RADAR BOGOR - Selama ini, Provinsi Riau lebih dikenal dengan julukannya sebagai Negeri Seribu Parit atau lanskap dataran rendah yang didominasi lahan gambut dan aliran sungai-sungai besar.
Tapi ternyata wilayah barat dan selatan Riau berbatasan langsung dengan gugusan megah Pegunungan Bukit Barisan lho! Ya, tepat di balik dominasi sungai dan rawa, ternyata Riau menyimpan deretan bukit dan pegunungan yang cocok menjadi spot wisata alam yang tak kalah eksotis dari tetangganya, Sumatera Barat.
Bagi para pencari ketenangan, healing dari rutinitas perkotaan yang sumpek, atau sekadar quality time berkemah sambil menikmati dinginnya angin pegunungan, Riau punya jawaban.
Bayangkan bangun tidur di dalam tenda, lalu membuka mata menghadap lautan awan putih pekat yang bergulung di lembah, fenomena yang biasa ditemukan di Gunung Bromo atau Penanjakan, ternyata juga ada di Riau!
Belum lagi air terjun rahasia di tengah hutan lindung, bukit dengan gradasi warna alami seperti Zhangye Danxia di Tiongkok, hingga pemandangan 360 derajat danau hijau toska yang dijuluki Raja Ampat-nya Riau.
Berdasarkan data dari Google Maps, dan penghargaan tingkat nasional (Anugerah Pesona Indonesia dan API Awards), ini adalah 6 destinasi wisata perbukitan dan pegunungan terbaik di Provinsi Riau.
1. Puncak Aliantan (Bukit Suligi)
Berada di ketinggian sekitar 812 mdpl di dalam Hutan Lindung Bukit Suligi, Puncak Aliantan adalah destinasi yang sudah malang melintang di dunia persilatan wisata alam Riau.
Tempat ini bahkan pernah meraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia tingkat nasional, dan begitu Anda tiba di puncaknya saat fajar menyingsing, Anda akan langsung paham alasannya.
Di depan mata, terbentang fenomena samudra awan putih pekat yang menyelimuti seluruh lembah di bawah bukit, seolah-olah Anda sedang berdiri di tepi lautan yang terbuat dari kapas.
Perjalanan mendakinya memakan waktu sekitar 2 jam dengan medan yang menantang, melewati hutan hujan tropis yang masih asri, akar-akar pohon besar, dan tanah yang kadang licin.
Tapi setiap tetes keringat akan terbayar lunas begitu Anda melihat matahari terbit dari balik awan.
Lokasi Puncak Aliantan berada di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Akses menuju basecamp membutuhkan kendaraan roda dua atau mobil berpenggerak 4x4 karena jalannya berbatu dan menanjak.
Wajib berkoordinasi dengan pemuda adat setempat (Pokdarwis) sebelum mendaki untuk faktor keselamatan dan penyewaan pemandu.
2. Kawasan Wisata Alam Batu Tilam
Jika Anda mencari petualangan sejati yang benar-benar menguji mental dan fisik, Batu Tilam adalah jawabannya.
Baca Juga: Rayakan HJB ke-544, Ini Deretan Promo Wisata dan Event Seru yang Bisa Dinikmati Warga Bogor
Berlokasi jauh di pedalaman hutan lindung yang melintasi punggung Pegunungan Bukit Barisan, destinasi ini dijuluki sebagai Surga Tersembunyi Terpopuler dalam ajang API Awards.
Di dalam kawasan perbukitan megah ini, tersembunyi 27 titik air terjun yang masih alami dan jarang tersentuh.
Yang paling ikonik adalah sebuah air terjun raksasa yang mengalir tepat di depan tebing batu membentuk corong gua alami, pengelola bahkan membangun pondok-pondok peristirahatan kayu yang menghadap langsung ke arah air terjun, sehingga Anda bisa duduk santai sambil merasakan percikan air yang dingin menyegarkan.
Lokasi Batu Tilam berada di Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Perlu dicatat, akses menuju lokasi ini sangat ekstrim dan hanya bisa dilalui dengan sepeda motor trail atau kendaraan gardan ganda. Jalan tanah, bebatuan, dan tanjakan terjal adalah pemandangan sehari-hari di sini. Sangat disarankan menggunakan jasa pemandu lokal yang hafal medan.
3. Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling
Bagi pecinta ekowisata dan petualangan sungai, Bukit Rimbang Baling adalah surga yang tak boleh dilewatkan. Kawasan perbukitan hutan hujan tropis ini merupakan salah satu benteng pertahanan terakhir habitat Harimau Sumatera yang masih tersisa.
Akses menuju desa-desa di dalam bukit umumnya menggunakan jalur air, naik perahu motor kayu tradisional (pirogue) menyusuri sungai-sungai jernih berbatu seperti Sungai Subayang.
