Suka Pantai tapi Benci Keramaian? 6 Pantai di Jambi Ini Masih Sepi, Perawan, dan Airnya Jernih Tanpa Antrean Panjang!
Kholikul Ihsan• Rabu, 3 Juni 2026 | 22:30 WIB
Ilustrasi pemandangan di salah satu pantai di Jambi. Foto: Pexels/Rama Dhan
RADAR BOGOR - Provinsi Jambi ternyata juga memiliki garis pantai. Bukan pantai biasa, ini adalah pesisir timur Sumatera yang menghadap langsung ke Selat Berhala dan Laut Natuna, dengan karakteristik yang benar-benar berbeda dari destinasi pantai di barat Sumatera.
Selama ini, narasi wisata Jambi memang didominasi oleh candi bersejarah, perkebunan teh yang sejuk, serta danau dan air terjun di kawasan Bukit Barisan. Ternyata di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, terbentang deretan pantai yang menyimpan pesona tersendiri.
Tidak seperti pantai karst atau pasir putih seperti di selatan Jawa, melainkan paduan antara hutan mangrove yang rimbun, muara sungai berair hitam, hingga fenomena migrasi burung dunia yang hanya terjadi setahun sekali di Jambi.
Mulai dari pantai yang menjadi persinggahan jutaan burung dari Siberia, pulau kecil dengan pasir putih dan batu granit raksasa, hingga jembatan kayu yang membelah hutan bakau hingga ke tengah laut. Berikut adalah beberapa destinasi wisata pantai tercantik di Jambi yang dilansir dari Google Maps.
1. Pantai Cemara (Rumah Jutaan Burung Migran dari Siberia)
Berdiri di tepi pantai saat matahari terbit, lalu di langit di depan Anda, ribuan bahkan jutaan burung terbang berombak-ombak bagaikan awan bergerak. Itulah pemandangan yang hanya bisa Anda saksikan di Pantai Cemara, salah satu titik persinggahan migrasi burung terpenting di dunia.
Pantai ini memiliki garis pantai yang luas dengan perpaduan pasir putih kecoklatan dan pohon cemara laut yang rindang. Namun daya tarik utamanya bukanlah pasir atau airnya, melainkan fenomena alam yang terjadi antara Oktober hingga Maret setiap tahun.
Ratusan ribu burung air yang terbang dari Siberia, China, dan Jepang singgah di sini untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia. Aktivitas favorit wisatawan adalah menyewa perahu nelayan kecil, menyusuri pantai saat senja, dan memotret kawanan burung langka yang bertebaran di cakrawala.
Pantai Cemara berlokasi di Desa Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Perjalanan dari pusat Kota Jambi memakan waktu sekitar 4-5 jam berkendara.
Disarankan berkunjung antara Oktober-Maret, terutama pagi atau sore hari saat burung paling aktif. Jangan lupa bawa teropong dan kamera dengan lensa tele jika Anda serius ingin mengamati burung-burung eksotis ini.
2. Pantai Pasir Putih Selat Berhala (Pulau Kecil dengan Batu Granit dan Air Toska)
Jika Anda mengira pantai dengan pasir putih dan air laut hijau toska hanya ada di Belitung atau Lombok, pikirkan lagi. Di perbatasan Jambi-Kepulauan Riau, tersembunyi sebuah pulau kecil bernama Pulau Berhala yang keindahannya tak kalah memukau.
Berbeda dengan pantai daratan Jambi yang umumnya berlumpur, pulau di Selat Berhala ini menawarkan pasir putih bersih yang kontras dengan formasi batu-batu granit raksasa di tepiannya. Air lautnya jernih, berwarna hijau toska, dan dipenuhi terumbu karang yang masih sehat.
Aktivitas yang bisa dilakukan di sini cukup beragam, mulai dari berenang, snorkeling menyusuri terumbu karang, bersantai di bawah pohon kelapa, hingga trekking ringan menuju mercusuar kuno peninggalan Belanda dan benteng pertahanan sejarah yang masih kokoh berdiri.
Lokasinya berada di Selat Berhala, perbatasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi dengan Kepulauan Riau. Aksesnya tidak sederhana, Anda harus naik speedboat dari pelabuhan di Jambi atau dari Kabupaten Lingga. Waktu tempuh laut sekitar 1-2 jam tergantung cuaca.
Wajib menggunakan jasa operator wisata lokal karena jalurnya cukup terpencil. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah musim kemarau (April-Oktober) saat laut tenang.
3. Pantai Tungkal (Berjalan di Atas Laut Sambil Menikmati Seafood Segar)
Ingin merasakan sensasi berjalan di atas laut dengan latar kapal-kapal besar berseliweran, ditemani angin sore yang sejuk dan aroma ikan bakar yang menggoda? Pantai Tungkal di Kuala Tungkal adalah pusat keramaian yang sayang untuk dilewatkan.
Bukan pantai alami biasa, kawasan ini berupa promenade beton panjang mirip dermaga raksasa yang menjorok dan membentang di sepanjang bibir pantai Selat Malaka. Dari sini, Anda bisa melihat lalu lalang kapal nelayan tradisional hingga kapal feri internasional.
