Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

6 Ikon Wisata Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi Seumur Hidup: dari Candi Borobudur yang Mendunia hingga Ketep Pass dengan Panorama 5 Gunung

Kholikul Ihsan • Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:06 WIB
Candi Borobudur salah satu ikon wisata Jawa Tengah. (Foto: Pexels/Vasilis Karkalas)
Candi Borobudur salah satu ikon wisata Jawa Tengah. (Foto: Pexels/Vasilis Karkalas)

RADAR BOGOR - Jawa Tengah, provinsi dengan denyut budaya dan alam paling kental di Pulau Jawa, memiliki deretan destinasi wisata liburan yang tidak cukup hanya sekali Anda saksikan. 

Dari relief Candi Borobudur yang bercerita tentang peradaban kuno, hingga debur ombak Karimunjawa yang membisikkan ketenangan, tempat-tempat ini bukan sekedar latar foto, melainkan pengalaman yang mengubah cara pandang yang melukiskan keindahan Indonesia.

Enam destinasi wisata berikut ini konsisten menduduki peringkat tertinggi di Google maps. Mereka disebut sebagai unggulan bukan tanpa alasan, fasilitas lengkap, akses yang terus membaik, dan daya tarik yang mumpuni.

Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan keluarga, quality time bersama pasangan, atau bahkan perjalanan solo yang ingin menyentuh sejarah dan alam sekaligus, enam destinasi ini tidak boleh Anda lewatkan. 

Baca Juga: Liburan Gak Melulu Harus ke Borobudur, 5 Surga Tersembunyi di Jateng yang Hanya Diketahui Segelintir Wisatawan, Lengkap dengan Alamatnya

1. Kompleks Candi Borobudur (Magelang)

Tidak ada perjalanan ke Jawa Tengah yang lengkap tanpa bersentuhan langsung dengan energi spiritual Candi Borobudur. Dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Syailendra, candi berbentuk punden berundak ini merupakan monumen Budha terbesar di dunia sekaligus Situs Warisan Dunia UNESCO. 

Keajaiban teknisnya luar biasa, 2.672 panel relief yang bercerita tentang perjalanan manusia menuju pencerahan, 504 arca Buddha, serta sistem penguncian batu saling kait (interlocking) tanpa semen yang masih kokoh setelah ratusan tahun. 

Suasana di sini khidmat sekaligus membangkitkan rasa kagum, cocok bagi wisatawan yang mencari wisata edukasi sekaligus pencerahan batin.

Anda bisa mengikuti tur edukasi relief bersama pemandu yang akan membacakan kisah di balik setiap ukiran batu. Untuk pengalaman yang lebih magis, datanglah sebelum matahari terbit dan saksikan kemunculan Borobudur dari balik kabut di Bukit Punthuk Setumbu. 

Baca Juga: 7 Wisata Pulau di Banten dengan Pemandangan Tercantik yang Bikin Betah Wisatawan, Cek Selengkapnya

Jangan lupa menjelajahi desa wisata sekitar dengan sepeda ontel klasik atau mobil VW Safari yang ikonik. Lokasi destinasi ini berada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dengan akses mudah dari tol dan jalur utama Yogyakarta-Magelang.

2. Dataran Tinggi Dieng (Wonosobo dan Banjarnegara)

Berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, Dieng menghadirkan sensasi Eropa di tengah Jawa. Kawasan vulkanik purba ini dijuluki Tempat Bersemayam para Dewa karena kabut tebal yang hampir selalu menyelimuti lembah dan kawah-kawah aktifnya yang misterius.

Yang membuat Dieng benar-benar unggul adalah keberadaan fenomena embun upas (embun racun atau es) yang muncul pada puncak musim kemarau (Juli-Agustus), mengubah hamparan rumput dan tanaman petani menjadi putih seperti tertutup salju. 

Baca Juga: Kamu Tim Arung Jeram atau Tim Susur Gua? 5 Petualangan Outdoor Ekstrim di Banten yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu

Suasana dingin yang menusuk tulang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi alam yang benar-benar berbeda dari keseharian kota besar.

Hal menarik yang ditawarkan di Dieng dimulai dari mendaki Bukit Sikunir sebelum subuh untuk berburu Golden Sunrise yang oleh banyak pelancong disebut sebagai salah satu terbaik di Asia Tenggara.

