lampu-lampu hias mulai dinyalakan.
4. Kawasan Danau PLTA Koto Panjang
Jangan terkecoh dengan label danau buatan begitu mata Anda menyapu hamparan air di kawasan ini, rasanya seperti terbang jauh ke timur Indonesia.
Airnya yang tenang berwarna hijau toska dikelilingi oleh perbukitan hijau yang bergelombang, dan yang paling ikonik adalah puluhan pulau-pulau kecil berhutan lebat yang menyembul dari tengah danau, persis seperti miniatur Raja Ampat versi air tawar.
Baca Juga: Liburan Murah Meriah di Klaten: 4 Tempat Wisata dengan HTM Start Rp5 Ribuan dan Serunya Maksimal
Udara disini sejuk dan segar karena dikelilingi hutan tropis yang masih perawan, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Tak heran jika banyak wisatawan yang sengaja datang untuk camping di tepian bukit sambil menikmati matahari terbit yang menyelinap dramatis di sela-sela bukit.
Lokasinya berada di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, berada di jalur yang sama dengan Candi Muara Takus, jadi Anda bisa mengunjungi keduanya dalam satu hari perjalanan.
5. Pantai Rupat Utara (Pantai Pesona)
Jika Anda membayangkan pantai dengan pasir putih halus, air tenang, dan ombak yang bersahabat, tanpa harus terbang jauh ke Kepulauan Seribu atau Bali, maka Pantai Rupat Utara adalah jawabannya.
Baca Juga: 8 Factory Outlet yang Ada di Bogor, Sedia Baju Branded dengan Harga Miring
Berlokasi di Pulau Rupat, pantai ini memiliki garis pantai sepanjang belasan kilometer dengan tekstur pasir yang sangat bersih, lembut, dan berwarna putih seperti kapas.
Karena letaknya yang menghadap langsung ke Selat Malaka, jika cuaca sedang sangat cerah, Anda bahkan bisa melihat samar-samar daratan Malaysia di kejauhan.
Suasana disini sangat tenang dan tidak pernah seramai pantai-pantai di Sumatera Barat, cocok bagi Anda yang mencari ketenangan mutlak sambil ditemani suara ombak yang ritmis dan angin laut yang sepoi-sepoi.
Lokasinya di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau. Untuk mencapai Pulau Rupat, Anda harus menyeberang dengan feri dari Bengkalis. Perjalanan dari Pekanbaru memakan waktu sekitar 5-6 jam (termasuk waktu menyeberang feri), jadi sangat disarankan untuk menginap semalam di penginapan sederhana sekitar pantai.***
Editor : Eli Kustiyawati