RADAR BOGOR - Warga Bogor, di Serang, Banten ternyata menyimpan kekayaan wisata lengkap juga mudah diakses, dan tentu saja bisa menjadi alternatif apabila Anda sedang merencanakan liburan.
Kota dan Kabupaten Serang bukan sekadar pusat pemerintahan Provinsi Banten. Wilayah ini memiliki destinasi wisata yang menawarkan perpaduan sangat unik, dari situs sejarah kejayaan Islam, pantai-pantai eksotis Selat Sunda. Semuanya bisa Anda jangkau tanpa perlu repot naik pesawat.
Wilayah Serang, Banten memiliki empat destinasi populer, historis, dan ramai dikunjungi. Keempat tempat ini mudah diakses, dan cocok untuk semua kalangan, dikutip dari Google maps.
Baca Juga: Dinas PU Kabupaten Bogor Pastikan Perbaikan Jalan Nanggung - Rancabakti Terealisasi Tahun 2026
Buat Anda warga Bogor yang mencari destinasi liburan selain puncak, perlu menyimak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Curug Cigumawang
Bagi Anda yang ingin menjauh sejenak dari suasana pantai dan mencari kesegaran udara pegunungan, Curug Cigumawang adalah salah satu air terjun paling ikonik dan megah di wilayah Serang.
Terletak di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan debit air yang mengalir sangat deras dan bergemuruh.
Baca Juga: Cocok Buat WFC, Ini 5 Cafe Paling Hits di Bekasi yang Punya Suasana Estetik
Airnya bersumber langsung dari mata air murni Gunung Karang, sehingga kondisinya sangat jernih, dingin, dan menyegarkan, persis seperti yang Anda harapkan dari air terjun pegunungan yang masih perawan.
Nama Cigumawang sendiri dalam bahasa lokal memiliki arti bawang, karena sekilas tumpahan air terjun yang melebar ini membentuk siluet menyerupai siung bawang putih ketika dilihat dari kejauhan.
Untuk mencapai titik air terjun, Anda akan diajak melakukan trekking santai menembus kawasan hutan pedesaan yang asri, melintasi perkebunan warga yang rimbun, serta jembatan bambu tradisional yang menambah kesan petualangan.
Di sekitar kawasan curug juga terdapat area lahan datar yang sering digunakan sebagai tempat berkemah atau camping ground oleh komunitas pecinta alam.
Namun yang paling menarik, aliran sungai yang berasal dari Curug Cigumawang melintasi bebatuan besar dengan jeram-jeram yang menantang.
Pengelola lokal memanfaatkan keunggulan ini dengan menyediakan wahana river tubing, yaitu mengarungi sungai menggunakan ban karet.
Aktivitas ini sangat populer bagi wisatawan kelompok atau keluarga yang ingin menguji adrenalin sambil menikmati pemandangan hijau di sepanjang tepian sungai yang masih alami.
Baca Juga: Pengen WFC atau Sekadar Nongkrong Cantik? Cek 5 Cafe Paling Estetik dan Nyaman di Garut Berikut Ini
2. Pantai Anyer
Siapa yang tidak tahu Pantai Anyer? Ini adalah salah satu destinasi wisata pantai paling legendaris dan paling ramai dikunjungi di Pulau Jawa.
Letaknya yang sangat dekat dan mudah diakses dari Jakarta melalui Tol Jakarta-Merak membuat Anyer menjadi pilihan utama warga Jabodetabek untuk liburan akhir pekan yang praktis namun tetap menyenangkan.
Garis pantai Anyer sangat panjang dan memiliki banyak pantai pasir putih dengan karakteristik berbeda-beda, seperti Pantai Sambolo yang ramai dengan wisatawan, Pantai Marbella yang lebih eksklusif, hingga Pantai Florida yang tenang dan cocok untuk bersantai.
Ombak di Anyer relatif landai karena berada di Selat Sunda, bukan Samudra Hindia, sehingga sangat aman untuk anak-anak bermain air.
Baca Juga: Pengen WFC atau Sekadar Nongkrong Cantik? Cek 5 Cafe Paling Estetik dan Nyaman di Garut Berikut Ini
Keunggulan utama Anyer adalah beragamnya aktivitas rekreasi air yang bisa Anda coba bersama keluarga.
Mulai dari sekadar bermain pasir di tepi pantai, berenang di area yang sudah ditentukan, hingga mencoba berbagai wahana water sports seperti banana boat, jet ski, dan donut boat yang disewakan di sepanjang bibir pantai.
