RADAR BOGOR - Butuh liburan yang rasanya seperti ke luar negeri, tapi tetap di tanah air? Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) adalah jawabannya. Dengan letak geografis yang super strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, destinasi wisata di sini memang sudah bertaraf internasional.
Mulai dari mega resort mewah dengan kolam renang air laut terbesar se-Asia Tenggara, jembatan ikonik yang mirip Golden Gate, hingga fenomena alam unik berupa gurun pasir eks-tambang dengan danau biru toska. Semuanya bisa Anda nikmati tanpa perlu repot mengurus paspor.
Bagi Anda yang butuh healing dari rutinitas kota yang padat, Kepri cocok untuk healing dari rutinitas kota atau berlibur santai bersama keluarga dan pasangan.
Nikmati berenang di laguna kristal Treasure Bay Bintan, belajar sejarah Melayu naik becak motor di Pulau Penyengat, atau susuri kampung pengungsian Perang Vietnam di Pulau Galang. Semua destinasi menarik ini tersedia di Kepri.
Berdasarkan data dari puluhan ribu ulasan di Google Maps berikut ulasan lengkapnya.
1. Treasure Bay Bintan (Kolam Renang Air Laut Terbesar Se-Asia Tenggara)
Sebuah kolam renang air laut seluas 6,3 hektar, setara dengan delapan lapangan sepak bola, dengan air berwarna biru kristal super jernih. Itulah Crystal Lagoon, jantung dari kawasan wisata Treasure Bay Bintan.
Tepi kolamnya dilapisi serat fiber putih khusus yang memberikan sensasi visual seperti pasir pantai asli, tapi tanpa ombak, tanpa lumpur, dan tanpa rasa khawatir, sangat aman bahkan untuk anak-anak sekalipun.
Di sekeliling laguna, Anda bisa mencoba berbagai wahana air seru, wakeboarding, kayaking, flyboard, atau mengendarai ATV menyusuri hutan tropis di sekitarnya. Ingin pengalaman menginap yang tak terlupakan? Coba glamping mewah di The Natra Bintan, tempat Anda bisa tidur di tenda premium tepat di tepi laguna.
Lokasi Treasure Bay Bintan berada di Kawasan Wisata Lagoi, Jalan Raya Haji No.Km 1, Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Area ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Akses dari Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (Bintan) sekitar 30 menit berkendara.
2. Pulau Penyengat (Jantung Peradaban dan Bahasa Melayu yang Penuh Sejarah)
Hanya 15 menit naik perahu pompong dari Pelabuhan Tanjungpinang, Anda akan tiba di sebuah pulau kecil yang menyimpan peradaban besar.
Pulau Penyengat adalah pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga di masa lalu, sekaligus tempat kelahiran Raja Ali Haji, pahlawan nasional pencipta Gurindam Dua Belas dan bapak bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia.
Landmark paling ikonik di pulau ini adalah Masjid Raya Sultan Riau, dengan warna kuning-hijau mencolok yang langsung menyita perhatian.
Keunikan masjid abad ke-19 ini? Bahan bangunannya dicampur dengan putih telur sebagai perekat alami! Di sekitarnya, Anda bisa menemukan makam raja-raja Melayu, benteng pertahanan Bukit Kursi, gedung mesiu, serta kompleks makam Raja Ali Haji yang diselimuti aura khidmat.
Baca Juga: Tinjau Program MBG di SMPN 111 Jakarta Barat, Presiden Prabowo Disambut Sorak Gembira Para Pelajar
Cara terbaik menjelajahi Pulau Penyengat adalah dengan menyewa bentor (becak motor) khas setempat. Pengemudinya biasanya sekaligus menjadi pemandu wisata yang fasih bercerita tentang sejarah Kesultanan Riau-Lingga.
Lokasi pulau ini berada di Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Jangan lupa mencoba kuliner khas seperti otak-otak dan nasi kuning khas Melayu sebelum kembali ke pelabuhan.
3. Jembatan Barelang Batam (Ikon Kemegahan dengan Pemandangan Layaknya Golden Gate)
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Batam tanpa berfoto di Jembatan Barelang. Singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang, rangkaian enam jembatan ini adalah mahakarya arsitektur yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI ke-3, B.J. Habibie.
Jembatan pertama, yang bernama Jembatan Tengku Fisabilillah, adalah yang paling megah dan ikonik. Dengan struktur kabel pancang (cable-stayed bridge) yang menjulang tinggi, banyak wisatawan menyebutnya mirip dengan Golden Gate Bridge di San Francisco, tapi versi mini.
Titik pandang terbaiknya ada di Barelang View, di mana Anda bisa menangkap seluruh lengkungan jembatan dengan latar langit biru atau matahari terbenam yang dramatis.
Setelah puas berfoto, jangan lewatkan untuk mencicipi seafood segar di restoran-restoran tepi laut di sekitar jembatan. Menu andalannya adalah kepiting saus padang, udang goreng mentega, dan cumi-cumi hitam.
