RADAR BOGOR - Tak banyak destinasi wisata di Jawa Barat yang mampu memadukan danau alami, candi Hindu kuno, kampung adat, serta makam tokoh penyebar Islam dalam satu kawasan.
Keunikan itulah yang membuat Situ Cangkuang di Kabupaten Garut terus menjadi magnet bagi wisatawan, termasuk warga Bogor yang mencari pengalaman liburan berbeda dari sekadar wisata alam biasa.
Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Garut, Situ Cangkuang dikenal sebagai salah satu objek wisata paling ikonik di Jawa Barat karena menghadirkan suasana yang tidak ditemukan di destinasi lain.
Baca Juga: Jelang Babak Gugur Piala Dunia 2026, FIFA Pertimbangkan Ubah Aturan Adu Penalti
Di tengah hamparan danau yang tenang, berdiri sebuah pulau kecil bernama Pulau Panjang yang menjadi pusat berbagai situs bersejarah dan budaya.
Candi Hindu Kuno Berdiri Berdampingan dengan Makam Tokoh Islam
Daya tarik utama Situ Cangkuang adalah keberadaan Candi Cangkuang, sebuah candi Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi.
Candi ini menjadi satu-satunya candi Hindu yang ditemukan di wilayah Garut dan menjadi bukti penting perkembangan peradaban Nusantara pada masa lampau.
Baca Juga: Buka Sampai Jam 2 Pagi, Palum Point Bogor Kini Punya Steak Premium Mulai Rp50 Ribuan
Keunikan yang membuat banyak wisatawan tertarik adalah lokasi candi yang berdampingan dengan Makam Embah Dalem Arief Muhammad, seorang tokoh penyebar agama Islam dan panglima dari Kesultanan Mataram.
Kehadiran dua situs dengan latar belakang agama berbeda dalam satu kawasan menjadi simbol nyata toleransi dan kerukunan yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Tidak sedikit pengunjung yang datang bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk mempelajari sejarah panjang perjalanan budaya dan agama di tanah Sunda.
Baca Juga: Respons Mengejutkan Coach Justin Usai Cristiano Ronaldo Cetak 2 Gol vs Uzbekistan
Kampung Pulo, Kampung Adat Unik yang Tetap Bertahan Hingga Kini
Selain candi dan makam bersejarah, Pulau Panjang juga menjadi rumah bagi Kampung Adat Pulo. Kampung kecil ini memiliki aturan adat yang masih dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Salah satu tradisi yang paling menarik adalah larangan menambah jumlah bangunan di kawasan tersebut. Hingga saat ini, Kampung Pulo tetap hanya memiliki enam rumah adat dan satu masjid yang diwariskan kepada enam kepala keluarga secara bergantian.
Keaslian tradisi dan kearifan lokal yang masih bertahan membuat Kampung Pulo menjadi destinasi favorit wisata edukasi bagi pelajar maupun wisatawan yang ingin mengenal budaya Sunda lebih dekat.
Baca Juga: Explore Jakarta Tempo Dulu, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Kuliner di Pasar Baru
Sensasi Menyeberangi Danau dengan Rakit Bambu Tradisional
Sebelum mencapai Pulau Panjang, wisatawan harus terlebih dahulu menyeberangi Situ Cangkuang menggunakan rakit bambu tradisional yang menjadi ikon kawasan wisata ini.
Perjalanan singkat di atas rakit memberikan pengalaman yang berbeda. Pengunjung dapat menikmati ketenangan danau, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama alam yang masih asri.
Momen ini juga menjadi salah satu aktivitas favorit wisatawan untuk mengabadikan foto dan video yang menarik untuk media sosial.
Bagi warga Bogor yang terbiasa dengan suasana perkotaan, pengalaman menaiki rakit di tengah danau menjadi daya tarik tersendiri yang memberikan kesan relaksasi dan ketenangan.
Baca Juga: Pertanyaan Petugas kepada Taufik Hidayat saat Ditangkap
Museum Situs Cangkuang Simpan Berbagai Artefak Bersejarah
Wisata sejarah di Situ Cangkuang semakin lengkap dengan keberadaan Museum Situs Cangkuang.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi berharga seperti naskah kuno penyebaran Islam, Al-Quran berbahan kulit kayu, dokumen keagamaan masa lampau, hingga sejumlah artefak bersejarah yang ditemukan di kawasan tersebut.
Museum ini menjadi destinasi penting bagi wisatawan yang ingin memahami lebih dalam perjalanan sejarah dan budaya yang berkembang di wilayah Garut dan Jawa Barat.
Fasilitas Lengkap dan Ramah Wisatawan Keluarga
Pengelola wisata Situ Cangkuang telah menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Area parkir yang luas, mushola, toilet umum, gazebo untuk beristirahat, hingga deretan kios kuliner dan pusat oleh-oleh tersedia di sekitar kawasan wisata.
Baca Juga: Menkes Uji Jajanan Populer di Laboratorium, Hasilnya Bikin Khawatir
Selain itu, sejumlah spot foto bernuansa desa wisata juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen liburan bersama keluarga.
Dengan fasilitas yang semakin lengkap, Situ Cangkuang cocok menjadi destinasi wisata keluarga, wisata edukasi, maupun perjalanan komunitas.
Harga Tiket Terjangkau untuk Liburan Akhir Pekan
Salah satu alasan Situ Cangkuang terus diminati wisatawan adalah harga tiket masuk yang relatif ramah di kantong. Pengunjung dewasa dikenakan tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang, sedangkan anak-anak Rp5.000 per orang.
Untuk menikmati pengalaman menyeberang ke Pulau Panjang, wisatawan dapat menggunakan rakit bambu dengan tarif sekitar Rp5.000 hingga Rp7.500 per orang.
Baca Juga: Inggris Ditahan Imbang Gana 0-0, Harry Kane Cs Dibuat Mati Kutu
Biaya parkir kendaraan juga tergolong terjangkau sehingga destinasi ini cocok untuk wisata hemat bersama keluarga.
Bagi warga Bogor yang berencana berkunjung, disarankan datang pada pagi hari saat cuaca masih sejuk dan suasana belum terlalu ramai.
Hari kerja atau weekday menjadi waktu terbaik untuk menikmati keindahan Situ Cangkuang dengan lebih nyaman.
Saat memasuki kawasan Kampung Pulo, wisatawan diharapkan menghormati adat istiadat setempat dan menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Explore Jakarta Tempo Dulu, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Kuliner di Pasar Baru
Dengan semua obyek yang ditawarkan, Situ Cangkuang merupakan destinasi yang layak masuk daftar kunjungan warga Bogor yang ingin menikmati sisi lain keindahan Jawa Barat.***