RADAR BOGOR - Ketika mendengar kata Sukabumi, kebanyakan orang langsung membayangkan Pantai Pelabuhan Ratu dengan legenda Nyi Roro Kidul-nya. Atau mungkin, sekedar tempat singgah di puncak perjalanan menuju Bandung atau Bogor.
Dilansir dari Google Maps, Sukabumi menyimpan kejutan yang jauh lebih kaya dan beragam dari sekadar pantai selatan yang terkenal itu.
Berikut ini adalah 7 rekomendasi destinasi wisata unggulan di Sukabumi yang wajib masuk dalam daftar liburan Anda, jangan sampai terlewat.
1. Jembatan Gantung Situ Gunung
Destinasi ini merupakan salah satu andalan wisata alam di Sukabumi. Namanya adalah Jembatan Gantung Situ Gunung, sebuah mahakarya teknik yang membentang sepanjang 243 meter di atas kanopi hutan hujan tropis yang sering diselimuti kabut.
Jembatan ini konon merupakan salah satu jembatan gantung tengah hutan terpanjang di Asia Tenggara.
Sensasi berjalan di atasnya dengan tali pengaman yang sangat memadai adalah perpaduan antara adrenalin dan ketenangan, karena di bawah dan di sekitar Anda hanya ada pepohonan rindang dan suara alam yang menenangkan.
Jembatan ini terintegrasi dengan akses menuju Curug Sawer, air terjun megah yang tidak jauh dari lokasi, serta danau Situ Gunung yang legendaris.
Bagi yang ingin menginap, tersedia area glamping dengan fasilitas modern, pengelolaan tempat ini yang sangat profesional, bersih, dan ramah keluarga. Bahkan, tersedia opsi transportasi hijau untuk lansia dan anak-anak yang tidak ingin berjalan kaki terlalu jauh.
2. Puncak Darma
Jika Anda mencari kata kunci Geopark Ciletuh di Google Maps, Puncak Darma adalah salah satu viewpoint tebing pantai yang paling banyak dicari oleh wisatawan.
Berada di ketinggian tebing karst, tempat ini menyuguhkan pemandangan spektakuler yang sulit ditemukan di tempat lain, sebuah lanskap berbentuk tapal kuda raksasa (dikenal sebagai amfiteater alam Ciletuh) yang membentang luas di bawah mata.
Baca Juga: 5 Pesona Gunung Papandayan yang Bikin Wisatawan Rela Datang Berkali-kali ke Garut
Dari sini, Anda bisa melihat perpaduan sempurna antara garis Pantai Palangpang yang putih, lautan lepas yang biru, pulau-pulau kecil yang menjorok, hingga hamparan sawah hijau di lembah.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Puncak Darma juga sangat strategis sebagai titik awal sebelum Anda menjelajahi air terjun-air terjun yang tersebar di bawah kawasan Geopark Ciletuh.
3. Pantai Pasir Putih Pangumbahan
Menggantikan rekomendasi sebelumnya, pantai ini menjadi primadona di Google Maps bagi wisatawan yang mencari kombinasi antara pantai berpasir putih halus yang asri dengan wisata edukasi satwa langka.
Pantai Pasir Putih Pangumbahan bukanlah pantai biasa. Di sinilah pusat konservasi penyu hijau, salah satu spesies yang dilindungi.
Aktivitas yang paling dinanti oleh wisatawan adalah momen pelepasan tukik (anak penyu) ke laut lepas, yang biasanya dipandu oleh petugas pada sore hari menjelang sunset.
Selain wisata konservasi, ombak di Pangumbahan terkenal besar dan bergulung tinggi, menjadikannya spot favorit bagi para peselancar mancanegara.
Garis pantainya yang luas dan bersih, dengan pasir putih yang lembut, sangat cocok untuk sekedar duduk-duduk santai sambil menunggu matahari terbenam. Suasana disini masih sangat alami dan belum terlalu tersentuh komersialisasi massal.
4. Curug Cikaso
Curug Cikaso secara konsisten mendapatkan rating tinggi di Google Maps karena keindahan visualnya yang dinilai sangat fotografis dan berbeda dari curug pada umumnya.