Siang harinya, Anda bisa menyaksikan gelembung gas vulkanik di Kawah Sikidang dan mengamati perubahan warna air di Telaga Warna yang misterius.

Jika waktu kunjungan Anda tepat pada bulan Agustus, jangan lewatkan Dieng Culture Festival dengan ritual potong rambut gondrong anak-anak lokal yang sarat makna budaya. 

Baca Juga: Pengen Tidur Nyenyak di Alam Terbuka, 5 Rekomendasi Tempat Glamping di Banten Ini Bisa Jadi Solusinya

Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, sekitar dua jam perjalanan dari kota Wonosobo.

3. Taman Nasional Karimunjawa (Jepara)

Bagi pecinta wisata bahari, nama Karimunjawa sudah tidak asing lagi. Gugusan kepulauan yang terdiri dari 27 pulau ini menyimpan ekosistem laut yang sangat kaya dan terawat, mulai dari terumbu karang yang sehat, hutan bakau yang rimbun, hingga padang lamun yang menjadi tempat tinggal berbagai biota laut.

Yang membuat Karimunjawa masuk dalam daftar unggulan bukan hanya keindahan atasannya, melainkan juga gradasi warna air lautnya yang jernih seperti kristal dengan perpaduan biru tua, biru kehijauan, hingga pirus yang sangat fotogenik. 

Baca Juga: 4 Tempat Wisata Outbound Terbaik di Lampung untuk Liburan Kantor yang Seru dan Penuh Adrenalin, Ada River Tubing hingga Arung Jeram

Suasana di sini santai, jauh dari hiruk-pikuk kota, cocok bagi Anda yang ingin healing total di tengah alam yang masih perawan.

Aktivitas yang paling dicari adalah island hopping menjelajahi pulau-pulau kecil seperti Pulau Menjangan Besar yang memiliki taman laut memukau dan Pulau Cemara dengan daratan pasir putih yang muncul saat air surut.

Jangan lewatkan kesempatan snorkeling atau diving bersama ikan-ikan karang yang jinak, serta berfoto di penangkaran hiu yang ramah anak. Malam harinya, nikmati ikan bakar khas Karimunjawa di area Alun-alun yang hidup dengan suasana lokal yang hangat.

Lokasi taman nasional ini berada di Kabupaten Jepara, dapat diakses melalui kapal cepat atau feri dari Pelabuhan Kartini Jepara maupun Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Baca Juga: Buruan Masukin List Liburanmu, Ini 5 Wisata Edukasi di Lampung yang Ramah Anak hingga Teknologi Observatorium Bintang di Luar Angkasa

4. Kota Lama Semarang (Semarang)

Berbeda dengan destinasi alam sebelumnya, Kota Lama Semarang menawarkan wisata urban yang sarat sejarah dan estetika arsitektur.

Dijuluki Little Netherlands, kawasan seluas 31 hektare ini dipenuhi oleh puluhan bangunan megah peninggalan kolonial Belanda abad ke-17 hingga ke-19 yang telah direvitalisasi tanpa kehilangan karakter aslinya.

Landmark paling ikonik adalah Gereja Blenduk dengan kubah cembungnya yang menjulang di antara gedung-gedung tua bercat pastel. 

Baca Juga: Terungkap, Inilah 5 Wisata Air Terjun Tersembunyi di Lampung dengan Keunikan Fisik yang Menakjubkan

Suasana berjalan di atas jalanan bata (paving block) khas Eropa, dikelilingi oleh lampu-lampu taman yang temaram di sore hari, membawa Anda seperti melompat ke abad yang berbeda.

Tempat ini cocok untuk pasangan muda yang gemar berburu konten estetik atau keluarga yang ingin mengajak anak belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan.

Anda bisa menyewa sepeda ontel atau sekadar berjalan kaki menyusuri setiap sudut kawasan. Jangan lupa mengunjungi gedung Lawang Sewu yang legendaris (berjarak tidak jauh dari Kota Lama) untuk melihat langsung arsitektur megah dengan jendela-jendela besar yang melegenda.

