RADAR BOGOR - Liburan sekolah sudah di depan mata. Tapi jujur saja, sebagai orang tua seringkali pusing memikirkan destinasi yang tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tapi juga ada sisi edukasi.
Bagaimana jika ada tempat wisata di mana anak-anak bisa melihat bintang lewat teleskop raksasa, berjalan di antara batu prasejarah, hingga menanam terumbu karang sendiri di dasar laut?
Selama ini, Lampung mungkin lebih dikenal dengan pesona pantai dan bukitnya yang instagramable. Tapi tahukah Anda, provinsi di ujung selatan Sumatera ini menyimpan deretan wisata edukasi yang sayang untuk dilewatkan?
Baca Juga: 6 Rekomendasi Tempat Belanja Seafood Terlengkap dengan Harga Terjangkau di Bogor, Cek Selengkapnya
Mulai dari observatorium astronomi tercanggih di Indonesia bagian barat, situs arkeologi dengan tiga peradaban dalam satu tempat, hingga pusat konservasi satwa langka seperti Harimau Sumatera.
Kelima destinasi ini adalah yang terbaik untuk quality time bersama keluarga sekaligus mood-boosting karena suasana alamnya yang sejuk dan asri, dilansir dari Google maps.
1. ITERA Astronomical Observatory / IAO (Lampung Selatan)
Bayangkan membawa anak Anda ke sebuah kubah raksasa, lalu di dalamnya terdapat teleskop canggih yang bisa melihat detail permukaan bulan atau cincin Saturnus.
Baca Juga: Terungkap, Inilah 5 Wisata Air Terjun Tersembunyi di Lampung dengan Keunikan Fisik yang Menakjubkan
Rasanya seperti masuk ke film Interstellar! ITERA Astronomical Observatory (IAO) adalah pusat pengamatan luar angkasa terbesar dan tercanggih di wilayah barat Indonesia.
Di sini, edukasi tak melulu teori membosankan, pengunjung bisa belajar langsung tentang astrofisika, pergerakan bintang, hingga cara menentukan hilal untuk awal Ramadhan.
Hal konkret yang bisa dicoba adalah simulasi pengamatan bintang, membaca rasi bintang dengan panduan ahli, serta melihat matahari secara aman lewat teleskop surya khusus.
Berada di dalam kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Kabupaten Lampung Selatan. Tempat ini rutin membuka edukasi publik saat terjadi fenomena langit langka seperti gerhana bulan atau gerhana matahari.
Tak hanya itu, IAO juga menjadi pusat rujukan penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal untuk Provinsi Lampung. Jadi, selain belajar sains, anak-anak juga bisa memahami aspek religius dari ilmu falak.
2. Taman Wisata Lembah Hijau (Bandar Lampung)
Siapa bilang belajar satwa harus ke kebun binatang yang panas dan bau? Di Lembah Hijau, konsepnya berbeda. Terletak tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung, taman wisata ini memadukan rekreasi modern dengan konservasi flora fauna berorientasi pendidikan lingkungan.
Anak-anak bisa mengamati langsung Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan berbagai burung endemik dari jarak aman, lengkap dengan papan informasi interaktif.
Keunikannya adalah program edutainment terstruktur, ada pertunjukan edukasi satwa di mana trainer menjelaskan karakteristik unik hewan tanpa memaksa mereka melakukan trik sirkus yang menyiksa. Jauh lebih manusiawi dan edukatif!
Lokasinya di Bandar Lampung, mudah diakses dari pusat kota dengan kendaraan pribadi. Selain area satwa, ada juga Sains Center dengan berbagai alat peraga fisika sederhana yang bisa dicoba langsung oleh anak-anak.
Baca Juga: Pesta Bebas Berselancar 2026 Rilis Jadwal Lengkap, Hindia hingga Perunggu Siap Tampil di Bogor
Fasilitasnya lengkap, area rindang dan berbukit, sehingga udara terasa sejuk meski siang hari. Cocok untuk quality time keluarga akhir pekan, apalagi bagi anak-anak usia dini hingga sekolah dasar yang sedang dalam masa keingintahuan tinggi.
3. Taman Purbakala Pugung Raharjo (Lampung Timur)
Ini dia destinasi paling mind-blowing dalam daftar ini. Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah situs arkeologi terbuka yang sangat langka karena menyimpan peninggalan dari tiga fase peradaban manusia sekaligus Prasejarah (Megalitikum), Klasik (Hindu-Buddha), hingga masa Islam.
