RADAR BOGOR - Selama ini, ketika warga Bogor mendengar kata laut selatan, yang terbayang biasanya adalah wisata Pantai Pelabuhan Ratu dengan deburan ombak besarnya, atau Pantai Sawarna di Banten dengan tebing karangnya yang megah.
Tapi kamu harus tau bahwa setelah pemekaran wilayah, ada satu kabupaten di Jawa Barat yang menjelma menjadi pusat pariwisata laut dan petualangan air terbesar di wilayah ini. Nama tempat wisata ini yaitu Pangandaran.
Ya, Pangandaran. Bukan sekadar spot wisata pantai biasa. Kabupaten yang terletak di ujung tenggara Jawa Barat ini menawarkan kombinasi wisata yang sangat lengkap, dari pantai berpasir dengan ombak landai untuk berenang hingga river tubing yang memacu adrenalin.
Berdasarkan data ulasan di Google maps, Pangandaran memiliki setidaknya sembilan destinasi unggulan di Pangandaran yang wajib masuk daftar liburan warga Bogor.
1. Kawasan Pantai Pangandaran
Kawasan Pantai Pangandaran adalah pusat utama pariwisata kabupaten ini. Yang membuatnya istimewa adalah ia memiliki tiga wajah pantai berbeda dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Pantai Barat menghadap langsung ke Samudra Hindia dengan hamparan pasirnya yang luas dan ombak yang relatif landai, sangat aman untuk berenang atau sekadar bermain air bagi anak-anak. Di sinilah tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam atau sunset yang spektakuler, dengan langit jingga yang memantul di permukaan air.
Sementara Pantai Timur, yang berada di sisi sebaliknya, menjadi pusat olahraga air seperti banana boat, jet ski, dan selancar. Di sinilah pengunjung bisa berburu matahari terbit atau sunrise sebelum memulai aktivitas petualangan.
Lalu ada Pasir Putih, yang berada di dalam kawasan Cagar Alam Pananjung. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus menyewa perahu bermotor dari pantai utama.
Begitu tiba, pengunjung akan disambut oleh hamparan pasir putih yang bersih dan bangkai kapal Viking yang terdampar, sebuah ikon foto yang sangat instagramable dan menjadi salah satu spot paling diburu wisatawan.
Baca Juga: Gak Terlalu Jauh dari Bogor, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Terpopuler di Bekasi
2. Pantai Batu Karas
Berbeda dengan keramaian Pantai Pangandaran yang menjadi pusat keramaian, Pantai Batu Karas menawarkan suasana yang lebih tenang dan eksklusif.
Terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, pantai ini sering disebut sebagai surga tersembunyi bagi para pecinta selancar atau surfing.
Yang membuatnya istimewa adalah karakteristik pantainya yang memiliki teluk kecil yang unik. Bentuk teluk ini membuat ombak bergulung dengan ideal, tidak terlalu ganas seperti di pantai selatan lainnya, tetapi tidak terlalu kecil sehingga membosankan.
Baca Juga: Mudah Diakses, 4 Rekomendasi Wisata Serang Banten Ini Bisa di Coba Warga Bogor
Hasilnya, ombak di Batu Karas sangat cocok bagi peselancar pemula yang baru belajar hingga peselancar profesional yang ingin mengasah teknik.
Di sepanjang bibir pantai, pengunjung akan menemukan banyak penyewaan papan selancar dan instruktur lokal yang siap membimbing.
Jika tidak tertarik berselancar, pengunjung tetap bisa berenang di area yang sudah ditandai aman atau sekadar duduk santai di salah satu kafe tepi pantai sambil menikmati kopi dan pemandangan laut yang menenangkan.
Suasana Batu Karas sangat berbeda dari pusat keramaian Pangandaran, lebih santai, lebih lambat, dan lebih cocok untuk healing sejati.
3. Pantai Madasari
Jika kamu mencari pantai dengan panorama yang liar, eksotis, dan masih sangat asri, Pantai Madasari adalah jawabannya.
