Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

6 Wisata Air Terjun Tersembunyi di Jawa Tengah yang Eksotis dan Menawan, Dijamin Bikin Pikiran Tenang

Kholikul Ihsan • Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:20 WIB
Ilustrasi wisata air terjun di Jawa Tengah. (Foto: Pexels/Ertabbt)
Ilustrasi wisata air terjun di Jawa Tengah. (Foto: Pexels/Ertabbt)

RADAR BOGOR - Di kesunyian hutan yang nyaris tak terjamah. Tirai air jatuh dari ketinggian puluhan meter, sementara di sekelilingnya hanya ada suara gemericik, lumut hijau. Itulah yang ditawarkan oleh air terjun tersembunyi di Jawa Tengah, jauh dari hiruk-pikuk, dekat dengan jantung alam yang paling liar dan estetik.

Jawa Tengah, dengan topografi pegunungan purba dan perbukitan hijaunya, menyimpan ratusan air terjun eksotis. Tempat-tempat ini belum banyak terekspos media sosial, aksesnya menantang, dan suasananya masih perawan.

Berdasarkan data Google maps, terdapat enam air terjun tersembunyi dengan keunikan yang luar biasa. Mulai dari air terjun dengan dua suhu berbeda di Batang, hingga tirai air kembar di lereng Gunung Ungaran. 

Baca Juga: Bocah 6 Tahun yang Hanyut di Sungai Cianten Cibungbulang Bogor Ditemukan Meninggal Setelah 2 Hari Pencarian

Bagi Anda yang bosan dengan destinasi ramai dan haus akan petualangan sejati, enam wisata air terjun di Jawa Tengah ini layak masuk daftar liburanmu.

1. Curug Gomblang (Banyumas)

Bayangkan sebuah air terjun setinggi 50 meter yang jatuh lurus membelah dinding batu hitam pekat. Di sekelilingnya, tanaman paku purba dan lumut hijau tumbuh subur seperti lukisan dari zaman prasejarah. Itulah Curug Gomblang, permata tersembunyi di lereng selatan Gunung Slamet.

Airnya yang jernih bermuara ke kolam alami berundak yang sangat menyegarkan, cocok untuk berendam setelah lelah trekking. 

Baca Juga: Pecinta Manis Wajib Tahu, Ini 6 Deretan Martabak Legendaris hingga Kekinian di Surabaya, Cek Selengkapnya

Suasana di sini sunyi, hanya terdengar deburan air dan kicauan burung hutan. Tempat ini cocok bagi yang menginginkan ketenangan absolut.

Untuk mencapai Curug Gomblang, Anda harus rela melewati jalan pedesaan yang menanjak dan berliku. Setelah parkir, trekking menyusuri hutan pinus yang asri dan berudara sejuk selama sekitar 20-30 menit. 

Jalurnya setapak, sedikit licin, tapi pemandangan di sepanjang perjalanan sudah menghibur. Berkunjunglah ketika pagi hari saat matahari mulai menembus sela-sela pepohonan.

Baca Juga: Ribuan Pelari Meriahkan IPB Run 2026 di Kampus Dramaga Bogor, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

2. Curug Jenggala (Banyumas)

Curug Jenggala memiliki keunikan yang jarang ditemukan di air terjun lain, tiga aliran air yang mengalir berdampingan dengan ketinggian yang sama, sekitar 30 meter. 

Pemandangannya seperti tirai alam yang dibentangkan lebar di atas tebing hijau. Airnya jatuh ke kolam alami yang jernih, menciptakan percikan tipis seperti kabut. 

Suasana di sekitar curug sangat romantis dan teduh, pas untuk pasangan yang ingin menikmati keindahan alam tanpa keramaian, atau sekadar Anda yang ingin duduk diam sambil merendam kaki di air dingin.

Baca Juga: SPMB dalam Perspektif Tata Kelola dan Esensi Pendidikan

Perjalanan menuju Curug Jenggala juga memiliki pesona tersendiri. Anda akan melintasi pipa air peninggalan Belanda yang masih berfungsi, jembatan kayu kecil di atas sungai, serta hamparan ladang milik warga yang asri. Trekking-nya tergolong ringan, hanya sekitar 15-20 menit dari area parkir. 

3. Curug Sirawe (Batang)

Curug Sirawe bukan sekadar air terjun biasa. Ia adalah keajaiban geologis yang langka. Air terjun setinggi 40 meter ini memiliki dua sumber mata air berbeda, panas dan dingin. 

Di sisi kiri, air yang mengalir terasa hangat karena pengaruh panas bumi tersembunyi di bawah tebing. Di sisi kanan, airnya dingin segar seperti air pegunungan pada umumnya. 

