Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kamu Harus ke Sini! 4 Ekowisata di Bengkulu Ini Menawarkan Pengalaman Langka: Memandikan Gajah Sumatera, Melepas Tukik, hingga Melihat Rafflesia Mekar

Kholikul Ihsan • Kamis, 4 Juni 2026 | 06:04 WIB
Kegiatan di pusat pelatihan gajah Seblat. (Foto: Instagram @savegajahseblat)
Kegiatan di pusat pelatihan gajah Seblat. (Foto: Instagram @savegajahseblat)

RADAR BOGOR - Ekowisata bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Dan Provinsi Bengkulu, dengan sabuk hutan hujan tropis Bukit Barisan serta statusnya sebagai habitat flora purba langka, adalah salah satu kiblatnya di Sumatera.

Liburan di Bengkulu tidak selalu tentang benteng kolonial atau air terjun yang instagramable. Ada sisi lain yang lebih dalam dan bermakna, kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan satwa liar yang terancam punah, menyaksikan bunga terbesar di dunia mekar di habitat aslinya, hingga berpartisipasi dalam upaya penyelamatan penyu dari kepunahan. 

Ini adalah wisata yang tidak hanya menyegarkan mata, tetapi juga edukatif untuk anak-anak dan keluarga Anda.

Berdasarkan data dari Google Maps, empat destinasi ekowisata terbaik di Bengkulu ini masing-masing menawarkan pengalaman unik yang memadukan edukasi konservasi, petualangan alam, dan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan yang tidak monoton.

Baca Juga: 6 Air Terjun Tersembunyi di Bengkulu yang Wajib Anda Kunjungi Sekali Seumur Hidup: Ada yang Airnya Panas dan Dingin dalam Satu Tempat

1. Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat (Berinteraksi Langsung dengan Gajah Sumatera di Habitat Aslinya)

Bayangkan pagi hari di tepi Sungai Seblat, udara masih segar, dan Anda berdiri di tepian air sambil memegang sikat panjang. Di depan Anda, seekor gajah sumatra dengan tenang membiarkan dirinya dimandikan, belalainya sesekali menyemburkan air bercanda. 

Inilah pengalaman yang hanya bisa Anda dapatkan di PLG Seblat, pusat konservasi gajah sekaligus benteng pertahanan terakhir bagi spesies yang terancam punah ini. 

Kawasan hutan dataran rendah ini menjadi rumah bagi puluhan gajah binaan, serta habitat alami harimau sumatera dan beruang madu. 

Baca Juga: Cuma di Bengkulu! Ada Benteng Inggris Raksasa, Rumah Bung Karno, hingga Pantai 7 Kilometer, Semua Bisa Anda Kunjungi dalam 1 Hari!

Petualangan dimulai sejak awal, Anda harus menyeberangi sungai menggunakan perahu rakit tradisional untuk mencapai lokasi inti. Aktivitas ekowisata di sini sangat beragam dan sarat edukasi. 

Mulai dari ikut memandikan gajah di sungai pada pagi hari, memberi makan buah-buahan, hingga mengikuti patroli hutan bersama pawang gajah (mahout) untuk mencegah pembalakan liar. Bagi yang ingin merasakan sensasi lebih lengkap, tersedia opsi berkemah (camping) di sekitar pos konservasi, ditemani suara alam dan gemericik sungai.

Bertempat di Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, destinasi ini berjarak sekitar 4-5 jam dari Kota Bengkulu. Wajib menggunakan jasa pemandu lokal karena medannya cukup terpencil. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat gajah-gajah dimandikan. Disarankan membawa perlengkapan ganti dan sepatu boot karena Anda akan banyak beraktivitas di area basah. 

2. Ekowisata Bunga Rafflesia Desa Belitar Seberang (Berburu Bunga Bangkai Raksasa yang Mekar Hanya 5-7 Hari)

Baca Juga: Suka Pantai tapi Benci Keramaian? 6 Pantai di Jambi Ini Masih Sepi, Perawan, dan Airnya Jernih Tanpa Antrean Panjang!

Ada rasa deg-degan tersendiri saat menyusuri jalur hutan di lereng Bukit Kaba. Anda tidak pernah benar-benar tahu apakah bunga yang dicari sedang mekar atau justru masih kuncup. 

Tapi itulah pesona ekowisata Rafflesia, setiap kunjungan adalah kejutan, dan setiap keberhasilan melihatnya mekar sempurna terasa seperti memenangkan lotre. Desa Wisata Belitar Seberang di Rejang Lebong merupakan salah satu habitat terbaik bagi Rafflesia arnoldii dan Rafflesia gadutensis, bunga raksasa yang menjadi ikon flora langka Indonesia. 

Sayangnya, bunga ini hanya mekar selama 5-7 hari dalam setahun, sisanya ia menghilang sebagai kuncup yang tidak mencolok. Untuk itu, sebelum berkunjung, wisatawan disarankan memantau informasi dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat melalui Google Maps atau media sosial. 

Setelah memastikan bunga sedang mekar, Anda akan melakukan jungle trekking sekitar 30-60 menit melewati jalur hutan yang terawat, ditemani pemandu lokal yang paham betul setiap inci ekosistem. 

