RADAR BOGOR - Lampung hanya dikenal sebagai gerbang Sumatera, sekedar tempat singgah sebelum benar-benar masuk ke pulau seberang. Tapi bagi yang pernah berhenti lebih lama, provinsi di ujung selatan ini menyimpan kejutan yang tidak pernah mereka duga.
Mulai dari teluk yang menjadi jalur migrasi ribuan lumba-lumba, pulau tropis dengan vila terapung ala Maladewa, hingga kawah vulkanik yang permukaannya mengeras menyerupai lantai keramik rumah, Lampung punya semuanya.
Bahkan, di sinilah satu-satunya tempat di dunia di mana Anda bisa mengunjungi rumah sakit gajah terbesar di Asia.
Baca Juga: Resmi Dibuka, Simak Jadwal SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bogor
Dikutip dari Google maps, berikut adalah 7 rekomendasi wisata unggulan di Provinsi Lampung yang tak kalah menarik dari daerah lain.
1. Taman Nasional Way Kambas (Berjumpa Gajah Sumatera di Rumah Sakit Gajah Terbesar se-Asia)
Berdiri di tepi sungai dan melihat seekor gajah Sumatera bertubuh raksasa sedang dimandikan oleh pawangnya. Gajah itu tampak menikmati setiap guyuran.
Itulah pengalaman yang ditawarkan Taman Nasional Way Kambas, pusat konservasi tertua di Indonesia yang berfokus pada perlindungan gajah dan badak Sumatera.
Di sini terdapat Pusat Pelatihan Gajah (PLG) dan rumah sakit gajah terbesar di Asia. Anda bisa menyaksikan atraksi gajah yang ramah lingkungan (seperti gajah membajak sawah), memberi makan, hingga ikut memandikan mereka di sungai. Jika berani, coba ikut safari night terbatas untuk melihat satwa liar nokturnal.
Taman Nasional Way Kambas berlokasi di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Dari Bandar Lampung, perjalanan darat memakan waktu sekitar 3-4 jam. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat gajah-gajah dijaminkan sedang berada di area sungai.
2. Pulau Pahawang (Snorkeling di Taman Nemo dan Berjalan di Atas Pasir Timbul)
Jika Anda pencinta bawah laut, Pulau Pahawang adalah surga yang tidak boleh dilewatkan. Pulau ini terbagi menjadi dua, Pahawang Besar untuk area penginapan, dan Pahawang Kecil yang menyimpan pesona pantai pasir timbul.
Di bawah lautnya, hamparan terumbu karang yang sehat menjadi rumah bagi ribuan ikan badut (clownfish), makanya spot favorit di sini dijuluki Taman Nemo.
Yang unik, pengelola menempatkan candi buatan di dasar laut sebagai media pertumbuhan karang, menciptakan pemandangan bawah laut yang seperti reruntuhan peradaban kuno.
Saat air laut surut, Anda bisa berjalan kaki di atas Pasir Timbul, jembatan pasir alami yang membelah laut. Jangan lupa menginap di villa terapung di atas air yang estetik, rasanya seperti sedang di Maladewa versi Indonesia.
Pulau Pahawang berlokasi di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Aksesnya dari Ketapang (Bandar Lampung) menggunakan perahu sekitar 30-45 menit. Pastikan datang saat air surut untuk melihat Pasir Timbul.
3. Teluk Kiluan (Menyaksikan Ribuan Lumba-lumba Melompat di Pagi Buta)
Ada sensasi yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saat Anda berada di tengah laut lepas, perahu kecil terombang-ambing, lalu tiba-tiba seekor lumba-lumba melompat di samping Anda.
Disusul satu, dua, lalu puluhan, hingga seluruh kawanan menari di atas permukaan air. Itulah yang ditawarkan Teluk Kiluan, jalur migrasi utama bagi ribuan lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang.
Petualangan dimulai pukul 06.00 pagi, saat Anda menaiki perahu katir tradisional (jukung) menuju Samudra Hindia.
Baca Juga: Isu Menteri Keuangan Purbaya Mundur Beredar, Begini Respons Langsung dari Sang Bendahara Negara
Selain lumba-lumba, jangan lewatkan Laguna Gayau, kolam renang alami tersembunyi di balik tebing karang pinggir pantai, airnya jernih, tenang, dan sangat instagramable.
Teluk Kiluan berada di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Perjalanan darat dari Bandar Lampung memakan waktu sekitar 4-5 jam. Wajib datang sangat pagi karena lumba-lumba paling aktif saat matahari terbit.
