RADAR BOGOR - Warga Bogor, selama ini membayangkan Cirebon hanya sebagai Kota Udang, keraton, dan segarnya empal gentong.
Jarang yang menyangka bahwa di belakang kemegahan Keraton Kasepuhan, tersembunyi sebuah kawasan wisata yang dikenal dengan suhunya yang dingin.
Secara geografis, Kabupaten Cirebon bagian selatan yang meliputi Kecamatan Pasawahan, Dukupuntang, hingga Sumber, ternyata berbatasan langsung dengan kaki Gunung Ciremai.
Baca Juga: Intip 5 Surga Ekowisata Tersembunyi di Lereng Ciremai, Wajib Masuk Wishlist Liburan Warga Bogor
Dikutip dari Google maps, berikut lima destinasi di Cirebon yang jarang diketahui orang dan layak masuk daftar liburan warga Bogor.
1. Telaga Remis
Jangan terkecoh dengan status administratif yang menyebut telaga ini masuk Kuningan. Warga Cirebon sudah puluhan tahun menganggap Telaga Remis sebagai mahkota lereng mereka karena jaraknya yang super dekat.
Sebuah danau alami berair hijau zamrud yang tenang, dikelilingi oleh pohon pinus yang tumbuh rapat hingga membentuk kanopi alami. Nama Remis diambil dari kerang air tawar kuning yang hidup di dasar danau, artinya, airnya benar-benar jernih dan alami.
Baca Juga: Kecelakaan di Tol Cipularang, Bus MGI Tabrak Median Jalan
Anda bisa menyewa sepeda air sambil melihat bayangan awan di permukaan telaga, berfoto estetik di jembatan kayu yang menjorok ke tengah, atau sekadar membuka tikar piknik di bawah rindangnya pinus.
Begitu Anda memasuki kawasan ini, suhu langsung turun drastis, kontras dengan panasnya Bogor belakangan ini.
2. Batu Lawang, Dukupuntang
Lupakan dulu tebing-tebing biasa. Batu Lawang adalah formasi batu vulkanik sisa letusan Gunung Ciremai yang berdiri megah menyerupai pintu gerbang raksasa, makanya dinamai Lawang yang berarti pintu.
Kawasan ini sangat cocok bagi Anda yang ingin merasakan sensasi geo-wisata dengan sentuhan adrenalin.
Di sini, Anda bisa mencoba flying fox yang melintas di antara dua tebing, memanjat tebing (rock climbing) jika Anda profesional, atau sekadar duduk di gardu pandang sambil menyaksikan hamparan Kabupaten Cirebon dan Majalengka dari ketinggian.
Pemandangan matahari terbenam dari balik tebing ini benar-benar seperti film dokumenter National Geographic.
Perjalanan memang agak panjang, tapi percayalah, sensasi berdiri di bawah pintu raksasa batu vulkanik tidak akan Anda temukan di sekitar Bogor.
Baca Juga: Ini 5 Tempat Makanan Berat di Blok M yang Rasanya Juara, Dijamin Gak Bikin Kantong Bolong
3. Wisata Alam Plangon
Plangon adalah bukti bahwa wisata alam tidak selalu harus sunyi. Kawasan ini adalah bukit rendah yang menjadi habitat ratusan monyet ekor panjang yang hidup liar namun sudah akrab dengan pengunjung.
Suasananya agak mirip dengan Alas Purwo atau hutan monyet di Ubud, namun dengan sentuhan budaya Cirebon yang kental.
Anda bisa berjalan menaiki anak tangga yang membelah hutan lebat, memberi makan monyet (beli kacang atau pisang dari warga setempat, jangan sembarangan), lalu di puncak bukit, Anda akan menemukan makam keramat Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan, tokoh penyebar Islam di Cirebon.
Jadi dalam satu lokasi, Anda mendapat petualangan alam, interaksi satwa, dan wisata religi sekaligus.
4. Situ Sedong
Situ Sedong berbeda dengan telaga-telaga lain. Ini adalah waduk buatan peninggalan kolonial Belanda tahun 1926 yang masih berfungsi sebagai pengairan hingga kini.
Keunikan utamanya terletak pada posisinya, waduk ini menghadap secara tegak lurus ke arah Gunung Ciremai.
Bayangkan, saat sore hari, Anda bisa melihat matahari terbenam tepat di balik puncak gunung sementara bayangannya terpantul sempurna di permukaan air waduk yang tenang.
Baca Juga: Warga Bogor Merapat, Ini 4 Destinasi Wisata Arung Jeram Paling Menantang di Majalengka
Spot ini adalah surga bagi pemburu sunset dan fotografer lanskap. Anda juga bisa memancing (tempat ini favorit pemancing lokal) atau menyewa rakit/perahu kayu tradisional untuk berkeliling menyusuri waduk.
Datanglah sekitar pukul 15.30 sore agar Anda mendapatkan posisi terbaik untuk menikmati perubahan warna langit dari jingga ke ungu.
5. Desa Wisata Tegalwangi
Setelah puas bermain air dan mendaki tebing, ada baiknya Anda mampir ke Tegalwangi. Desa ini adalah sentra kerajinan rotan berskala ekspor, produknya dikirim hingga ke Eropa dan Amerika.
Yang menarik, Anda bisa melihat langsung proses pembuatan furniture rotan dari awal hingga jadi, lalu berbelanja pernak-pernik estetik seperti tas, lampu hias, kursi minimalis, hingga aksesoris rumah dengan harga produsen (jauh lebih murah daripada di toko kota besar).
Baca Juga: Instagram Disdik Jabar Diserbu, Situs SPMB Error saat Pengumuman PCMB 2026
Tak hanya itu, di desa ini juga bermunculan kafe-kafe bernuansa rotan yang instagramable, tempat Anda bersantai sambil menikmati kopi lokal.
Destinasi wisata ini sangat cocok menjadi pemberhentian terakhir sebelum Anda kembali ke Bogor, dengan membawa oleh-oleh rotan khas Cirebon.***