Untuk oleh-oleh, mampirlah ke Pasar Klithikan yang menjual barang antik dan kerajinan khas Semarang. Setelah lelah, duduk santai di salah satu kafe bergaya kolonial yang menyajikan kopi dengan suasana Eropa klasik. 

Baca Juga: Yuk Intip 6 Tempat yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu! Dari Lautan Awan hingga Surga Snorkeling

Lokasinya berada di Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, hanya 15 menit dari pusat kota.

5. Kawasan Solo Raya: Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran (Solo)

Jika Anda ingin merasakan denyut budaya Jawa yang sesungguhnya, tidak cukup hanya datang ke museum, Anda harus masuk ke istana yang masih bernyawa.

Keraton Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran bukanlah sekadar bangunan tua, di sinilah keluarga kerajaan masih tinggal dan tradisi leluhur seperti upacara adat, tari klasik, hingga perayaan keraton masih dipraktekkan hingga hari ini. 

Baca Juga: 10 Mall di Jakarta yang Mudah Diakses MRT dan TransJakarta, Cocok untuk Pengunjung Tanpa Mobil Pribadi

Pura Mangkunegaran bahkan memiliki pendopo kayu terbesar di Indonesia yang arsitekturnya memadukan gaya Jawa, Eropa, dan Tionghoa dengan megahnya. Suasana di dalam istana terasa tenang, agung, dan sarat filosofi, cocok bagi wisatawan yang mencari wisata budaya mendalam.

Disini pengunjung bisa melihat koleksi kereta kencana berlapis emas, menyaksikan langsung koleksi pusaka kerajaan, serta mengikuti tur yang menjelaskan setiap sudut bangunan dengan detail.

Jangan berhenti di istana saja, lanjutkan perjalanan Anda ke Kampung Batik Laweyan atau Kauman untuk berburu kain batik tulis asli yang menjadi warisan dunia.

Tutup dengan kuliner legendaris seperti Selat Solo (hidangan daging ala Eropa-Jawa) dan Nasi Liwet khas Solo yang gurih. Lokasi kedua istana ini berada di Kota Surakarta (Solo) dengan akses mudah dari jalan raya dan stasiun kereta Balapan.

Baca Juga: 7 Tips Beli Tiket Pesawat Murah untuk Liburan Hemat, Nomor 5 Paling Sering Dilupakan

6. Dataran Tinggi Ketep Pass dan Merapi Merbabu (Boyolali-Magelang)

Tidak banyak tempat di Indonesia di mana Anda bisa berdiri di satu titik dan melihat lima gunung sekaligus secara langsung.

Ketep Pass, yang berada di ketinggian 1.200 mdpl, menawarkan pemandangan spektakuler Gunung Merapi yang masih aktif berasap, Gunung Merbabu yang hijau, serta Gunung Sindoro, Sumbing, dan Slamet yang berjajar di kejauhan.

Suasana disini sejuk dan sedikit dramatis, karena Anda bisa melihat jejak kehancuran letusan Merapi dari masa lalu dari jarak yang aman sekaligus mengagumi keindahannya. 

Baca Juga: 8 Spot Menarik di BXSea Bintaro, Ada Tunnel Terbesar di Asia Tenggara dan Aquarium Tertinggi di Indonesia

Cocok bagi wisatawan keluarga yang ingin mengedukasi anak tentang vulkanologi sekaligus menikmati udara pegunungan yang segar.

Daya tariknya tentu saja berdiri di gardu pandang utama dan menggunakan teropong untuk melihat setiap detail kawah Merapi. Jangan lewatkan pemutaran film dokumenter letusan Merapi di Volcano Theatre yang informatif dan mengharukan.

Setelah puas melihat pemandangan, Anda bisa melanjutkan perjalanan menyusuri jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) yang terkenal dengan pemandangan tebing hijau nan memukau.

Banyak kafe-kafe lereng gunung di sekitar kawasan ini yang menyajikan kopi lokal hangat, cara sempurna untuk menikmati sore di ketinggian. Lokasinya berada di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang (tepat di jalur penghubung Boyolali-Magelang).***

Editor : Eli Kustiyawati
#Karimunjawa #wisata #candi borobudur #jawa tengah #liburan