Lokasi Jembatan Barelang berada di Jalan Trans Barelang, Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari menjelang matahari terbenam, sambil menikmati jagung bakar yang banyak dijual pedagang kaki lima di sekitar area.
4. Gurun Pasir Busung dan Danau Biru (Lanskap ala Timur Tengah di Tengah Pulau Tropis)
Siapa sangka di Kepulauan Riau ada gurun pasir? Gurun Pasir Busung adalah fenomena unik yang lahir dari bekas tambang bauksit yang terbengkalai.
Erosi alam membentuk gundukan-gundukan pasir bergelombang yang sangat mirip dengan lanskap gurun di Timur Tengah.
Tapi kejutan belum selesai, tepat di sebelah gundukan pasir, terdapat cekungan tambang yang terisi air hujan dan membentuk telaga buatan dengan air berwarna biru toska pekat akibat reaksi sisa mineral tanah.
Kontras antara pasir putih kecokelatan dan air biru cerah menciptakan spot foto yang super estetik dan viral di media sosial. Pengelola bahkan menyediakan replika unta, ayunan, dan jembatan bambu untuk menambah dramatisasi foto Anda.
Aktivitas seru lainnya adalah menyusuri gundukan pasir dengan menyewa ATV, atau sekadar berjalan-jalan santai sambil menikmati angin sore.
Lokasi Gurun Pasir Busung dan Danau Biru berada di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik. Jangan lupa membawa air minum yang cukup.
5. Alif Stone Park Natuna (Hamparan Batu Granit Purba di Atas Laut Lepas)
Kalau Anda mencari destinasi yang benar-benar off the beaten track dan magis, Alif Stone Park di Natuna adalah jawabannya.
Meskipun lokasinya di pulau terluar Laut Natuna Utara, destinasi ekowisata ini memiliki ulasan bintang 5 yang konsisten di Google Maps, dan begitu Anda tiba, Anda akan paham alasannya.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Papua Tak Mengorbankan Alam dan Budaya
Di sini, hamparan ribuan bongkahan batu granit raksasa dari zaman prasejarah tersebar di sepanjang pesisir pantai hingga menjorok ke tengah laut yang jernih.
Pengelola membangun jembatan-jembatan kayu kecil yang saling menghubungkan satu batu raksasa ke batu lainnya, sehingga Anda bisa berjalan di atas laut melewati sela-sela batu purba tersebut. Nama Alif sendiri diambil dari salah satu batu tegak yang bentuknya menyerupai huruf hijaiyah Alif.
Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain berjalan menyusuri jembatan kayu di antara batu granit, berenang di air laut dangkal yang super tenang, menikmati pemandangan matahari terbit terbaik di Natuna, atau bahkan makan malam romantis di atas struktur batu.
Lokasi Alif Stone Park berada di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Karena lokasinya yang cukup terpencil, akses terbaik adalah dengan pesawat dari Batam atau Tanjungpinang menuju Bandara Ranai (Natuna), lalu melanjutkan perjalanan darat sekitar 30-45 menit.
Baca Juga: Sunset di Kebun Phase 2 Siap Hadir Kembali di Kebun Raya Bogor, Tiket Dijual Mulai 9 Juni 2026
6. Kampung Vietnam/Pulau Galang (Museum Hidup Perjuangan Manusia Perahu dari Perang Vietnam)
Berbeda dengan destinasi wisata lain yang fokus pada keindahan alam atau kemewahan, Kampung Vietnam di Pulau Galang menawarkan pengalaman yang jauh lebih dalam, napak tilas kemanusiaan.
Kawasan seluas 80 hektar ini dulunya adalah kamp pengungsian terpadu yang dibangun oleh PBB (UNHCR) pada tahun 1979 hingga 1996, menampung sekitar 250.000 warga Vietnam yang dikenal sebagai Manusia Perahu, yang melarikan diri dari krisis Perang Vietnam.
Begitu memasuki kawasan ini, waktu seolah berhenti. Anda bisa melihat sisa-sisa barak kayu tempat tinggal para pengungsi, rumah sakit kuno, museum yang menyimpan ribuan barang peninggalan asli (paspor, foto dokumentasi, daftar nama pengungsi), hingga replika perahu kayu yang digunakan mereka untuk membelah Laut Cina Selatan demi mencari suaka.
Salah satu spot paling ikonik di kawasan ini adalah Pagoda Quan Am Tu (Vihara Buddha) dan Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem yang berdampingan secara damai, simbol toleransi di tengah krisis.
Lokasi Kampung Vietnam berada di Pulau Galang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Aksesnya cukup mudah karena bisa dilalui langsung via darat melewati rangkaian Jembatan Barelang, sekitar 1,5 hingga 2 jam berkendara dari pusat Kota Batam. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hingga siang hari karena area ini cukup luas dan sebagian besar terbuka tanpa naungan.***
Editor : Asep Suhendar