Saat sore hari, jangan lewatkan momen matahari terbenam atau sunset yang spektakuler dengan latar siluet Gunung Krakatau yang menjulang di tengah Selat Sunda, sebuah pemandangan yang tidak akan Anda dapatkan di pantai manapun di Pulau Jawa.
Jangan lupa juga untuk berfoto di Mercusuar Cikoneng, bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang menjadi titik nol dari jalur legendaris Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan yang dibangun pada masa pemerintahan Daendels.
3. Pulau Sangiang
Bagi para pecinta petualangan murni dan ekowisata, Pulau Sangiang adalah permata tersembunyi yang wajib masuk bucket list Anda.
Terletak di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, pulau ini berstatus sebagai Taman Wisata Alam atau TWA, sehingga keasriannya masih sangat terjaga.
Untuk mencapai pulau ini, Anda harus menyewa kapal motor dari pelabuhan Anyer dengan waktu penyeberangan sekitar 45 menit.
Begitu tiba di Pulau Sangiang, Anda akan langsung disambut oleh suasana yang benar-benar berbeda dari keramaian Pantai Anyer, pantai berpasir putih yang sepi dan sangat bersih, air laut yang jernih kebiruan, serta tebing-tebing karang raksasa yang berdiri kokoh di sepanjang pesisir.
Pulau Sangiang menawarkan perpaduan wisata yang sangat kaya dalam satu pulau kecil. Di bawah laut, Anda bisa melakukan snorkeling dan diving di perairan sekitar pulau yang memiliki terumbu karang indah dengan biota laut yang melimpah, termasuk berbagai jenis ikan tropis dan koral yang masih hidup.
Di darat, Anda bisa mengunjungi Goa Kelelawar, sebuah goa alami di mana Anda bisa menyaksikan fenomena unik berupa hiu air payau yang menunggu di mulut goa untuk memangsa kelelawar yang jatuh ke air.
Bagi yang suka hiking, jangan lewatkan trekking menuju Puncak Harapan, titik tertinggi di pulau ini, untuk melihat panorama Selat Sunda dari ketinggian dengan latar Gunung Krakatau di kejauhan.
Pulau Sangiang adalah surga bagi fotografer alam, pecinta snorkeling, dan siapa pun yang ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki pantai pribadi untuk sehari penuh.
Baca Juga: BHCC bakal Hadir di Bogor, Tangani Penyakit Jantung hingga Kanker
4. Rawa Dano
Jika Anda bosan dengan wisata pantai dan mencari suasana alam yang tenang, sunyi, dan penuh misteri, Rawa Dano adalah destinasi cagar alam yang sangat unik dan tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Terletak di perbatasan Kecamatan Padarincang dan Gunungsari, Kabupaten Serang, kawasan ini merupakan satu-satunya rawa pegunungan yang masih tersisa di Pulau Jawa.
Rawa Dano adalah sebuah danau rawa purba seluas ribuan hektar yang dikelilingi oleh perbukitan hijau dan vegetasi hutan hujan tropis yang masih sangat rapat dan sulit ditembus.
Kawasan ini menjadi tempat tinggal bagi ratusan spesies burung endemik, monyet ekor panjang, hingga berbagai jenis reptil air yang jarang terlihat di tempat lain.
Baca Juga: BHCC bakal Hadir di Bogor, Tangani Penyakit Jantung hingga Kanker
Aktivitas utama yang paling direkomendasikan di Rawa Dano adalah menyusuri labirin aliran air rawa menggunakan perahu ketinting, yaitu perahu kayu tradisional milik warga lokal yang dijalankan dengan mesin kecil.
Sambil melintasi aliran air yang tenang, Anda akan disuguhi pemandangan kabut tipis di pagi hari, pepohonan yang menjulang dengan akar-akar yang menyentuh permukaan air, serta kicauan burung yang menggema di antara kesunyian hutan.
Tidak heran jika para petualang sering menjuluki kawasan ini sebagai Amazon mini di ujung barat Pulau Jawa.
Bagi para pecinta fotografi alam, birdwatching, atau sekadar mereka yang ingin merasakan ketenangan absolut tanpa gangguan sinyal ponsel, Rawa Dano adalah surga yang tersembunyi dengan sempurna.
Perlu diketahui bahwa karena statusnya sebagai cagar alam, pengunjung wajib ditemani oleh pemandu lokal yang sudah berpengalaman untuk menjaga kelestarian ekosistem.***