Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Trekking di Hutan Hujan, Bersantai di Hutan Mati: 5 Petualangan Epik di Pegunungan Jawa Barat yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

Kholikul Ihsan • Senin, 8 Juni 2026 | 15:51 WIB
Hutan mati di gunung Papandayan. (Foto: Instagram @twa.gunungpapandayangarut)
Hutan mati di gunung Papandayan. (Foto: Instagram @twa.gunungpapandayangarut)

RADAR BOGOR - Jawa Barat, sejak dulu, memang menjadi surga bagi para pencari ketenangan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk Jakarta dan sekitarnya. Namun sayangnya, banyak wisatawan hanya terpaku pada satu titik, kawasan Puncak yang kerap macet berjam-jam.

Padahal, provinsi ini menyimpan lebih dari sekadar kebun teh dan jalur macetnya. Dari ujung Garut hingga lereng Gunung Ciremai di Majalengka, tersebar destinasi wisata pegunungan dengan karakter yang sangat beragam. 

Dilansir dari Google maps, berikut adalah 5 rekomendasi destinasi wisata pegunungan terbaik di Jawa Barat.

Ada kawah aktif dengan hutan mati yang magis, kawah belerang di tengah hutan hujan tropis yang hanya bisa dicapai dengan trekking, hingga hamparan terasering sayuran hijau zamrud, semuanya wajib masuk dalam daftar liburan healing Anda berikutnya.

Baca Juga: Rivera Bogor Hadirkan Promo Liburan Sekolah 2026, Tiket Beli 1 Gratis 1 hingga Wahana Edukasi Lengkap

1. Gunung Papandayan (Garut)

Gunung Papandayan adalah salah satu gunung berapi paling eksotis di Jawa Barat, dan kabar baiknya, tempat ini sangat ramah untuk pendaki pemula maupun wisatawan umum. 

Anda tidak perlu mendaki berjam-jam untuk menikmati pemandangan vulkanik yang memukau.

Begitu tiba, Anda akan disambut oleh Kawah Papandayan yang masih aktif, dengan kepulan asap belerang putih yang megah membumbung ke langit biru. Suara desisan uap panas dari perut bumi menambah sensasi petualangan yang autentik.

Baca Juga: Rupiah Lemah, 8 Tempat Wisata Murah Meriah hingga Gratis di Jakarta, Cocok Buat Liburan Hemat Akhir Pekan

Namun daya tarik terbesar Papandayan mungkin adalah Hutan Mati. Ini adalah hamparan pohon-pohon cantigi yang menghitam dan mengering akibat letusan dahsyat di masa lalu, menciptakan atmosfer magis dan dramatis yang sangat jarang ditemukan di tempat lain. 

Bagi pecinta bunga, jangan lewatkan Tegal Alun, padang bunga edelweiss alami yang sangat luas. Pengelola juga telah membangun fasilitas modern seperti jalur pejalan kaki kayu yang rapi, kolam pemandian air panas alami, serta area camping ground yang luas.

2. Kawah Ratu (Bogor)

Bagi Anda yang menyukai petualangan pegunungan yang lebih alami dan menantang, Kawah Ratu di lereng Gunung Salak adalah pilihan yang sangat memukau. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Lembang, Ini 6 Destinasi Wisata Terbaru Paling Hits di Bandung, Ada yang Bertema Dinosaurus

Berbeda dengan kawah mati pada umumnya, kawah ini menyuguhkan aktivitas vulkanik yang sangat hidup, namun dikelilingi oleh rimbunnya hutan hujan tropis yang asri. 

Perjalanan menuju lokasi dimulai dengan trekking menyusuri hutan yang masih perawan, melintasi sungai-sungai kecil berair jernih dan sejuk. Suasana sunyi hanya dipecah oleh kicauan burung dan gemericik air.

Sesampainya di bibir Kawah Ratu, Anda akan disambut oleh pemandangan yang kontras dan dramatis, hamparan batuan putih belerang yang luas, kepulan asap vulkanik putih membumbung tinggi, dan aliran air sungai hangat alami yang mengandung belerang. 

Air hangat ini dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan kulit. Pemandangan kawah yang aktif di tengah hutan tropis yang lebat menciptakan atmosfer yang sulit dilupakan. Cocok untuk para petualang sejati yang ingin merasakan sensasi berbeda dari gunung-gunung populer lainnya.