Bayangkan, dalam satu kawasan seluas puluhan hektar, Anda bisa melihat punden berundak raksasa yang mirip piramida tanah (sayang tidak seterkenal Borobudur, tapi bentuknya unik!), jajaran batu menhir (batu tegak) misterius, altar batu, parit pertahanan kuno sepanjang ribuan meter, hingga ditemukannya Arca Bodhisatwa. Rasanya seperti menjadi Indiana Jones yang sedang eksplorasi!
Baca Juga: Reality Club Rayakan 10 Tahun Berkarya, Siap Gelar Konser Spesial di GBK Basketball Hall Jakarta
Lokasinya di Kabupaten Lampung Timur. Suasana situs ini sangat magis karena benda-benda purbakala tersebar di tengah perkebunan karet dan persawahan yang hijau.
Pengunjung bebas berjalan di antara menhir dan punden, tentu dengan tetap menjaga kelestarian. Edukasi yang didapat sangat kaya, dari sistem pertahanan kuno, struktur sosial masyarakat megalitik, hingga akulturasi budaya Hindu-Buddha dan Islam di Nusantara.
Cocok untuk pelajar SMP hingga SMA yang sedang belajar sejarah, bahkan untuk orang dewasa yang penasaran dengan akar peradaban Sumatera.
Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Pelajar di Kota Bogor Dimediasi, Keluarga Korban dan Pelaku Pilih Damai
4. Museum Lampung Ruwa Jurai.(Bandar Lampung)
Jika Anda ingin pemahaman komprehensif tentang Provinsi Lampung dalam satu tempat, Museum Ruwa Jurai adalah jawabannya.
Museum negeri terbesar di Lampung ini menyimpan ribuan koleksi benda bersejarah, dari kapak batu prasejarah, naskah kuno beraksara Lampung (Had Lampung), hingga kain tradisional Tapis yang mewah dan sarat makna filosofis.
Yang bikin berbeda, museum ini cukup interaktif dengan penataan yang rapi dan informatif. Anak-anak bisa belajar linimasa sejarah Lampung secara visual, dari zaman Sriwijaya, pengaruh Kerajaan Banten, masa kolonial Belanda, hingga kemerdekaan.
Baca Juga: Bogor Matsuri 2026 Siap Digelar di Stadion Pakansari, Hadirkan Beragam Penampilan dan Cosplay Parade
Lokasinya berada di Bandar Lampung, tepatnya di Jalan Z.A. Pagar Alam No. 64, Rajabasa. Keunikan tambahan yang bikin sayang dilewatkan, di halaman luar museum berdiri replika rumah adat Lampung (Sessat) lengkap dengan lumbung padi tradisional.
Anda dan anak bisa masuk ke dalam, melihat langsung arsitektur vernakular masa lalu, dan berfoto dengan latar yang instagramable. Tiket masuk sangat terjangkau, cocok untuk wisata edukasi rombongan sekolah atau keluarga.
5. Pulau Kelagian Kecil (Pesawaran)
Wisata edukasi tak selalu di darat. Pulau Kelagian Kecil, yang berada di dekat Pulau Pahawang yang lebih populer, kini bertransformasi menjadi pusat edukasi ekosistem laut dan terumbu karang.
Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Hadiri HJB ke 544 di Malasari, Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan Bogor
Bedanya dengan snorkeling biasa, di sini Anda tidak hanya melihat ikan dan karang warna-warni. Anda bisa ikut serta dalam program coral transplantation (transplantasi terumbu karang).
Aktivitas konkretnya, pengunjung diajarkan cara menanam bibit karang baru yang diikatkan pada media substrat semen, lalu meletakkannya di dasar laut.
Di atas karang tersebut biasanya diberi plakat nama, bayangkan betapa berkesannya bagi anak-anak bisa mengadopsi karang sendiri dan kembali lagi bertahun-tahun kemudian melihatnya tumbuh besar!
Baca Juga: Bogor Matsuri 2026 Siap Digelar di Stadion Pakansari, Hadirkan Beragam Penampilan dan Cosplay Parade
Lokasinya di Kabupaten Pesawaran, berdekatan dengan Pulau Pahawang. Aksesnya dari Dermaga Ketapang dengan perahu sekitar 15-20 menit.
Edukasi yang didapat sangat relevan dengan isu iklim global, pentingnya ekosistem laut, dampak pemanasan global terhadap terumbu karang, dan cara snorkeling yang ramah lingkungan tanpa menyentuh atau merusak karang.
Cocok untuk remaja hingga dewasa muda yang peduli lingkungan, sekaligus healing karena air lautnya yang sebening kristal. Jangan lupa siapkan uang tambahan untuk menyewa peralatan snorkeling dan biaya pendampingan konservasi.***