4. Pantai Gigi Hiu / Pegadungan (Lanskap Batu Karang Tajam yang Dramatis)
Berbeda dengan pantai-pantai di Lampung yang umumnya landai berpasir putih, Pantai Gigi Hiu hadir dengan wajah yang garang dan dramatis.
Dinamakan demikian karena gugusan batu karang tajam yang menjulang tinggi di sepanjang bibir pantai, berbentuk runcing seperti deretan gigi hiu raksasa. Ombak besar dari Samudra Hindia menghantam celah-celah karang, menciptakan cipratan air (waterblow) yang spektakuler.
Pantai ini tidak ditujukan untuk berenang, arusnya sangat berbahaya. Tapi bagi fotografer lanskap, tempat ini adalah surga. Waktu terbaik adalah saat matahari terbit atau terbenam, ketika siluet batu-batu tajam berpadu dengan gradasi warna langit yang dramatis.
Pantai Gigi Hiu berlokasi di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Medan menuju lokasi cukup menantang, jadi disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau mobil berpenggerak 4x2 yang mumpuni.
5. Pulau Pisang (Liburan Autentik di Pulau Tanpa Mobil dengan Pasir Sehalus Tepung)
Jika Anda mencari tempat yang benar-benar sunyi, sepi, dan jauh dari hiruk-pikuk, Pulau Pisang jawabannya.
Terletak terisolasi di pesisir barat Lampung, pulau kecil ini tidak memiliki mobil. Udara bersih, pasir putihnya sangat halus seperti tepung, dan air laut bergradasi bening kehijauan.
Di sini Anda bisa menyewa sepeda motor atau berjalan kaki menyusuri perkampungan rumah panggung kuno, melihat perajin kain tradisional Tapis Lampung yang ditenun dengan benang emas murni, atau mengunjungi mercusuar peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh.
Bagi peselancar, ombak di pulau ini tergolong ramah untuk pemula sekaligus menantang untuk profesional.
Pulau Pisang berada di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Untuk mencapainya, Anda perlu menyewa perahu dari dermaga setempat. Sangat disarankan menginap minimal satu malam karena keindahan pulau ini tidak bisa dinikmati hanya dalam hitungan jam.
6. Kawah Keramikan dan Suoh (Berjalan di Atas Lantai Belerang yang Mengeras)
Wisata Lampung tidak melulu tentang pantai dan laut. Bagi Anda yang tertarik dengan volcano tourism, kawasan Suoh di Lampung Barat menyajikan fenomena geologi yang sangat langka.
Kawah Keramikan adalah hamparan dataran belerang yang mengeras akibat aktivitas vulkanik yang terakumulasi selama ratusan tahun.
Permukaannya berwarna kuning keputihan dan mengkilat, saking mulusnya, mirip lantai keramik rumah. Di bawah lapisan keras itu, air panas alami masih mengalir dan mengeluarkan asap pekat.
Anda bisa berjalan di atas lantai keramik alami ini dengan ditemani pemandu lokal. Di sekitar kawasan Suoh, ada juga tiga danau unik dengan warna air berbeda, Danau Minyak (permukaannya seperti berminyak), Danau Lebar, dan Danau Asam.
Kawasan Suoh berlokasi di Kabupaten Lampung Barat. Perjalanan dari Bandar Lampung memakan waktu sekitar 5-6 jam. Wajib menggunakan pemandu lokal demi keselamatan, karena jalur berjalan di atas kawah memiliki risiko tertentu.
7. Menara Siger (Titik Nol Sumatra dengan Pemandangan 360 Derajat Selat Sunda)
Sebelum meninggalkan Lampung atau baru saja menginjakkan kaki di Sumatra, sempatkan diri untuk naik ke Menara Siger.
Mahakarya arsitektur modern berbentuk Siger, topi mahkota pengantin wanita adat Lampung ini berdiri megah di atas bukit setinggi 110 meter di atas permukaan laut, tepat di samping Pelabuhan Bakauheni.
Dari puncak menara, Anda bisa menikmati panorama 360 derajat: lalu-lalang kapal feri besar yang membelah Selat Sunda, gugusan pulau-pulau kecil, serta hamparan laut biru berlatar pegunungan Lampung Selatan.
Di kompleks yang sama, terdapat tugu penanda Titik Nol Jalur Trans-Sumatera, lokasi yang sangat ikonik untuk berfoto sebagai bukti bahwa Anda telah resmi memulai atau mengakhiri perjalanan lintas Sumatra.
Menara Siger berlokasi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Tempat ini buka setiap hari dan sangat cocok dijadikan sebagai stopover singkat sebelum menyeberang ke Jawa atau setelah tiba dari Pelabuhan Merak.***
Editor : Asep Suhendar