Alih-alih satu aliran air, Curug Cikaso memiliki tiga aliran air terjun yang runtuh berdampingan dalam satu tebing megah, Curug Aseupan, Curug Meong, dan Curug Cangkuang.
Tingginya mencapai hampir 80 meter, dan di bawah ketiga curug tersebut terdapat kolam alami berwarna hijau toska yang jernih dan sangat indah untuk berenang atau sekadar berendam.
Yang membuat pengalaman ke sini unik adalah cara mencapainya. Dari tempat parkir, Anda harus menaiki perahu motor tradisional menyusuri sungai hijau yang asri selama sekitar lima menit.
Sensasi menyusuri sungai dengan tebing-tebing di kiri-kanan sebelum akhirnya tiba di hadapan tiga curug raksasa adalah pengalaman yang tidak akan Anda lupakan.
5. Pondok Halimun dan Selabintana
Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang mencari udara pegunungan yang sangat dingin dengan budget terjangkau, dua kawasan yang saling bersebelahan ini selalu ramai di Google Maps.
Pondok Halimun dan Selabintana menawarkan hamparan kebun teh yang luas, bumi perkemahan (camping ground) di bawah rindangnya pepohonan, serta aliran sungai pegunungan berair es yang jernih bernama Sungai Cipelang. Suasananya sejuk, asri, dan sangat cocok untuk liburan keluarga sederhana.
Kegiatan yang paling populer di sini adalah piknik menggelar tikar di hamparan rumput, bermain air sungai bersama anak-anak (airnya dangkal dan aman), atau sekadar jalan-jalan santai menikmati kabut pagi yang turun di antara pepohonan.
6. Curug Sodong dan Curug Cikanteh
Destinasi ini menjadi unggulan di Google Maps karena menawarkan konsep dua air terjun dalam satu kawasan yang letaknya sangat berdekatan.
Curug Sodong sering disebut air terjun kembar karena memiliki dua aliran air yang jatuh berdampingan di atas sebuah gua (dalam bahasa Sunda, sodong berarti gua).
Yang menarik, Anda sudah bisa melihat keindahan Curug Sodong langsung dari area parkir mobil tanpa harus berjalan jauh. Ini direkomendasikan untuk wisatawan yang tidak terlalu suka trekking berat.
Namun jika Anda merasa bugar, lanjutkan perjalanan sedikit ke arah atas melalui jalur setapak yang tidak terlalu menanjak. Di sana, Anda akan menemukan Curug Cikanteh yang jauh lebih megah, dengan struktur batuan berundak-undak raksasa yang sangat eksotis.
Airnya mengalir deras membentuk undakan alami seperti tangga raksasa. Kedua curug ini berada di dalam zona inti Geopark Ciletuh, sehingga pemandangan alam di sekitarnya juga dilindungi dan terjaga keasriannya.
7. Bukit Sabak
Bagi pecinta petualangan, hiking ringan, dan pemburu pemandangan matahari terbit, Bukit Sabak direkomendasikan untuk kategori wisata perbukitan.
Daya tarik utamanya adalah jalur pendakian yang relatif singkat, hanya sekitar 30 hingga 45 menit, melewati hutan pinus yang rindang dan sejuk.
Jalurnya tidak terlalu ekstrim, sehingga sangat cocok bagi pendaki pemula atau wisatawan yang ingin merasakan sensasi di atas awan tanpa harus menguras banyak tenaga.
Sesampainya di puncak bukit, Anda akan disuguhi pemandangan lanskap Sukabumi 360 derajat yang menakjubkan. Di kejauhan, Gunung Gede Pangrango berdiri kokoh dengan puncaknya yang sering terselubung awan.
Banyak pengunjung yang memilih untuk berkemah semalam di puncak agar bisa menyaksikan sunrise dengan mata kepala sendiri. Udara disini sangat dingin, terutama pada bulan-bulan kemarau. Pastikan Anda membawa jaket tebal dan perlengkapan camping yang memadai.***
Editor : Eli Kustiyawati