Pengunjung dapat berjalan santai di atas titian dermaga sambil menikmati sunset yang dramatis. Saat malam tiba, deretan kafe terapung dan warung seafood bermunculan. Jangan lewatkan mencicipi kepiting saus padang, udang goreng mentega, dan ikan kerapu bakar, semuanya segar karena langsung dari kapal nelayan.
Lokasinya terletak di Tungkal Ilir, Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Berjarak sekitar 3-4 jam perjalanan dari Kota Jambi. Buka 24 jam, tapi waktu terbaik datang adalah pukul 16.00-19.00 saat matahari terbenam. Sangat cocok untuk wisata keluarga atau sekadar ngopi santai di sore hari.
4. Pantai Babussalam
Ada pesona tersendiri berdiri di tengah hamparan pasir yang sangat luas saat air laut surut, dengan angin laut yang kencang menerpa wajah, sementara di kejauhan terlihat rumah-rumah panggung kayu nelayan yang berjejer rapi. Itulah Pantai Babussalam.
Pantai berpasir cokelat ini memiliki karakteristik yang unik, saat air surut, daratannya begitu landai dan luas hingga Anda bisa naik sepeda motor menyusuri bibir pantai.
Destinasi ini juga menjadi pusat berbagai festival budaya tahunan masyarakat pesisir Jambi, seperti ritual Mandi Safar yang sakral. Di hari biasa, pengunjung lokal sering datang untuk bermain layang-layang raksasa, membeli ikan segar langsung dari perahu yang baru merapat, atau sekadar duduk-duduk menikmati suasana kampung nelayan yang otentik.
Pantai Babussalam terletak di Desa Babussalam, Kecamatan Air Hitam Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Perjalanan dari Kota Jambi sekitar 4-5 jam. Fasilitas masih sederhana, jadi bawa bekal dan air minum sendiri. Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah saat air surut (bisa tanyakan jadwal pasang surut pada warga lokal) agar bisa menjelajahi pantai lebih luas.
5. Pantai Air Hitam Laut
Pernah membayangkan berdiri di titik di mana air laut biru bertemu dengan air sungai berwarna hitam kemerahan? Sensasi itu bisa Anda rasakan di Pantai Air Hitam Laut, salah satu gerbang menuju Taman Nasional Berbak yang eksotis.
Nama Air Hitam berasal dari sungai yang mengalirkan air jernih berwarna hitam kemerahan, ini terjadi secara alami karena airnya menyaring zat tanin dari hutan rawa gambut purba di sekitarnya.
Pantai ini memiliki bentang alam yang unik, perpaduan pasir pantai, muara sungai hitam, dan hutan mangrove yang lebat. Aktivitas favorit di sini adalah menyewa perahu motor untuk menyusuri perbatasan antara air laut dan air tawar sungai, mengamati satwa liar seperti elang laut dan monyet ekor panjang yang sering terlihat di pepohonan bakau, serta berkemah di area pantai yang sunyi dan tenang.
Pantai Air Hitam Laut berada di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Berjarak sekitar 4 jam dari Kota Jambi. Wajib menggunakan pemandu lokal jika ingin menyusuri sungai hingga ke dalam Taman Nasional Berbak. Berkunjunglah adalah pagi hari saat satwa liar masih aktif.
6. Hutan Mangrove Pangkal Babu (Jembatan Kayu Ratusan Meter di Atas Laut)
Tidak semua wisata pantai harus berpasir putih dan berenang. Di Hutan Mangrove Pangkal Babu, keindahan justru terletak pada pepohonan bakau yang rimbun dan sebuah jembatan kayu panjang yang membelah hutan hingga langsung menembus ke laut lepas.
Kawasan ekowisata ini memanfaatkan ribuan pohon bakau sebagai daya tarik utama. Pihak pengelola membangun trek kayu sepanjang ratusan meter yang bisa Anda jelajahi dengan berjalan kaki.
Sensasinya unik, saat air laut pasang, jembatan ini seolah terapung di atas air; saat surut, Anda bisa melihat akar-akar bakau yang menjuntai ke bawah. Di sepanjang jembatan, terdapat beberapa menara pandang kecil yang menjadi spot foto estetik dengan latar belakang hijau bakau dan birunya Selat Malaka.
Lokasinya di Desa Kuala Indah, Kecamatan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Berjarak sekitar 3 jam dari Kota Jambi. Fasilitas cukup lengkap dengan area parkir, toilet, dan warung kecil.
Buka setiap hari dari pagi hingga sore. Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari (pukul 15.00-18.00) untuk menikmati sunset. Jangan lupa pakai sepatu nyaman karena Anda akan banyak berjalan di atas jembatan kayu!
Siapa sangka, Jambi menyimpan deretan pantai eksotis di sisi timurnya. Dari fenomena migrasi burung dunia, pulau dengan pasir putih ala Belitung, hingga hutan mangrove dengan jembatan kayu diatas laut semuanya menanti untuk dijelajahi.