Bosan Healing di Gunung Terus! Coba 5 Wisata Pantai, Mangrove, hingga Pulau Terpencil di Indramayu yang Bikin Liburan Anda Berbeda
Kholikul Ihsan• Minggu, 14 Juni 2026 | 15:42 WIB
Kawasan wisata mangrove Karangsong, Indramayu. Foto: Instagram @mangrove.karangsong
RADAR BOGOR - Warga Bogor sudah terlalu sering menghirup udara dingin Puncak, bermain air di Curug, atau berkemah di kaki Gunung. Sekarang saatnya membalikkan badan, mencoba liburan di pantai, mangrove yang ada di Indramayu.
Kabupaten Indramayu, yang selama ini mungkin hanya Anda kenal sebagai lumbung padi dan penghasil mangga, ternyata menyimpan lima destinasi wisata pesisir yang tidak kalah eksotis dibanding Pantai Selatan atau Kepulauan Seribu.
Bagi Anda warga Bogor yang merasa sudah habis destinasi di sekitar rumah, inilah saatnya menjelajah Pantura, Indramayu. Hanya 3,5 jam berkendara, Anda akan menemukan dunia yang benar-benar berbeda.
Simak lima rekomendasi wisata Indramayu untuk Anda, berdasarkan ulasan di Google maps.
1. Karangsong
Jika Anda mengira hutan bakau hanya sekumpulan pohon biasa di pinggir pantai, Karangsong akan mengubah pikiran Anda.
Kawasan ekowisata ini merupakan salah satu hutan mangrove terluas dan terawat di pesisir utara Jawa Barat.
Begitu masuk, Anda akan disambut oleh jembatan kayu (wooden boardwalk) yang membentang panjang menembus lebatnya pepohonan bakau.
Di kanan-kiri, akar-akar bakau menjuntai ke air payau sementara kepiting-kepiting kecil sibuk berlarian di lumpur. Suasana teduh, rimbun, dan sangat instagrammable.
Aktivitas yang bisa Anda lakukan di sini tidak hanya berfoto. Anda bisa menyewa perahu kayuh tradisional milik nelayan setempat untuk menyusuri sungai kecil di sela-sela bakau, pengalaman yang sangat menenangkan.
Jangan lewatkan area pembibitan mangrove jika Anda datang bersama anak-anak, mereka bisa belajar menanam pohon bakau.
Di ujung kawasan, terdapat Pantai Karangsong yang bisa menjadi tempat bersantai sambil menikmati angin laut.
2. Pulau Biawak
Bagi Anda pecinta petualangan sejati, Pulau Biawak adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.
Pulau tak berpenghuni ini terletak sekitar 40 kilometer di utara semenanjung Indramayu, di tengah Laut Jawa.
Namanya tidak main-main, pulau ini memang menjadi habitat ratusan bahkan ribuan biawak liar (Varanus salvator) yang berkeliaran bebas di pantai dan hutan kecil.
Anda akan melihat mereka berenang di air laut, memanjat pohon, atau sekadar berjemur di pasir, sesuatu yang tidak akan Anda temukan di destinasi manapun di Jawa Barat.
Selain biawak, daya tarik utama pulau ini adalah Mercusuar Kuno setinggi 65 meter peninggalan Belanda, dibangun pada tahun 1872 atas perintah Raja Willem III.
Anda bisa menaiki anak tangga spiral yang sempit hingga ke puncak untuk menikmati pemandangan Laut Jawa 360 derajat, sangat dramatis terutama saat matahari terbit atau terbenam.
Di perairan sekitar pulau, terumbu karangnya masih sangat terjaga, cocok untuk snorkeling dan diving. Ikan-ikan warna-warni dan bahkan penyu laut sering terlihat di sini.
3. Pantai Tirtamaya
Pantai Tirtamaya bukan sekadar pantai biasa. Tempat ini memiliki nilai historis yang tinggi karena dipercaya sebagai lokasi mendaratnya Ki Buyut Tuban, seorang utusan Kerajaan Tuban yang menyebarkan agama Islam di wilayah barat Jawa.
Di area pantai, Anda bisa menemukan situs makam kuno dan replika perahu tradisional yang menjadi pengingat akan sejarah tersebut.
Bagi Anda yang suka wisata religi atau sejarah, ini adalah tambahan nilai plus yang tidak akan ditemukan di pantai-pantai umum.
Dari sisi alam, Pantai Tirtamaya memiliki garis pantai yang panjang dengan ombak yang relatif aman dan tenang karena berada di area teluk.
Pasirnya kecoklatan dan di pinggir pantai tumbuh pohon-pohon kelapa serta ketapang yang rimbun, cocok untuk berteduh.
Aktivitas yang bisa dilakukan, berenang di tepi pantai, hunting sunrise (pantai menghadap timur), bermain jet ski yang tersedia untuk disewa, atau sekadar duduk di warung sambil menikmati es kelapa muda dan pisang goreng. Suasananya sangat santai dan ramah keluarga.
4. Situ Bolang
Bosan dengan laut dan mangrove? Indramayu juga punya destinasi air tawar yang tidak kalah menarik.
Situ Bolang adalah danau alami seluas sekitar 50 hektar yang dikembangkan menjadi kawasan agrowisata terpadu.
Keunikan tempat ini adalah keberadaan perkebunan mangga gedong gincu dan kelengkeng yang membentang di sekitar danau.
Jika Anda datang pada musim panen (September–Desember), Anda bisa memetik buah langsung dari pohonnya, pengalaman yang sangat menyenangkan, terutama untuk anak-anak.
Selain perkebunan, Situ Bolang juga memiliki taman bunga matahari yang sangat luas. Bunga-bunga kuning menjulang tinggi dengan latar belakang danau biru menciptakan spot foto yang super instagrammable.
Di atas danau, tersedia perahu bebek air yang bisa Anda kayuh bersama pasangan atau keluarga. Jangan lupa mampir ke area kuliner yang menjual olahan mangga segar, seperti rujak mangga, jus mangga, hingga es krim mangga. Suasana disini sejuk meskipun berada di dataran rendah karena banyaknya pepohonan.
Pantai Plentong adalah bukti bahwa pemberdayaan masyarakat desa bisa menghasilkan destinasi wisata yang modern dan ramah kantong.
Dahulu hanya pantai biasa, kini kawasan ini ditata sangat rapi dengan tanggul-tanggul pemecah ombak batu yang estetik, jembatan kayu yang menjorok ke laut, serta menara pandang untuk melihat hamparan pantai dari ketinggian.
Suasananya sangat keluarga, banyak anak-anak bermain di pasir sementara orang tua bersantai di saung-saung bambu.
Aktivitas di Pantai Plentong sangat beragam. Yang paling populer adalah perahu bebek raksasa yang bisa dinaiki untuk berkeliling area payau di pinggir pantai.
Ada juga ATV (kendaraan roda empat) untuk menyusuri garis pantai, cocok untuk Anda yang ingin sedikit petualangan.
Jangan lupa berburu kuliner seafood di warung-warung sekitar, ikan bakar, cumi goreng tepung, dan kerang saus padang dijual dengan harga sangat bersahabat.
Pantai ini juga terkenal sebagai spot matahari terbit yang indah karena menghadap langsung ke timur.