RADAR BOGOR - Butuh healing dari rutinitas kota? Atau mencari pengalaman liburan yang benar-benar beda? Provinsi Jambi menyimpan segudang kejutan yang sayang dilewatkan.
Selama ini mungkin Jambi hanya dikenal sebagai salah satu provinsi di Pulau Sumatera dengan pusat kota yang padat. Tapi tunggu dulu, dibalik hiruk-pikuk perkotaan, negeri ini menyimpan kompleks candi Buddha terbesar di Asia Tenggara, perkebunan teh tertinggi kedua di dunia, dan bahkan sebuah danau sejernih kaca yang tersembunyi di dalam hutan.
Dilansir dari Google Maps, inilah rangkuman enam rekomendasi wisata terbaik di Provinsi Jambi. Mulai dari wisata sejarah yang instagramable, agrowisata dengan udara dingin membekukan, hingga jalur pendakian penuh tantangan.
Baca Juga: Mohon Maaf, 8 Kelompok Ini Tidak Berhak Menerima Bansos Tahun 2026, Guru Sertifikasi Salah Satunya
1. Candi Muaro Jambi (Bersepeda di Antara Cagar Buddha Raksasa)
Bayangkan menjelajahi kompleks candi seluas 12 kilometer persegi, bukan dengan berjalan kaki, melainkan mengayuh sepeda santai di bawah rindangnya pohon-pohon besar.
Suasananya sejuk, hening, dan terasa magis. Candi Muaro Jambi berbeda dari candi-candi di Jawa. Struktur bangunan kunonya, termasuk Candi Gumpung, Candi Tinggi, dan Candi Kedaton, tersusun sepenuhnya dari batu bata merah prasejarah yang sudah berusia ribuan tahun.
Sepanjang jalan setapak, Anda akan menemukan akar pohon besar yang merayap dan memeluk reruntuhan candi, serta area ekskavasi arkeologi yang masih aktif hingga hari ini. Aktivitas favorit di sini jelas menyewa sepeda di dekat gerbang masuk lalu berkeliling menyusuri kanal-kanal kuno yang dulunya menjadi jalur transportasi Kerajaan Sriwijaya.
Baca Juga: Indonesia vs Oman: Rekor John Herdman Lawan Tim Asia Jadi Modal Skuad Garuda di FIFA Matchday 2026
2. Jembatan Gentala Arasy (Sunset Spektakuler Berpadu Aroma Jagung Bakar)
Sore hari di Jambi tidak akan lengkap tanpa menginjakkan kaki di Jembatan Gentala Arasy. Desainnya unik membentuk huruf S melengkung dan khusus untuk pejalan kaki, alias bebas polusi kendaraan!
Jembatan ini membentang gagah di atas Sungai Batanghari, dengan ujungnya berupa menara bergaya Islami setinggi 80 meter yang dihiasi jam besar. Waktu terbaik datang adalah pukul 16.30 hingga malam.
Angin sungai yang sepoi-sepoi, langit yang berubah jingga, dan cahaya matahari yang memantul di permukaan air menciptakan momen yang sangat estetik untuk sekadar berjalan santai atau berfoto.
Baca Juga: Kejagung Buka Suara Soal Penggeledahan Kantor BGN
Setelah menyeberang, Anda bisa naik ke museum perkembangan Islam yang ada di dasar menara. Tapi yang paling ditunggu-tunggu adalah bersantai di kawasan Tanggo Rajo, tepi sungai yang dipenuhi penjaja kuliner lokal. Jagung bakar, tebu es, dan pempek Jambi menemani malam Anda dengan sempurna.
3. Kebun Teh Kayu Aro (Hamparan Hijau Berlatar Gunung Kerinci)
Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki perkebunan teh tertinggi kedua di dunia setelah Darjeeling di India? Namanya Kebun Teh Kayu Aro, dan pemandangannya sungguh di luar nalar.
Berlokasi di dataran tinggi Kerinci, hamparan pucuk teh hijau yang rapi bergelombang membentang tanpa batas. Dan yang lebih mencengangkan, latar belakangnya adalah dinding batu serta kawah puncak Gunung Kerinci yang menjulang gagah.