Baca Juga: Cari Wisata Alam untuk Liburan? Ini 6 Rekomendasi Glamping di Bogor yang Punya Trekking Seru dan Curug Ramah Anak

3. Gunung Pancar (Bogor)

Bagi Anda yang mencari pelarian pegunungan yang tidak terlalu jauh dari ibu kota, kawasan Gunung Pancar di Sentul adalah pilihan yang sangat strategis dan menyegarkan. 

Hanya sekitar satu jam perjalanan dari Jakarta, Anda sudah bisa menikmati hamparan Hutan Pinus yang menjulang tinggi, rapat, dan sangat asri. 

Udara disini terasa bersih dan sejuk, langsung menusuk paru-paru yang biasa terpapar polusi kota. Tidak heran jika tempat ini menjadi favorit warga Jakarta yang ingin healing singkat tanpa perlu menginap.

Baca Juga: Ingin Healing Tanpa Ribet? Ini 5 Rekomendasi Glamping dan Camping Terbaik di Jogja, dari Hutan Pinus hingga Tebing Laut Selatan

Aktivitas populer yang bisa dilakukan antara lain bersepeda gunung menyusuri jalur-jalur tanah di antara pepohonan, trekking ringan menyusuri bukit, atau sekadar berfoto di spot-spot estetis yang tersebar di seluruh kawasan. 

Yang terbaru, kini banyak kafe-kafe outdoor tersembunyi dengan konsep rustic yang menjamur di sekitar Gunung Pancar, menawarkan kopi panas dengan pemandangan hutan pinus langsung dari tempat duduk Anda. 

4. Perkebunan Teh Puncak (Bogor)

Kawasan Puncak memang ikon wisata pegunungan klasik Jawa Barat yang membentang di perbatasan Bogor dan Cianjur. Namun jangan salah, kawasan ini terus berevolusi. 

Baca Juga: Pengen Merasakan Liburan Berbeda di Jogja? Coba 5 Wisata Air Terjun Ini, Ada yang Airnya Berwarna Toska

Berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl, Puncak menawarkan hamparan hijau sejauh mata memandang. 

Daya tarik utamanya tetaplah Perkebunan Teh Agrowisata Gunung Mas, di mana Anda bisa melakukan aktivitas tea walk, berjalan kaki membelah hamparan kebun teh di atas jembatan kayu panjang yang sangat estetik dan instagramable.

Bagi pencari adrenalin, tersedia wahana paralayang dari puncak bukit yang menawarkan pemandangan udara dari ketinggian. 

Namun ada satu hidden gem di kawasan ini yang sering terlewat, Telaga Warna, sebuah danau vulkanik eksotis di tengah hutan yang airnya bisa berubah warna, dari hijau toska, kuning kecoklatan, hingga biru tergantung pantulan vegetasi dan kandungan sulfur di dasarnya. 

Baca Juga: 7 Jam Keliling Bogor, Kemana aja? 4 Lokasi Ini Rekomendasi Pas, dari Tempat Makan, Cafe hingga Pijat Nikmat

Fenomena ini membuat Telaga Warna layak disebut sebagai Danau Kawah Putih versi mini tanpa harus jauh-jauh ke Ciwidey.

5. Terasering Panyaweuyan (Majalengka)

Jika Anda bosan dengan kebun teh dan ingin melihat lanskap pegunungan yang benar-benar berbeda, segerakan langkah ke Terasering Panyaweuyan. 

Terletak di kaki Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat, destinasi ini menyuguhkan mahakarya visual pertanian pegunungan yang luar biasa indah. 

Baca Juga: 7 Hotel Instagramable di Bandung untuk Staycation, Cocok Buat yang Suka Berburu Konten Estetik

Alih-alih padi, bukit-bukit curam di sini ditanami bawang daun dan berbagai sayuran dengan sistem terasering yang sangat rapi, berundak-undak seperti tangga raksasa berwarna hijau zamrud.

Dari gardu pandang tertinggi, mata Anda akan dimanjakan oleh hamparan hijau segar yang menyelimuti seluruh lekuk perbukitan sejauh mata memandang. 

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi hari, ketika matahari terbit dan menyinari daun-daun tanaman yang masih basah oleh embun pagi. Siluet petani yang mulai beraktivitas di tengah terasering menambah nilai estetika tersendiri. 

Tempat ini adalah surga bagi fotografer dan pencinta alam yang ingin merasakan suasana pedesaan yang autentik dan jauh dari keramaian turis.***

Editor : Eli Kustiyawati
#jawa barat #pegunungan #wisata #healing #liburan