Salah satu titik favorit yang sering ditandai di Google Maps adalah Desa Wisata Tanjung Belit, yang di dalamnya terdapat Air Terjun Batu Dinding, sebuah air terjun cantik yang diapit oleh tebing batu raksasa di tengah rimba bukit yang sunyi. Suara khas siamang (ungko) dan burung-burung hutan akan menemani Anda sepanjang perjalanan.
Lokasinya berada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Untuk mencapai kawasan ini, Anda harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang dari Pekanbaru, dilanjutkan dengan menyewa perahu motor dari desa terdekat.
Karena ini adalah kawasan konservasi ketat, wajib melapor ke petugas Balai KSDA setempat sebelum masuk.
4. Puncak Ulu Kasok
Berbeda dengan bukit-bukit lain yang menuntut perjuangan ekstra, Puncak Ulu Kasok adalah destinasi perbukitan yang paling mudah diakses dan ramah keluarga.
Baca Juga: Liburan Murah Meriah di Klaten: 4 Tempat Wisata dengan HTM Start Rp5 Ribuan dan Serunya Maksimal
Dengan belasan ribu ulasan positif di Google Maps, tempat ini sering diberi label oleh netizen sebagai Raja Ampat-nya Riau, dan Anda akan langsung setuju begitu melihat pemandangannya.
Dari puncak bukit yang telah ditata rapi dengan gazebo dan spot foto, terbentang pemandangan danau PLTA Koto Panjang yang airnya berwarna hijau toska, dikelilingi oleh perbukitan hijau dan pulau-pulau kecil yang menyembul dari permukaan air.
Yang terbaik? Jalur trekking menuju puncak hanya sekitar 15 menit berjalan kaki dari area parkir, tanpa perlu kelelahan ekstrim.
Lokasi Puncak Ulu Kasok berada di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Fasilitas yang tersedia antara lain area parkir luas, gazebo untuk bersantai, warung makan sederhana, dan spot-spot foto Instagramable. Cocok untuk Anda yang ingin menikmati keindahan perbukitan tanpa harus mendaki berat.
Baca Juga: 8 Factory Outlet yang Ada di Bogor, Sedia Baju Branded dengan Harga Miring
5. Rainbow Hills Rumbai (Bukit Pelangi)
Siapa bilang untuk melihat bukit eksotis Anda harus berjam-jam ke pedalaman? Rainbow Hills atau Bukit Pelangi berada cukup dekat dari pusat Kota Pekanbaru, namun menyuguhkan pemandangan geologis yang sangat langka.
Bukit-bukit kecil di kawasan ini memiliki gradasi warna alami yang berubah-ubah mulai dari krem, putih, abu-abu, hingga merah bata, akibat kandungan unsur besi dan mineral tanah yang berbeda-beda.
Banyak yang menyandingkan kemiripannya dengan Zhangye Danxia di Tiongkok, tentu dalam skala yang lebih mini. Saat sore hari, bias cahaya matahari membuat warna bukit terlihat semakin tajam dan dramatis, menjadikannya surga bagi para fotografer dan anak muda yang mencari konten instagenic.
Lokasi Rainbow Hills berada di Jalan Sempurna, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau.
Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain trekking ringan menyusuri lembah dan bukit tanah, berfoto di spot-spot dengan latar gradasi warna, atau sekadar duduk menikmati angin sore. Karena kontur tanahnya rapuh, disarankan tidak berlari atau memanjat di area yang terlalu curam.
6. Bukit Condong (Indragiri Hilir)
Berada di ketinggian sekitar 450 mdpl, Bukit Condong adalah salah satu puncak tertinggi di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).
Baca Juga: Turis Asing Rela Terbang Jauh Demi 5 Destinasi Wisata Indonesia Ini, Salah Satunya Ada di Jawa Barat
Destinasi ini belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan backpacker dan komunitas pendaki lokal, karena menawarkan camping ground alam terbuka dengan pemandangan luar biasa.
Di sore hari, Anda bisa menikmati matahari terbenam keemasan yang menyelinap di sela-sela bukit. Lalu di subuh hari, kabut awan putih tebal akan bergulung memutari area perbukitan, benar-benar seperti Negeri di Atas Awan versi Indragiri Hilir.
Tak jarang pendaki terbangun oleh konser alam berupa suara sahutan siamang dan burung-burung hutan. Di kaki bukit, masih ada Air Terjun Selensen Salak yang eksotis dengan dinding batuan alami.
Lokasi Bukit Condong berada di Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau (berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi).
Akses menuju lokasi cukup panjang dari pusat kota Tembilahan, disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau mobil berpenggerak 4x4. Wajib berkoordinasi dengan Pokdarwis setempat untuk penyewaan pemandu dan izin masuk.***
Editor : Eli Kustiyawati