Baca Juga: 2 Strategi Baru Jaga Rupiah, Pemerintah, BI dan DPR Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

Bayangkan Anda bisa merasakan dua sensasi berbeda hanya dengan bergeser beberapa meter. Airnya jatuh membelah tebing batu hitam pekat, menciptakan pemandangan yang dramatis dan misterius.

Curug Sirawe adalah definisi sebenarnya dari hidden gem. Akses ke Kabupaten Batang bagian selatan (perbatasan Dieng) didominasi jalanan curam dan hutan belantara. 

Curug ini tersembunyi di dalam ceruk lembah terisolasi yang hanya diketahui warga lokal dan pelancong ekstrem. Bawa perlengkapan lengkap karena tidak ada warung di sekitar.

4. Curug Benowo dan Curug Lawe (Semarang)

Jika beruntung, dalam satu kali perjalanan Anda bisa menikmati dua air terjun sekaligus. Di kawasan lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Desa Kalisidi, terdapat dua curug kembar yang bersembunyi di balik rapatnya hutan. 

Baca Juga: Rupiah Melemah, 5 Program Strategis Digenjot, Pemerintah Tancap Gas Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Curug Lawe berbentuk melengkung seperti tirai halus berkabut, dinamakan Lawe yang berarti benang dalam bahasa Jawa karena alirannya yang halus dan panjang. Sementara Curug Benowo memiliki aliran tunggal yang jatuh sangat deras menjulang tinggi di antara tebing batu vertikal. 

Keduanya berjarak tidak terlalu jauh, sehingga Anda bisa mengunjungi keduanya dalam satu hari.

Perjalanan menuju ke sini cukup epik. Anda harus berjalan kaki sekitar satu jam menyusuri jalur irigasi buatan zaman kolonial Belanda, melintasi jembatan kayu romantis, dan membelah hutan tropis yang masih dihuni lutung jawa. 

Trekking-nya menantang tapi sangat memuaskan. Datanglah pagi-pagi agar punya cukup waktu untuk mengeksplorasi kedua curug.

Baca Juga: Info Terbaru, 5 Bansos Lanjutan Masih Dicairkan ke KPM Juni 2026, Regulasi Atensi YAPI dan Mekanisme Salur Susulan

5. Curug Cipendok (Banyumas)

Dengan ketinggian mencapai 92 meter, Curug Cipendok adalah salah satu air terjun tertinggi di Jawa Tengah. 

Hempasan airnya yang luar biasa deras menciptakan angin kencang beruap, bahkan dari jarak 50 meter, pakaian Anda bisa basah oleh kabut air yang beterbangan. Suasana di sekitarnya terasa mistis namun menenangkan. 

Telaga di bawahnya dikelilingi hutan homogen yang sangat rapat, sehingga suara gemuruh air seolah menjadi satu-satunya musik alam yang dominan. 

Meskipun jalurnya sudah relatif aman dibandingkan curug tersembunyi lainnya, Curug Cipendok tetap terasa sepi karena lokasinya yang jauh dari pusat kota Purwokerto. 

Baca Juga: SPMB dalam Perspektif Tata Kelola dan Esensi Pendidikan

Anda akan melewati perbukitan perkebunan susu dan hutan pinus sebelum tiba di lokasi. Jika beruntung, Anda bisa mendengar suara Elang Jawa dan owa jawa yang bersahutan. 

6. Curug Kedung Kayang (Magelang)

Curug Kedung Kayang menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki air terjun lain, pemandangan gunung berapi paling aktif di Jawa sebagai latarnya. 

Air terjun ini mengalir deras dari celah ngarai yang dalam di antara lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Keindahannya bisa dinikmati dari dua sudut yang sama-sama epik. 

Dari atas, di gardu pandang pohon, Anda bisa memotret air terjun dengan latar belakang puncak kerucut Gunung Merapi yang gagah. Dari bawah, Anda harus turun ke dasar ngarai dan merasakan langsung dinginnya air yang jatuh dari ketinggian.

Baca Juga: Ribuan Pelari Meriahkan IPB Run 2026 di Kampus Dramaga Bogor, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

Namun perlu diingat, menikmati keindahan sejati Curug Kedung Kayang dari bawah tidak mudah. Anda harus melakukan trekking menuruni tebing curam dan menyusuri aliran sungai berbatu besar sejauh beberapa ratus meter. 

Ini adalah petualangan yang memacu adrenalin dan hanya direkomendasikan bagi yang fisiknya prima. Gunakan pemandu lokal jika ingin turun ke dasar. 

Perhatian! Air terjun tersembunyi di dalam lembah rawan banjir bandang kiriman dari puncak gunung. Waktu terbaik adalah akhir musim hujan atau awal musim kemarau (Mei–Agustus), saat debit air masih indah namun aman.***

Editor : Asep Suhendar
#wisata #jawa tengah #air terjun