Baca Juga: Gak Usah ke Swiss atau Selandia Baru! 6 Danau dan Air Terjun di Jambi Ini Pemandangannya Gak Kalah Estetik, Ada Danau Purba di Ketinggian 1.200 Meter

Di akhir perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan bunga raksasa berwarna merah menyala dengan bau khasnya, sebuah karya alam yang sungguh luar biasa.

Lokasinya di Desa Wisata Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, destinasi ini berjarak sekitar 2-3 jam dari Kota Bengkulu. Wajib menghubungi Pokdarwis setempat sebelum datang untuk memastikan status mekar bunga. Jangan lupa membawa kamera dengan lensa makro untuk mengabadikan detail serbuk sari dan tekstur kelopak bunga yang unik.

3. Kawasan Konservasi Penyu Alun Utara (Melepas Tukik ke Samudra dan Menjadi Bagian dari Mata Rantai Kehidupan)

Tidak banyak tempat di Indonesia di mana Anda bisa memegang seekor anak penyu berukuran telapak tangan, lalu melepaskannya ke laut lepas sambil berdoa semoga ia selamat dari predator dan kembali ke pantai yang sama 20 tahun kemudian untuk bertelur. 

Baca Juga: Jungleland Sentul Bogor Hadirkan Promo Juni 2026, Ada Tiket Gratis hingga Paket Pelajar dan Bikers

Pantai Retak Ilir di Mukomuko adalah salah satu tempat langka itu. Kawasan pesisir barat Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini memiliki pantai pasir hitam-kecoklatan yang luas dan sepi. Karakteristik inilah yang menjadikannya lokasi pendaratan alami favorit bagi penyu hijau dan penyu sisik untuk bertelur. 

Dikelola secara swadaya oleh komunitas peduli lingkungan, destinasi ekowisata ini menawarkan pengalaman yang menyentuh hati, Anda bisa mengikuti proses penyelamatan telur penyu dari predator dan pemburu liar, lalu pada sore hari, ikut serta dalam ritual pelepasan anak penyu (tukik) yang baru menetas ke laut lepas. 

Sensasi melihat tukik-tukik kecil itu berjuang merayap menuju ombak, sesuatu yang tidak akan pernah Anda lupakan. Di sini, Anda juga bisa ikut aksi bersih-bersih sampah plastik di sepanjang pantai sebagai bentuk kontribusi nyata bagi konservasi laut.

Lokasinya berada di Desa Retak Ilir, Kecamatan Mukomuko Selatan (Ipuh), Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, destinasi ini berjarak sekitar 5-6 jam dari Kota Bengkulu. Waktu terbaik berkunjung adalah musim penetasan telur penyu yang biasanya terjadi antara Mei hingga September. 

Baca Juga: Wajib kesini Sebelum Ramai, 5 Wisata Pegunungan Terbaik di Jambi yang Masih Alami dengan Danau Kaldera Tertinggi dan Sunset yang Bikin Merinding

Pastikan Anda tidak menggunakan tabir surya atau lotion sebelum memegang tukik, karena bahan kimia dapat membahayakan mereka.

4. Pusat Edukasi dan Ekowisata Mangrove Kampung Melayu (Menyusuri Lorong Hijau Hutan Bakau di Tengah Kota)

Siapa sangka, di tengah hiruk-pikuk Kota Bengkulu, tersembunyi sebuah oase hijau yang menjadi paru-paru kota sekaligus benteng pencegah abrasi. 

Hutan mangrove Kampung Melayu membuktikan bahwa ekowisata tidak harus berada di lokasi terpencil, ia bisa hadir di mana saja, bahkan di area urban sekalipun. Kawasan rawa payau ini didominasi oleh spesies Rhizophora yang lebat, membentuk lorong-lorong hijau yang teduh dan menenangkan. 

Baca Juga: Ini 6 Hidden Gem Jambi yang Sangat Keren, dari Perkebunan Teh Tertinggi Kedua Dunia hingga Kawah Aktif

Pihak pengelola telah membangun jembatan kayu (boardwalk) sepanjang ratusan meter yang membelah hutan bakau hingga tembus ke area muara. Aktivitas di sini tidak hanya rekreasi, tapi juga edukasi. 

Anda bisa berjalan kaki menyusuri boardwalk sambil mempelajari ekosistem mangrove dari papan informasi yang tersedia, mengikuti program pembibitan dan penanaman langsung pohon bakau (bawa pulang sertifikatnya!), atau sekadar duduk tenang di menara pandang sambil melakukan pengamatan burung (birdwatching). 

Bagi yang ingin petualangan lebih, tersedia sewa perahu kano untuk menyusuri kanal-kanal kecil di antara akar-akar bakau yang menjuntai. 

Suasananya sunyi, airnya tenang, dan pepohonan di kiri-kanan menciptakan terowongan alami yang sangat instagramable.

Lokasinya di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, destinasi ini hanya berjarak 10-15 menit dari pusat Kota Bengkulu. Jam operasional dari pagi hingga sore. Berkunjunglah pada pagi atau sore hari saat tidak terlalu panas. Sangat cocok untuk wisata edukasi anak atau sekadar melepas penat tanpa perlu bepergian jauh dari kota.***

Editor : Eli Kustiyawati
#petualangan alam #bengkulu #wisata #ekowisata #liburan