Terletak di Dusun Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, pantai ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki pantai lain di Pangandaran, hamparan pulau-pulau karang kecil yang menonjol di tepi laut.
Pulau Leuit, salah satu yang terbesar, menjadi ikon foto utama di pantai ini. Ombak di sini adalah ombak besar khas Samudra Hindia yang menghantam karang dengan suara gemuruh yang memang bukan untuk berenang, melainkan untuk dinikmati dari kejauhan.
Pantai Madasari bernuansa hidden gem yang sesungguhnya, tidak banyak wisatawan yang tahu, tidak banyak warung berjejer, dan tidak ada suara bising mesin perahu. Yang ada hanya hamparan rumput hijau di tepi pantai, pohon-pohon kelapa yang bergoyang tertiup angin, dan deburan ombak yang menjadi latar suara alami sepanjang hari.
4. Pantai Batu Hiu
Pantai Batu Hiu sering dijuluki sebagai Tanah Lot-nya Jawa Barat, dan julukan itu tidak berlebihan.
Terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, pantai ini menawarkan pemandangan samudra lepas yang megah dari atas tebing tinggi yang ditumbuhi pohon Pandan Wong.
Begitu memasuki kawasan, pengunjung akan disambut oleh gerbang berbentuk mulut hiu raksasa, sebuah spot foto yang sudah ikonik bagi wisatawan.
Nama Batu Hiu sendiri berasal dari sebuah batu karang di tengah laut yang sekilas menyerupai sirip ikan hiu yang muncul ke permukaan air.
Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat ombak besar Samudra Hindia menghantam karang-karang di bawah, menciptakan percikan air putih yang dramatis.
Angin laut bertiup kencang, rambut beterbangan, dan pemandangan membentang tanpa batas, inilah salah satu spot terbaik di Pangandaran untuk sekadar duduk dan merenung.
5. Green Canyon (Cukang Taneuh)
Green Canyon, atau yang oleh masyarakat setempat disebut Cukang Taneuh, adalah destinasi alam paling legendaris di Pangandaran.
Tidak ada kunjungan ke Pangandaran yang lengkap tanpa mampir ke sini. Destinasi ini berupa aliran Sungai Cijulang yang airnya sangat jernih dengan warna hijau toska yang memukau.
Sungai ini membelah ngarai tebing bebatuan tinggi yang berhiaskan lumut hijau, stalaktit, dan stalagmit yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun.
Begitu perahu kayu memasuki celah-celah tebing, suara dunia luar seolah menghilang, digantikan oleh gemericik air dan kicauan burung yang menggema di dinding-dinding batu.
Di ujung salah satu celah tebing, terdapat fenomena alam yang disebut Hujan Abadi, yaitu tetesan air tanah yang jatuh terus-menerus dari atas tebing seperti hujan permanen, sensasi menyegarkan yang akan membasahi wajah saat perahu melintas di bawahnya.
6. Green Valley Citumang
Jika Green Canyon terkenal dengan tebing-tebing tingginya yang megah, maka Green Valley Citumang menawarkan pengalaman yang berbeda namun tidak kalah memukau.
Terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, destinasi ini menawarkan petualangan air yang lebih teduh karena berada di tengah hutan jati yang asri dan rindang.
Yang paling istimewa dari Citumang adalah sumber airnya. Air sungai di sini berasal dari sebuah gua purba yang keluar ke permukaan tanah, sehingga aliran airnya sangat jernih, segar, dan memiliki gradasi warna biru kehijauan yang menenangkan.
Bahkan di beberapa titik, pengunjung bisa melihat dasar sungai dengan sangat jelas karena airnya yang sejernih kristal. Pepohonan jati yang tinggi menaungi sebagian besar aliran sungai, membuat suhu air tetap dingin dan suasana sekitarnya tetap sejuk meskipun matahari sedang terik.