Baca Juga: PIP 2026 Tahap 2 Sudah Cair? Begini Cara Cek Status Penerima dan Jadwal Pencairannya
Udara disini sangat dingin, terutama pada pagi hari ketika kabut tebal menyelimuti seluruh area. Aktivitas utama wisatawan adalah berburu foto estetik di sela-sela semak teh, atau berjalan di jembatan kayu yang sengaja dibangun membelah perkebunan.
Jika datang pagi-pagi buta, Anda juga bisa melihat para pemetik teh tradisional yang sudah mulai bekerja, sebuah pemandangan yang otentik dan jarang ditemukan di tempat lain.
4. Danau Kaco (Air Biru Sebening Kaca di Tengah Hutan Kerinci Seblat)
Jika Anda mencari tempat yang benar-benar eksotis dan masih perawan, Danau Kaco adalah jawabannya. Danau kecil berukuran sekitar 30x90 meter ini menyimpan keajaiban, airnya berwarna biru cyan pekat namun sangat transparan, sebening kaca.
Baca Juga: Benarkah Ada Bonus Bansos Rp400 Ribu Masuk KKS Juni 2026? Buruan Cek Fakta Sebenarnya di Sini
Dari permukaan, Anda bisa melihat batang-batang pohon tua yang tenggelam di dasar danau dengan mata telanjang. Tapi keindahan ini tidak mudah diraih.
Destinasi ini menuntut trekking sejauh beberapa jam membelah hutan hujan tropis Taman Nasional Kerinci Seblat. Rutenya menanjak, berlumpur, dan cukup melelahkan. Namun, setibanya di lokasi, semua rasa lelah sirna. Air danau yang sangat dingin dan segar langsung memanggil Anda untuk berenang atau sekadar merendam kaki.
Para pelancong tingkat lanjut bahkan sering mendirikan tenda untuk camping di sekitar danau, terutama untuk menyaksikan fenomena langka: air danau tampak bercahaya kebiruan saat malam bulan purnama.
Baca Juga: 7 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba di Surya Kencana Bogor, Langsung Kalap dan Kenyang
5. Gunung Kerinci (Mendaki Atap Sumatera, Menyaksikan Samudra Awan)
Bagi para pendaki sejati, Gunung Kerinci adalah salah satu wajib takluk di Indonesia. Dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut, ini adalah gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia.
Medannya ekstrem dan bervariasi, dari batas perkebunan teh, masuk ke hutan hujan tropis yang lembab dan berlumpur, hingga jalur bebatuan cadas terjal di area batas vegetasi. Puncaknya berupa bibir kawah aktif yang mengeluarkan asap belerang. Tapi pemandangan dari sana? Tiada duanya.
Para pendaki biasanya melakukan summit attack pada dini hari untuk tiba di puncak tepat saat matahari terbit. Jika beruntung, Anda akan melihat fenomena Samudra Awan, lautan awan yang bergulung di bawah kaki, seolah Anda berdiri di atas langit. Selama perjalanan, jangan lupa mengamati burung-burung endemik Sumatera yang hanya hidup di ketinggian ini.
Baca Juga: 7 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba di Surya Kencana Bogor, Langsung Kalap dan Kenyang
6. Jambi Paradise (Rekreasi Keluarga dengan Labirin dan Sepeda Air)
Setelah puas dengan petualangan alam dan sejarah, saatnya bersantai di Jambi Paradise, taman rekreasi buatan seluas 8 hektar yang cocok untuk quality time bersama keluarga. Area ini didominasi kolam-kolam air besar dengan sebuah pulau buatan kecil di tengahnya.
Estetikanya modern dan tertata rapi, ada jembatan gantung mini, deretan gazebo bambu untuk piknik, serta lorong labirin yang dibentuk dari tanaman hijau vertikal. Anak-anak pasti senang berlarian mencari jalan keluar di labirin tersebut. Sementara orang dewasa bisa menyewa perahu kayuh atau sepeda air untuk mengelilingi danau buatan.
Bagi yang mencari sedikit tantangan, coba wahana flying fox yang meluncur di atas air dijamin deg-degan! Jangan lupa berjalan di sepanjang jalan setapak yang dikelilingi tanaman hias buatan untuk berburu foto-foto estetik.***
Editor : Asep Suhendar