RADAR BOGOR - Warga Bogor selama ini akrab dengan arus tenang di pemandian air panas hingga rafting dadakan di Sentul. Tapi pernahkah Anda merasa bahwa adrenalin Anda belum benar-benar teruji? Bahwa air sungai yang biasa Anda arungi terasa terlalu ramah?
Lereng Gunung Ciremai mempunyai jawabannya. Kawasan yang membentang di Majalengka hingga Kuningan ini menyimpan rahasia petualangan air yang berbeda. Bukan sekedar arus deras biasa, tetapi aliran sungai yang airnya berasal langsung dari mata air vulkanik yang jernih, dingin menusuk tulang, dan dipenuhi batuan hitam purba.
Berdasarkan ulasan di Google maps, berikut empat destinasi wisata arung jeram dan tubing paling menantang di sekitar Majalengka yang cocok untuk Anda yang haus petualangan sejati.
Baca Juga: Instagram Disdik Jabar Diserbu, Situs SPMB Error saat Pengumuman PCMB 2026
1. Gigili Rafting (Majalengka)
Buang jauh-jauh bayangan Anda tentang arung jeram yang cuma nyempil di pinggir sungai. Di Gigili Rafting, Anda akan diajak mengarungi Sungai Cilutung menggunakan perahu karet berkapasitas 4–6 orang, lengkap dengan dayung dan pemandu sungai yang berpengalaman.
Sensasinya benar-benar rafting sejati, ombak menerpa wajah, perahu oleng di antara batuan purba, dan jeram yang cukup menantang bahkan untuk level profesional.
Yang membuatnya khas adalah pemandangan tebing vulkanik dan lembah hijau yang mengapit kiri-kanan jalur arung. Jangan kaget jika di beberapa titik Anda harus mendayung sekencang tenaga untuk menghindari pusaran air.
Untuk ukuran petualangan sebesar ini, perjalanan dari Kota Hujan terbilang sangat worth it karena Anda akan mendapatkan standar keamanan internasional yang jarang ditemukan di sungai-sungai sekitar Bogor.
2. Cikadongdong River Tubing (Majalengka)
Jika Anda tipe petualang yang lebih suka mengandalkan diri sendiri, Cikadongdong adalah jawabannya.
Berbeda dengan rafting kelompok, di sini Anda akan menaiki ban karet tunggal (tube) lalu menghanyutkan diri sejauh 350 meter di Sungai Cikadongdong.
Baca Juga: 1 Tahun Edarkan Tembakau Sintetis, Dua Bandar di Cileungsi Bogor Diciduk Polisi
Keunikan utamanya ada di dasar sungai, penuh dengan batu vulkanik hitam berukuran besar-besar. Akibatnya, sensasi meluncurnya terasa seperti naik komedi putar versi alam, tubuh Anda akan bergoyang, berputar, dan sesekali berbenturan lembut dengan ban lain saat melewati celah-celah sempit.
Tenang saja, di setiap titik ekstrim sudah ada tim rescue lokal yang sigap mengarahkan posisi ban Anda agar tidak tersangkut. Airnya? Sangat jernih dan dingin, karena langsung dari mata air Ciremai.
3. Papalidan Curug Bangkong (Kuningan)
Ini dia yang paling instagramable sekaligus paling unik. Papalidan Curug Bangkong menawarkan aktivitas river tubing (disebut papalidan dalam bahasa Sunda) sepanjang 200 meter, namun dengan view yang tidak dimiliki destinasi lain, titik awal perjalanan Anda berhadapan langsung dengan Curug Bangkong, air terjun setinggi 20 meter yang megah.
Disini, sebelum meluncur ke jeram, Anda sudah disuguhi gemuruh air jatuh dan embusan kabut dingin dari air terjun.
Arus disini relatif stabil karena diatur melalui bendungan alam kecil, sehingga sangat cocok bagi keluarga yang ingin merasakan petualangan tanpa tingkat kesulitan yang terlalu ekstrim.
Keunggulan lainnya, airnya sangat jernih dan bebas polusi karena berada di kaki Gunung Ciremai bagian barat.
Meski lebih jauh sedikit dibanding Majalengka, pemandangan sepanjang jalan menuju curug sangat memanjakan mata, sawah terasering dan pepohonan rindang akan menemani perjalanan Anda.
Baca Juga: Real Madrid Buka Opsi Pinjamkan Franco Mastantuono ke Juventus
4. Rafting dan Tubing Desa Sukamukti (Kuningan)
Buat Anda yang merasa 350 meter itu terlalu pendek, Desa Sukamukti punya tawaran berbeda. Di sini, Anda bisa memilih trek pengarungan hingga 1 kilometer, terpanjang di antara destinasi tubing di lereng Ciremai.
Kelebihannya, rutenya sangat bervariasi: mulai dari arus tenang yang santai cocok untuk menikmati pemandangan, hingga jeram berundak yang tiba-tiba memacu adrenalin.
Yang membuat pengalaman ini istimewa adalah pemandangan di sekitarnya. Sepanjang perjalanan, Anda akan melintasi area persawahan terasering dan perkebunan penduduk yang masih sangat asri.
Rasanya seperti melakukan rural tourism sambil menguji nyali. Air sungai yang dingin dan jernih khas mata air Ciremai menjadi bonus penyegar yang tak ternilai.***