7. Santirah dan Ciwayang River Tubing
Bagi yang ingin merasakan petualangan air yang berbeda dari Green Canyon atau Citumang, Santirah dan Ciwayang menawarkan pengalaman river tubing yang tidak kalah seru.
Destinasi alternatif yang terletak di Desa Selasari (Santirah) dan Desa Cikoranji (Ciwayang) ini mengkombinasikan petualangan sungai dengan eksplorasi gua purba.
Aliran sungai di sini melewati tebing-tebing karst yang menjulang, beberapa air terjun kecil di sepanjang jalur, dan yang paling menarik: sebuah lorong gua alam yang gelap.
Baca Juga: 5 Wisata Ramah Anak di Bogor untuk Liburan Sekolah Juni 2026: Bebas Macet Puncak, Full Keseruan!
Pengunjung akan duduk di ban dalam atau ban karet, lalu didorong oleh arus sungai untuk masuk ke dalam mulut gua.
Di dalam gua yang gelap, hanya suara tetesan air dan gemericik arus yang terdengar. Sesekali, guide akan menyalakan senter untuk menunjukkan formasi stalaktit dan stalagmit yang menghiasi langit-langit gua.
Sensasi menembus gua dalam kegelapan hanya ditemani ban dalam dan pemandu lokal adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Setelah keluar dari gua, pengunjung akan disambut oleh cahaya matahari dan aliran sungai yang kembali terbuka, dengan pemandangan air terjun kecil yang menyegarkan.
8. Taman Wisata Alam Cagar Alam Pananjung
Kawasan Taman Wisata Alam Cagar Alam Pananjung adalah paru-paru hijau Pangandaran.
Berada di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, kawasan hutan lindung tanjung semenanjung ini memiliki luas ratusan hektar dan menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna yang dilindungi.
Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut oleh rusa-rusa liar yang berkeliaran bebas, monyet ekor panjang yang bergelantungan di dahan pohon, lutung berwarna hitam yang sesekali melompat di antara pepohonan, hingga landak yang lebih suka bersembunyi di balik semak-semak.
Jalan setapak beraspal yang teduh di bawah pepohonan besar memudahkan pengunjung untuk melakukan jungle trekking tanpa perlu khawatir tersesat.
Suasana hutan yang tenang, angin yang berdesir, dan suara satwa liar dari kejauhan menciptakan pengalaman yang sangat berbeda dari wisata pantai pada umumnya.
Selain trekking melihat satwa, kawasan Cagar Alam Pananjung juga menyimpan kekayaan geologi berupa goa-goa alam seperti Goa Parat dan Goa Sumur yang bisa dijelajahi.
Di dalam goa, pengunjung akan melihat formasi stalaktit dan stalagmit yang masih aktif meneteskan air. Selain itu, terdapat juga situs arkeologi peninggalan sejarah lokal yang menambah nilai edukasi.
9. Aquarium Indonesia Pangandaran
Destinasi wisata buatan modern berbasis edukasi laut ini adalah yang pertama di kawasan Priangan Timur.
Terletak di Kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Aquarium Indonesia Pangandaran menghadirkan pengalaman edukasi laut yang interaktif dan instagramable.
Begitu memasuki gedung, pengunjung akan disambut oleh terowongan bawah air yang melengkung di atas kepala. Ikan-ikan besar seperti hiu, pari, dan berbagai spesies ikan karang berenang bebas di atas dan di sekitar, seolah-olah sedang berjalan di dasar laut tanpa perlu basah.
Selain terowongan, terdapat juga tangki melingkar atau schooling fish tank yang menampung ribuan ikan kecil yang berenang serempak, menciptakan tarian bawah laut yang hipnotis.
Salah satu daya tarik favorit pengunjung adalah touch pool atau kolam sentuh, di mana kamu dan anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan beberapa biota laut yang aman seperti bintang laut, bulu babi, dan cangkang kerang raksasa.***
Editor : Eli Kustiyawati